Jumat, 25 September 2026
19:09 WIB
TERKINI
Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia

Ooredoo

Ooredoo
250px-Ooredoo_logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
JenisPublik[1]
QE: ORDS
ADX: ORDS
LSE: ORDS
IndustrITelekomunikasi
Wilayah yang dilayani
Kuwait, Qatar, Oman, Palestine, Iraq, Tunisia, Algeria, Indonesia, Maldives, Myanmar
Tokoh kunci
Sheikh Faisal Bin Thani Al Thani (Ketua)
Sheikh Saud bin Nasser Al Thani (CEO)
PendapatanQAR 33,851,340,000 (2013)[2]
Total asetQAR 97,415,655,000 (end 2013)[2]
Total ekuitasQAR 32,427,332,000 (end 2013)[2]
250px-Ooredoo1.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Logo Ooredoo (2013-2017)
250px-Ooredoo_logo_2017.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Logo Ooredoo (2017-2022)

Ooredoo (bahasa Arab:اوريد, Uridu yang berarti "Aku ingin") adalah merek dagang yang dikenalkan oleh Qatar Telecom, Q.S.C menggantikan nama operasional sebelumnya yaitu Qtel pada Februari 2013.[3][4]

Ooredoo (nama dagang sebelumnya adalah Qatar Telecom) adalah penyedia layanan komunikasi satu satunya di Qatar dan memiliki salah satu perusahaan publik terbesar di negara tersebut.[5] Perusahaan tersebut berkembang menjadi penyedia jasa komunikasi untuk telepon genggam, jasa nirkabel, dan telepon tetap dengan segmen pemasaran mulai dari aktivitas jasa komunikasi domestik hingga komunikasi internasional; baik bisnis (perusahaan dan individual) hingga pelanggan rumah.[5]

Sejarah

Perusahaan ini dimiliki oleh pemerintah, sehingga sering kali mendapatkan intervensi politik.[5] Monopoli perusahaan ini dihapuskan saat Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani seorang Emir mengeluarkan undang-undang yang merestrukturisasi sektor informasi, komunikasi, dan telekomunikasi yang dikuasai oleh QTel pada tahun 2006.[6] Pesaingnya kini diantaranya adalah Vodafone, Saudi Telecom Company, dan Zain.[5]

Pada masa lalu Qtel diketahui telah mengganggu sistem VoIP dan memblokir situs komunikasi internet Skype.[7][8] Menyusul keluhan-keluhan dari individu-individu mengenai hal ini situs ini kemudian tidak diblokir lagi, walaupun Paltalk diblokir secara permanen.[7][8] Sementara cabang perusahaan Qtel yang menyediakan jasa internet (ISP) Internet Qatar, menggunakan penyaring untuk memblokir situs web yang mereka anggap tidak sesuai dibaca oleh warga Qatar dan memengaruhi moral mereka.[8]

Qtel Group dan semua perusahaan operasi di seluruh dunia secara resmi bersatu di bawah Ooredoo Group di Februari 2013, sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk menggabungkan aset dalam rangka untuk membentuk bisnis global dalam industri telekomunikasi. Nama Ooredoo adalah bahasa Arab untuk " aku Ingin ", dipilih" untuk mencerminkan aspirasi pelanggan Ooredoo dan inti keyakinan bahwa Ooredoo dapat memperkaya kehidupan masyarakat dan merangsang pertumbuhan manusia dalam masyarakat di mana ia beroperasi.

Ooredoo telah mengalami pertumbuhan yang signifikan selama enam tahun terakhir, transformasi dari operator pasar tunggal di Qatar untuk sebuah perusahaan komunikasi internasional dengan basis pelanggan global lebih dari 114 juta pelanggan di seluruh dunia (per September 2015) [3] dan pendapatan konsolidasi QAR 24,2 miliar untuk sembilan bulan pertama tahun fiskal 2015. [5]

Mengutip pertumbuhan yang kuat organik, investasi prudent dan pertumbuhan dan loyalitas pelanggan, Ooredoo telah menjadi perusahaan telekomunikasi dengan pertumbuhan tercepat di dunia dengan pendapatan sejak tahun 2006 dan nilai perusahaan memiliki lebih dari tiga kali lipat sejak tahun 2005.

Rujukan

  1. ↑ "Ameinfo.com: Public companies in Qatar". Diarsipkan dari asli tanggal 2019-04-19. Diakses tanggal 2015-11-20.
  2. 1 2 3 "Annual Report 2013" (PDF). Ooredoo. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2015-11-20. Diakses tanggal 2014-03-06.
  3. ↑ (Inggris) ITP.net: Qtel rebrands as Ooredoo
  4. ↑ (Inggris) Official Ooredoo website: Ooredoo Launch Diarsipkan 2013-09-25 di Wayback Machine.
  5. 1 2 3 4 MBA Skool.com: QTel
  6. ↑ "Access My Library.com: Oman – Oman sets up ICT regulator, to end Qtel monopoly from Telecompaper Africa/Asia November 08, 2006". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2013-09-23. Diakses tanggal 2013-09-23.
  7. 1 2 (Inggris) Gigaom.com:VoIP Being Blocked in Qatar 2005 retreived May 5, 2013
  8. 1 2 3 NHL Stenden University of Qatar: Communications Diarsipkan 2019-08-13 di Wayback Machine. retreived August 15, 2019

Lihat juga

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan