Rabu, 14 Oktober 2026
18:33 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus

Ratu Asia

Bagikan:

Sandiwara Ratu Asia (terkadang ditulis Ratoe Asia) adalah nama sebuah grup teater atau sandiwara yang didirikan dan berpusat di Padang Panjang. Didirikan pada tahun 1943 oleh Sjamsudin Sjafei, grup ini juga pernah terlibat dalam perang gerilya melawan pendudukan sekutu, sebagai bagian dari Tentara Resimen 16 Divisi Garuda II. Berpentas secara gerilya ini memmbuat Sandiwara Ratu Asia mendapatkan popularitas di beberapa kota lain di Pulau Sumatera.[1] [2]

Grup ini terkenal karena kerap mementaskan naskah-naskah anti kolonial dan anti budaya Barat, antara lain melalui naskah "Studen X", "Belenggu Masyarakat" dan "Aljazair." Gaya pementasan Sandiwara Ratu Asia bergaya realisme, sebagaimana disebut HB Jassin: "seperti keadaan yang kita dapat temui dalam kehidupan sehari-hari.”[3]

Referensi

  1. ↑ "Ratu Asia, Sandiwara dari Andalas". Aneka. No. 5. 10 April 1951.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Pramayoza, Dede (2020). Diorama Kota Bahagia: Padangpanjang dalam Esai. Padangpanjang: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang. ISBN 978-623-95313-0-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Amura (10 September 1953). ""Belenggu Masyarakat" Persembahan Ratu Asia". Aneka. No. Nomor 20 tahun IV.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan