Jumat, 30 Oktober 2026
14:42 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Rawa Lakbok

Bagikan:

Rawa Lakbok adalah nama sebuah rawa yang berada di kawasan Lakbok, Ciamis, Ciamis, dekat Banjar, Jawa Barat, pada koordinat 7°24' LS, 108°31' BT. Rawa Lakbok merupakan rawa gambut, dengan luas mencapai 3000 hektare, mungkin merupakan rawa terluas di Indonesia di antara rawa sejenis, dengan kedalaman antara 6 hingga 10 meter. Reklamasi Rawa Lakbok telah dibuat sejak tahun 1924.

Rawa Lakbok pada masa lalu ditumbuhi beragam spesies rumput yang kini sudah terhitung langka di Pulau Jawa, seperti Ficus retusa, Elaeocarpus littoralis, Nephralepis radicans, Scirpodendron ghaeni, Flascopa scand ens, Stenochlaena palustris, dan Licuala sp.

Sejarah dan Legenda

Rawa Lakbok dalam tradisi Sunda dipercaya dijaga oleh Onom, Raja Siluman atau Raja Jin yang menguasai Pulo Majeti.[1] Rawa ini menjadi latar utama dalam naskah Kidung Lakbok karya Ranadjangga Matim tahun 1956, yang mengisahkan tentang kerajaan Onom dan tragedi yang menyirnakan kerajaan Pulo Majeti.[2]

Budaya

Pemerintah Kota Banjar mengadakan upacara Hajat Bumi setiap 5 tahun sebagai bentuk syukur atas hasil bumi di kawasan ini.[3]

Referensi

[1] https://banjarkota.go.id/berita/detail/mitos-pulo-majeti-misteri-yang-hidup-di-tengah-rawalakbok [2] https://su.wikisource.org/wiki/Kidung_Lakbok [3] https://banjarkota.go.id/berita/detail/puluhan-kepala-kerbau-dijejerkan-untuk-tradisi-hajat-bumi

Lihat pula

120px-Flag_map_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik geografi atau tempat Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan