Sabtu, 17 Oktober 2026
11:04 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
Ranjau-Ranjau Cinta

Ranjau-Ranjau Cinta

film Indonesia tahun 1984

Bagikan:
Ranjau-Ranjau Cinta
250px-Ranjau-Ranjau_Cinta_%281984%3B_obverse%3B_wiki%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
SutradaraNasri Cheppy
Produser
Ditulis olehMarga T.
Berdasarkan
Ranjau-Ranjau Cinta
oleh Marga T
Pemeran
Penata musikZakaria Rasyid
SinematograferHarry Anggoman
EditorAdrian Susanto
Tanggal rilis
  • 1984 (1984)
Durasi103 menit
NegaraIndonesia

Ranjau-Ranjau Cinta adalah film Indonesia tahun 1984 dengan disutradarai oleh Nasri Cheppy dan dibintangi oleh Paramitha Rusady dan Rano Karno.

Film ini merupakan adaptasi dari novel berjudul Ranjau-Ranjau Cinta karya novelis Indonesia, Marga T.

Sinopsis

Mimi gadis lulusan SLA, oleh orang tuanya dilarang berhubungan dengan Tibor, karena akan dinikahkan dengan Yos. Ketika melanjutkan ke Universitas, Mimi bertemu dengan seniornya, yang ternyata Yos. Semula Mimi tak tahu rencana orang tuanya, bahwa Yos lah yang menjadi calon suaminya. Namun, dia heran dengan sikap baik keluarganya terhadap Yos. Maka dunia seakan runtuh bagi Mimi, ketika kakaknya memberi tahu siapa Yos. Mimi tidak menyangka, dan menyatakan hubungannya dengan Yos harus putus. Apapun alasan Yos, Mimi tetap bersikeras. Pokoknya ia tidak mau perjodohan yang diatur orang tua. Mimi tak perduli, kendatipun Yos menyatakan tulus mencintai Mimi. Ia berusaha akrab dengan mahasiswa lain untuk melupakan Yos. Sampai suatu ketika Yos melakukan olahraga kegemaranya, panjat tebing, dan mengalami kecelakaan. Dari peristiwa itu lah Mimi baru menyadari bahwa Yos adalah segalanya. Ia lalu memburu ke tempat kecelakaan. Musibah membuat mereka kembali mengerti makna cinta.[1]

Pemeran

Penghargaan dan nominasi

Penghargaan Tahun Kategori Penerima Hasil Ref.
Festival Film Indonesia 1985 Pemeran Utama Pria Terbaik Rano Karno Nominasi
Pemeran Pendukung Pria Terbaik Afrizal Anoda Nominasi

Referensi

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik film Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan