Minggu, 27 September 2026
22:23 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Red Star Over China

Red Star Over China

buku 1937 buatan Edgar Snow

250px-Rodstjarnaoverkina.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Röd stjärna över Kina, edisi Swedia dari buku tersebut pada 1974.
250px-Mao1931.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mao Zedong pada 1931.

Red Star Over China, sebuah buku 1937 buatan Edgar Snow, adalah sebuah catatan dari Partai Komunis China yang ditulis ketika mereka menjadi tentara gerilya yang masih tidak banyak diketahui oleh orang-orang Barat. Bersama dengan The Good Earth (1931) karya Pearl Buck, buku tersebut merupakan buku paling berpengaruh tentang pengertian dan simpati Barat terhadap Tentara Merah China pada 1930an.[1]

Ikhtisar

Dalam Red Star Over China, Edgar Snow mengisahkan tentang pengalamannya selama berbulan-bulan bersama dengan Tentara Merah Tiongkok pada 1936. Snow menggunakan wawancara ekstensifnya dengan Mao dan para pemimpin tinggi lainnya untuk menghadirkan penceritaan dari Pawai Panjang, serta catatan biografi dari para pemimpin dari kedua sisi saat konflik tersebut, termasuk catatan kehidupan dari Zhou Enlai, Peng Dehuai, Lin Biao, He Long, dan Mao Zedong.

Ketika Snow menulis, tidak ada laporan yang tersedia di dunia Barat mengenai hal-hal yang terjadi di wilayah-wilayah yang dikuasai Komunis. Penulis lainnya, seperti Agnes Smedley, telah menulis beberapa penjelasan dari Komunis Tiongkok sebelum Pawai Panjang, tetapi tidak ada yang mengunjungi mereka atau mewawancarai tangan pertamanya. Status Snow sebagai jurnalis internasional yang sebelumnya tidak diidentifikasikan dengan gerakan komunis membuat laporannya dicap otentik.

Lihat pula

Pranala luar

Catatan kaki

  1. ↑ Harold Isaacs, Scratches on Our Minds, (New York: John Day, 1958; rpr. White Plains, 1989): 155 n. 71, 162-163.

Referensi dan bacaan tambahan

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan