Kamis, 08 Oktober 2026
10:42 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

RTV Bandung

stasiun televisi RTV di Kota Bandung, Jawa Barat

Bagikan:
Television station in Jawa Barat, IndonesiaTemplat:SHORTDESC:Television station in Jawa Barat, Indonesia
RTV Bandung
PT Visual Insan Persada
250px-Rajawali_Televisi.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bandung, Jawa Barat
Indonesia
SaluranDigital: 29 & 44 UHF (multipleksing Indosiar Bandung & Trans TV Bandung)
Virtual: 25 & 34
SloganMakin Cakep
Pemrograman
AfiliasiRTV (2009-sekarang)
Riwayat
Didirikan26 Januari 2005
Siaran perdana
17 Agustus 2005
Bekas tanda panggil
CT Channel (2005-2007, 2009-2014)
CTTV (2008-2009)
Bekas nomor kanal
36 UHF (analog)
39 UHF (digital)
Independen (2005-2007)
TVN (2008-2009)
Informasi teknis
Otoritas perizinan
Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia
ERP20 kW[1]
Pranala
NegaraIndonesia
Kantor pusatJl. Soekarno Hatta 575D, Bandung, Jawa Barat[2]
Wilayah siaranBandung, Cimahi, Padalarang, Cianjur[3]
Format gambar1080i HDTV (digital)

RTV Bandung[4] adalah sebuah stasiun televisi lokal di Bandung, Jawa Barat yang merupakan anggota jaringan RTV, di bawah pengelolaan PT Visual Insan Persada.[3] Siarannya dapat ditangkap pada kanal 29 UHF dan 44 UHF (digital) dengan cakupan siaran di Bandung, Cimahi, Padalarang dan Cianjur.[3]

Sejarah

Awalnya RTV Bandung bersiaran dengan nama CT Channel (Culture and Tourism Channel, Saluran Budaya dan Pariwisata), dirintis oleh Yusuf Supardi, Kasan Iskandar, Emi Klanawidjaja, Samugyo Ibnu Redjo dan Budhi Sutiesnata. Kelahiran stasiun televisi ini didasari dari keinginan mendirikan sebuah televisi lokal Bandung berwawasan nasional, demi mengembangkan potensi ekonomi kota Bandung dan sebagai alternatif dari televisi nasional yang dirasa jauh dari nilai budaya masyarakat. Demi mempersiapkan ide tersebut, pada 26 Januari 2005 didirikan PT Visual Insan Persada yang dijadikan badan usaha stasiun televisi baru ini. CT Channel menargetkan acaranya mengedepankan seputar budaya (terutama budaya Sunda)[5] dan pariwisata, pendidikan, pencerahan dan pemberdayaan umat serta informasi aktual bagi pemirsanya dalam slogan Pilihan Anda Semua.[2] Terkhususnya bagi acara pariwisata, CT Channel juga memiliki tekad menjadi tumpuan bagi dunia pariwisata, baik lokal, regional maupun nasional dan menjadi sarana pemasaran produk dan potensi di bidang pariwisata.

CT Channel mendapat izin siarannya dalam bentuk rekomendasi kelayakan dari KPI Daerah Jawa Barat bernomor 071/KPID-JABAR/05/05 pada 16 Mei 2005.[6] Sebelumnya, pada 17 Januari 2005, CT Channel resmi bersiaran secara uji coba, dengan awalnya menumpang di pemancar TVRI Jawa Barat. Siaran CT Channel kemudian sempat dihentikan sementara pada Desember 2005-Mei 2006 demi membangun transmisi, pemancar dan fasilitas produksi di Panyandaan.[2] Sebelum perubahan manajemen pada 2007, bisa dikatakan 100% acara stasiun televisi ini merupakan acara murni lokal.[7]

Meskipun kemudian berhasil bersiaran kembali sejak itu, CT Channel dikabarkan kemudian mengalami masalah internal manajemen. Selain itu, program siarannya kemudian hanya 30% dari visi-misi yang ditujukan awalnya, yaitu membangun stasiun televisi berbasis acara budaya dan pariwisata. Dengan masalah-masalah tersebut, CT Channel terpaksa menghentikan siarannya beberapa kali pada 2007. Di saat itulah, datang manajemen baru dari TVN (cikal-bakal RTV saat ini), yang mengambil alih manajemen dan kepemilikan CT Channel pada Mei 2007. Mereka kemudian mengganti nama CT Channel menjadi CTTV pada 2008 yang ditujukan sebagai harapan agar stasiun televisi ini memiliki tayangan dan kepercayaan yang lebih baik di mata masyarakat.[2][8] Acaranya kemudian juga disuplai oleh TVN itu sendiri, sehingga acaranya lebih berbasis hiburan semata.[9]

Dengan perubahan manajemen itu, CTTV bisa bersiaran secara kontinu sejak 2008. Nama CTTV hanya berumur singkat dan sejak 2009 kembali menjadi CT Channel (ditulis ctchannel). Perubahan siaran dari awalnya pariwisata-budaya ke hiburan ini awalnya sempat dipermasalahkan oleh KPID Jawa Barat, tetapi setelah melalui proses perizinan, CT Channel tetap bisa bersiaran seperti biasa.[6] Setelah stasiun televisi B-Channel (juga terafiliasi dengan TVN) mengudara di Jakarta, CT Channel kemudian resmi menjadi jaringan B-Channel sejak 2009. Siarannya sempat mengikuti jam siar B-Channel, tapi sejak 2012 menjadi pukul 07:00-00:00 WIB, dengan mayoritas merelai siaran B-Channel dan sisanya siaran lokal di awal dan akhir siaran.[9] Logonya kemudian juga diseragamkan dengan B-Channel pada 22 Januari 2012, menjadi didominasi warna biru.[10]

Seiring perubahan nama dari B-Channel menjadi RTV pada tanggal 3 Mei 2014, CT Channel berganti nama menjadi RTV Bandung pada tanggal 5 Mei 2014. Kini, siarannya dipancarkan dalam frekuensi 20 kW[1] selama 24 jam.

Acara

Informasi lebih lanjut: Daftar acara RTV
  • Lensa Jawa Barat
  • Panorama Provinsi Jawa Barat
  • Berita Kriminal Jawa Barat

Acara sebelumnya

  • City Info Bandung[11]
  • Panorama Kota Bandung
  • Panglawungan
  • CT Info
  • Santri Kalong
  • Lintas Priangan
  • Model
  • Situs
  • UNICEF (Unik Cerdik Fokus)
  • GAIRAH (Goyang Artis Indonesia dan Daerah)
  • Tour de Resto
  • Sentra
  • Jaring Asmara
  • Spasi
  • CT Health
  • Nada dan Dakwah[12]
  • CT Dialog
  • Tepas
  • Berita Kriminal, (Berik)
  • Cepot n The Gank
  • Made in Bandung
  • Bincang-bincang Santai
  • Mr. Anthony
  • Sweet Memories
  • Suara Rakyat
  • Ceramah Interaktif
  • Hariring Bandung
  • Klip Lokal
  • Heureuy Bandung[5]
  • Semula (senandung Musik Islami)
  • PBB (Panggung Bodor Bandung)
  • Koridor
  • Haleuang
  • Shopping
  • Rekor
  • Seputar Religi Muslim

Lihat juga

Rujukan

Stasiun televisi di Bandung dan sekitarnya (Jawa Barat-1)
Wilayah ini menjangkau kota/kecamatan sebagai berikut: Kota Bandung
Kota Cimahi
Soreang
Ngamprah
Stasiun disusun menurut kanal UHF. Nama diawali dari nama stasiun diikuti dengan jaringan induknya, bila ada.
Stasiun digital
29
32
35
38
41
44
  • Stasiun televisi digital di Jawa Barat: Jawa Barat-1 (Bandung dan sekitarnya)
  • Jawa Barat-2 (Garut)
  • Jawa Barat-3 (Cirebon dan sekitarnya)
  • Jawa Barat-4 (Tasikmalaya dan sekitarnya)
  • Jawa Barat-5 (Kota dan Kabupaten Sukabumi)
  • Jawa Barat-6 (Karawang dan sekitarnya)
  • Jawa Barat-7 (Cianjur)
  • Jawa Barat-8 (Sumedang dan Majalengka)
    Lihat pula: TV di DKI Jakarta dan sekitarnya (meliputi sebagian kota dan kabupaten di Jawa Barat)
Ikon rintisan

Artikel bertopik stasiun televisi di Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan