Selasa, 20 Oktober 2026
09:06 WIB
TERKINI
Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau
Cucak kutilang

Cucak kutilang

spesies burung

Bagikan:
"Nilam (hewan)" beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lain, lihat Nilam (disambiguasi).
Cucak kutilang
250px-Pycnonotus_aurigaster_pair.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Passeriformes
Infraordo: Passerides
Famili: Pycnonotidae
Genus: Pycnonotus
Spesies:
P. aurigaster
Nama binomial
Pycnonotus aurigaster
(Vieillot, 1818)
250px-Cucak_Kutilang_sedang_membersihkan_bulu-bulunya.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cucak kutilang sedang membersihkan bulu-bulunya

Cucak kutilang,[2]: 284, LG 58,   [3]: 52,  [4]: 59,  [5]: 338  kutilang,[6]: 234,  [7]: 269  ketilang,[8] atau burung nilam adalah sejenis burung pengicau dari suku Pycnonotidae. Dalam bahasa Inggris burung ini disebut Sooty-headed Bulbul, sementara nama ilmiahnya adalah Pycnonotus aurigaster; mengacu pada bulu-bulu di sekitar pantatnya yang berwarna jingga (Gr.: aurum emas, gaster perut).

Pemerian

Burung yang berukuran sedang, panjang tubuh total (diukur dari ujung paruh hingga ujung ekor) sekitar 20 cm. Bagian atas kepala, mulai dari dahi, topi, dan jambul berwarna hitam jelaga. Sisi atas tubuh (punggung, ekor) berwarna cokelat kelabu, sisi bawah (tenggorokan, leher, dada dan perut) putih keabu-abuan. Tunggir (di muka ekor) berwarna putih, tampak jelas ketika terbang, serta dengan penutup pantat berwarna jingga.[2]: 284 

Iris mata cucak kutilang berwarna merah, sedangkan paruh dan kakinya berwarna hitam.[2]: 284 

Perilaku dan sebaran

Cucak kutilang kerap mengunjungi tempat-tempat terbuka seperti tepi jalan, kebun, pekarangan, semak belukar dan hutan sekunder, sampai dengan ketinggian sekitar 1.600 m dpl. Sering pula ditemukan hidup meliar di taman dan halaman-halaman rumah di perkotaan. Burung kutilang acapkali berkelompok, baik ketika mencari makanan maupun bertengger, dengan jenisnya sendiri maupun dengan jenis merbah yang lain, atau bahkan dengan jenis burung yang lain.[2]: 284,  [7]: 269 

Seperti umumnya merbah, makanan burung ini terutama adalah buah-buahan yang lunak dan serangga. Cucak kutilang sering menjengkelkan petani karena kerap melubangi buah pepaya dan pisang yang telah masak di kebun. Namun, di balik itu burung ini juga menguntungkan para petani karena memangsa berbagai jenis serangga, ulat, dan aneka hewan kecil lainnya yang menjadi hama tanaman.

Ketilang memiliki kebiasaan untuk berjemur dan mandi embun setiap pagi. Hal ini berguna untuk menjaga bulunya yang terus diminyaki. Minyak ini berasal dari bagian belakang dekat ujung ekornya yang berhubungan dengan badan. Burung ketilang juga memiliki kebiasaan menaikkan jambulnya bila senang maupun ingin buang air besar. Burung ketilang pun memiliki masa "mabung" yaitu saat di mana bulu yang lama rontok dan berganti bulu yang baru. Di saat mabung burung ketilang akan cenderung lebih diam baik secara suara maupun gerakan.

Sarang cucak kutilang berbentuk cawan dari anyaman daun rumput, tangkai daun atau ranting yang halus. Telur dua atau tiga butir, berwarna kemerah-jambuan berbintik ungu dan abu-abu. Tercatat bersarang sepanjang tahun kecuali November, dengan puncaknya April sampai September.[6]: 235,  [7]: 269 

Kutilang menyebar luas di Tiongkok selatan dan Asia Tenggara (kecuali Semenanjung Malaya), Jawa serta Bali.[9]: 264  Diintroduksi ke Sumatra dan Sulawesi, semenjak tahun 1984 burung ini mulai didapati di Kalimantan,[2]: 284  dan kini juga di seluruh Nusa Tenggara dan Maluku Tengah.[5]: 338, peta 

Galeri

  • Cucak kutilang remaja
    Cucak kutilang remaja
  • Mencari makan
    Mencari makan
  • Pycnonotus aurigaster chrysorrhoides
    Pycnonotus aurigaster chrysorrhoides
  • Pycnonotus aurigaster
    Pycnonotus aurigaster

Referensi

  1. ↑ IUCN Detail 22712699
  2. 1 2 3 4 5 MacKinnon, J., K. Phillipps, & B. van Balen (1998). Burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan. Bogor: LIPI dan BirdLife IP. ISBN 979-579-013-7
  3. ↑ Sukmantoro W., M. Irham, W. Novarino, F. Hasudungan, N. Kemp & M. Muchtar (2007). Daftar Burung Indonesia no. 2. Bogor: Indonesian Ornithologists’ Union.
  4. ↑ Burung Indonesia & B. van Balen (2010). Informasi Tambahan Burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan. Bogor: Burung Indonesia.
  5. 1 2 J.A. Eaton, B. van Balen, N.W. Brickle, & F.E. Rheindt (2022). Burung-burung pulau paparan Sunda dan Wallacea di Kepulauan Indonesia. Barcelona: Lynx Edicions.
  6. 1 2 Hoogerwerf, A. (1950). "De avifauna van de Plantentuin te Buitenzorg (Java)". Limosa, 23 (1) : 159 - 280.
  7. 1 2 3 J. MacKinnon (1993). Panduan lapangan pengenalan burung-burung di Jawa dan Bali. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. ISBN 979-420-150-2
  8. ↑ KBBI VI Daring: ketilang, diakses pada 20/x/2025
  9. ↑ King, B., M. Woodcock, & E.C. Dickinson (1975). A Field Guide to The Birds of South-East Asia. London: Collins. ISBN 0-00-219206-3

Bacaan tambahan

  • Coates, B.J. and K.D. Bishop. 2000. Panduan lapangan Burung-burung di Kawasan Wallacea. BirdLife IP & Dove Publication. Bogor. ISBN 979-95794-2-2

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan