Sabtu, 07 November 2026
15:37 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Pyrobaculum aerophilum

Bagikan:
Pyrobaculum aerophilum
Klasifikasi ilmiah
Domain:
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
P. aerophilum
Nama binomial
Pyrobaculum aerophilum
Völkl et al., 1993
Artikel takson sembarang

Pyrobaculum aerophilum merupakan arkea yang berasal dari genus Pyrobaculum, dan merupakan mikroorganisme hipertermofil yang pertama kali diisolasi dari sumber air panas di Pantai Maronti , Ischia, Italia. Pyrobaculum aerophilum memiliki nama yang berasal dari kata benda dalam bahasa Yunani, yaitu "aer" (udara), dan juga kata sifat dalam bahasa Yunani, yaitu "philos" (suka). Arkea ini tumbuh optimum pada suhu 100oC dan pada pH 7.0. Tidak seperti anggota pada genus Pyrobaculum lain yang tidak dapat tumbuh dengan keberadaan oksigen, Pyrobaculum aerophilum dapat tumbuh dengan keberadaan oksigen.[1]

Struktur Sel dan Metabolisme

Pyrobaculum aerophilum memiliki karakteristik dari genus Thermoproteus and Pyrobaculum. Arkea ini memiliki bentuk sel berupa batang dengan panjang umumnya 3-8 μm (mikrometer). Sel dapat bergerak menggunakan flagella monopolar yang dapat membentuk bundel hingga 8 flagella, dengan tiap flagella memiliki diameter rata-rata sekitar 10 nm. Sel dapat membentuk terminal sphere dan memiliki lapisan S yang karakteristiknya mirip dengan anggota dari genus Thermoproteus and Pyrobaculum. Lapisan S terletak di atas dinding sel yang memisahkan lapisan S dan membran sel. Lapisan S arkea ini memiliki ketebalan sekitar 5 nm dan memiliki komposisi yang mirip dengan anggota genus Pyrobaculum yang lain, seperti P. islandicum dan P.organotrophum [1].

Pyrobaculum aerophilum dapat memanfaatkan lima oksidan yang berbeda dalam respirasinya, yaitu nitrat, oksigen, arsenat, selenat, besi (III), dan tiosulfat. Pada saat pertumbuhan dengan respirasi nitrati, teramati adanya penumpukan nitrit dan oksida nitrat, tetapi tidak teramati adanya amonia. Ketika Pyrobaculum aerophilum diisolasi menggunakan nitrit sebagai akseptor elektron, tidak teramati adanya pertumbuhan sel kecuali dengan adanya susbtrat organik. Produk dari reduksi nitrit dengan keberadaan substrat orgnik akan menghasilkan dinitrogen oksida dan oksida nitrat. Ketika ditumbuhkan dengan keberadaan nitrat dan nitrit, maka nitrat akan habis digunakan terlebih dahulu sebelum nitrit digunakan.[1]

Struktur Genom

Pyrobaculum aerophilum memiliki genom berupa DNA sirkular berukuran 2.2 juta pasang basa dan mengandung 2605 CDS (coding sequences).[2] Analisis whole genome telah dikomputerisasi dan eksperimen telah mengkonfirmasi bahwa Pyrobaculum aerophilum dan mungkin semua Crenarchaea tidak memiliki daerah 5 ' yang tidak diterjemahkan di mRNA, dan oleh karena itu tampaknya tidak menggunakan situs pengikatan ribosom.[3]

Ekologi

Karena Pyrobaculum aerophilum merupakan mikroorganisme hipertermofil maka habitat tinggalnya akan berada di tempat dengan suhu tinggi (sekitar 100oC) dan anaerobik. Oleh karena itu, secara teknis sulit untuk mempelajari dan mengkarakterisasi fungsi ekosistem mikroba hipertermofil. Diketahui, mikroorganisme fermentatif mengoksidasi asam amino dan gula menjadi karbon dioksida dan rantai asam pendek (umumnya adalah asetat). Akibatnya, keberhasilan proses dispensasi bahan organik dalam lingkungan anaerobik ini membutuhkan aktivitas mikroorganisme anaerob pendegradasi asetat, seperti Pyrobaculum aerophilum . Meskipun bersifat anaerob, Pyrobaculum aerophilum dapat tumbuh dalam keberadaan oksigen.[4]

Referensi

  1. 1 2 3 Völkl, P.; Huber, R.; Drobner, E.; Rachel, R.; Burggraf, S.; Trincone, A.; Stetter, K. O. (1993-09-01). "Pyrobaculum aerophilum sp. nov., a novel nitrate-reducing hyperthermophilic archaeum". Applied and Environmental Microbiology (dalam bahasa Inggris). 59 (9): 2918–2926. ISSN 0099-2240. PMID 7692819. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-09-03. Diakses tanggal 2020-12-23.
  2. ↑ Cozen, Aaron E.; Weirauch, Matthew T.; Pollard, Katherine S.; Bernick, David L.; Stuart, Joshua M.; Lowe, Todd M. (2009-2). "Transcriptional Map of Respiratory Versatility in the Hyperthermophilic Crenarchaeon Pyrobaculum aerophilum". Journal of Bacteriology. 191 (3): 782–794. doi:10.1128/JB.00965-08. ISSN 0021-9193. PMC 2632070. PMID 19047344.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  3. ↑ Fitz-Gibbon, Sorel T.; Ladner, Heidi; Kim, Ung-Jin; Stetter, Karl O.; Simon, Melvin I.; Miller, Jeffrey H. (2002-01-22). "Genome sequence of the hyperthermophilic crenarchaeon Pyrobaculum aerophilum". Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. 99 (2): 984–989. doi:10.1073/pnas.241636498. ISSN 0027-8424. PMID 11792869.
  4. ↑ Tor, Jason M.; Kashefi, Kazem; Lovley, Derek R. (2001-3). "Acetate Oxidation Coupled to Fe(III) Reduction in Hyperthermophilic Microorganisms". Applied and Environmental Microbiology. 67 (3): 1363–1365. doi:10.1128/AEM.67.3.1363-1365.2001. ISSN 0099-2240. PMID 11229932.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=


Templat:Crenarchaeota-stub

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan