Sabtu, 26 September 2026
17:58 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Rani

Rani

Rani
Abad ke-9–1168
Peta yang menggambarkan penyebaran agama Kristen di wilayah suku Rani
Peta yang menggambarkan penyebaran agama Kristen di wilayah suku Rani
StatusSuku dari Federasi Lutician
Ibu kotaArkona
Charenza
Bahasa umumPolabia
Agama Paganisme Slavia
PemerintahanSecara de facto Teokrasi
Secara resmi monarki turut temurun (kepangeranan)
Pangeran 
• Sekitar tahun 955 (pertama)
Vitzlav
• Sekitar tahun 1170 (terakhir)
Jaromar I
Sejarah 
• Pembentukan
Abad ke-9
• Penaklukan Arkona oleh Denmark
1168
Didahului olehDigantikan oleh
Lutici
Kepangeranan Rügen 20px-Ksi%C4%99stwo_rugijskie_COA.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
krjKerajaan
Denmark
20px-National_Coat_of_arms_of_Denmark_no_crown.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sekarang bagian dari Jerman

Rani atau Rujani (bahasa Jerman:Ranen, Rujanen) adalah suku Slavia Barat yang pernah menghuni pulau Rugia (Rügen) dan wilayah daratan Jerman timur laut di seberang Strelasund.

Suku Rani bangkit dari permukiman Slavia di kawasan tersebut pada abad ke-9.[1] Mereka adalah salah satu suku terakhir yang menganut kepercayaan paganisme Slavia. Pengaruh pusat pemujaan dewa mereka di Arkona tersebar hingga ke luar wilayah suku ini.[2]

Pada tahun 1168, suku Rani dikalahkan oleh Raja Denmark Valdemar I dan penasihatnya, Absalon (Uskup Roskilde), sehingga wilayah suku Rani dikristenkan dan Kepangeranan Rugia didirikan.[3][4][5][6] Pada abad ke-13, suku ini diasimilasi secara perlahan oleh pendatang Jerman dan Denmark pada masa Ostsiedlung. Wilayah Kepangeranan Rugia tetap menjadi negara vasal Denmark hingga tahun 1325.[7][8]

Daftar penguasa

Pemimpin suku Rani yang tercatat dalam sejarah adalah:

Catatan kaki

  1. ↑ Ole Harck, Christian Lübke, Zwischen Reric und Bornhöved: Die Beziehungen zwischen den Dänen und ihren slawischen Nachbarn vom 9. Bis ins 13. Jahrhundert: Beiträge einer internationalen Konferenz, Leipzig, 4.-6. Dezember 1997, Franz Steiner Verlag, 2001, hlm. 15, ISBN3-515-07671-9
  2. ↑ Sebastian Brather, Archäologie der westlichen Slawen: Siedlung, Wirtschaft und Gesellschaft im früh- und hochmittelalterlichen Ostmitteleuropa, Walter de Gruyter, 2001, hlm. 331, ISBN3-11-017061-2
  3. ↑ 20px-Wikisource-logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Chisholm, Hugh, ed. (1911). "Absalon" . Encyclopædia Britannica (Edisi 11). Cambridge University Press.
  4. ↑ Gerhard Krause, Horst Robert Balz, Gerhard Müller, Theologische Realenzyklopädie, Walter de Gruyter, 1997, pp.40ff, ISBN3-11-015435-8
  5. ↑ Werner Buchholz, Pommern, Siedler, 1999, hlm.34, ISBN3-88680-272-8
  6. ↑ Jan M Piskorski, Pommern im Wandel der Zeiten, 1999, hlm.43, ISBN83-906184-8-6 OCLC43087092
  7. ↑ Werner Buchholz, Pommern, Siedler, 1999, pp.46-52,pp.61-63 ISBN3-88680-272-8
  8. ↑ Klaus Herbers, Nikolas Jaspert, Grenzräume und Grenzüberschreitungen im Vergleich: Der Osten und der Westen des mittelalterlichen Lateineuropa, 2007, hlm. 76ff, ISBN3-05-004155-2, ISBN978-3-05-004155-1


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan