Selasa, 27 Oktober 2026
07:03 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Rakit batu apung

Rakit batu apung

Bagikan:
250px-Pumice_raft.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rakit batu apung di dekat Kepulauan Tonga, diambil oleh Observatorium Bumi NASA, berdasarkan pada data dari Moderate-Resolution Imaging Spectroradiometer Rapid Response System, Goddard Space Flight Center
250px-Pumice_stone444.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Batu apung

Rakit batu apung adalah sebuah rakit mengapung dari batu apung yang terkadang timbul dari letusan gunung berapi di dekat atau di tengah samudera. Para pakar biologi menyatakan bahwa para hewan dan tumbuhan bermigrasi dari pulau ke pulau di atas rakit batu apung.[1][2] Para pakar astrobiologi meyakini bahwa rakit batu apung memiliki kaitan dengan cikal bakal kehidupan.[3]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ New Island and Pumice Raft, Tonga Diarsipkan 2011-03-16 di Wayback Machine, NASA Earth Observatory photo with commentary, August 2006
  2. ↑ Nunn, Patrick D. (2008). Vanished Islands and Hidden Continents of the Pacific. University of Hawai'i Press. hlm. 59. ISBN 978-0-8248-3219-3.
  3. ↑ Martin D. Brasier, Richard Matthewman, Sean McMahon and David Wacey. "Pumice as a Remarkable Substrate for the Origin of Life" Astrobiology. August 31, 2011

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan