Jumat, 30 Oktober 2026
00:17 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Rajawali bonelli

Rajawali bonelli

spesies burung pemangsa

Bagikan:
Rajawali bonelli
250px-Bonelli%27s_Eagle.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
A. fasciata
Nama binomial
Aquila fasciata
(Vieillot, 1822)
Sinonim
  • Aquila fasciatus
  • Hieraaetus fasciatus
Artikel takson sembarang

Rajawali bonelli (Aquila fasciata) adalah spesies burung pemangsa dalam famili Accipitridae. Burung ini tersebar di Afrika, Timur Tengah, Asia Selatan, Tiongkok, Asia Tenggara, Nusa Tenggara, dan Timor Leste.[1]

Karakteristik

Rajawali bonelli berukuran sekitar 65–72 cm. Elang bonelli dewasa memiliki bagian atas berwarna coklat tua. Warna bagian bawah keputihan. Terdapat garis-garis gelap di leher depan hingga dada, dan paha. Pada mantel terdapat bercak keputihan. Warna ekor keabu-abuan dengan pita subterminal lebar kehitaman. Saat terbang, bagian bawah sayap tampak keabu-abuan dengan garis samar. Bagian tepi depan berwarna keputihan.[2]

Rajawali bonelli remaja dibedakan dengan warna bagian atas dan bulu sayap atas yang lebih pucat dan coklat dibandingkan rajawali bonelli dewasa. Ekor bagian atas berwarna coklat dengan garis-garis gelap. Tenggorokan dan bagian bawah berwarna kekuningan hangat dengan garis-garis gelap. Kepala dan bulu-bulu di bagian bawah sayap berwarna karat. Saat terbang, dari bawah tampak bulu sayap kekuningan dengan ujung gelap.[2]

Galeri

  • Telur Aquila fasciata
    Telur Aquila fasciata

Referensi

  1. ↑ "Elang bonelli". Kutilang Indonesia. Diakses tanggal 31 Maret 2014.[pranala nonaktif permanen]
  2. 1 2 Robson, Craig (2007). NEW HOLLAND FIELD GUIDE TO THE BIRDS OF SOUTH-EAST ASIA : THAILAND, PENINSULAR MALAYSIA, SINGAPORE, VIETNAM, CAMBODIA, LAOS, MYANMAR. London: New Holland. hlm. 136.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan