Sandiwara Ratu Asia (terkadang ditulis Ratoe Asia) adalah nama sebuah grup teater atau sandiwara yang didirikan dan berpusat di Padang Panjang. Didirikan pada tahun 1943 oleh Sjamsudin Sjafei, grup ini juga pernah terlibat dalam perang gerilya melawan pendudukan sekutu, sebagai bagian dari Tentara Resimen 16 Divisi Garuda II. Berpentas secara gerilya ini memmbuat Sandiwara Ratu Asia mendapatkan popularitas di beberapa kota lain di Pulau Sumatera.[1] [2]
Grup ini terkenal karena kerap mementaskan naskah-naskah anti kolonial dan anti budaya Barat, antara lain melalui naskah "Studen X", "Belenggu Masyarakat" dan "Aljazair." Gaya pementasan Sandiwara Ratu Asia bergaya realisme, sebagaimana disebut HB Jassin: "seperti keadaan yang kita dapat temui dalam kehidupan sehari-hari.”[3]
Referensi
- ↑ "Ratu Asia, Sandiwara dari Andalas". Aneka. No. 5. 10 April 1951.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Pramayoza, Dede (2020). Diorama Kota Bahagia: Padangpanjang dalam Esai. Padangpanjang: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang. ISBN 978-623-95313-0-0.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - ↑ Amura (10 September 1953). ""Belenggu Masyarakat" Persembahan Ratu Asia". Aneka. No. Nomor 20 tahun IV.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)