Senin, 02 November 2026
23:36 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Puyuh sisik

Puyuh sisik

Bagikan:
Puyuh sisik
250px-068_-_SCALED_QUAIL_%285-10-2015%29_las_cienegas_nca%2C_pima_co%2C_az_-17_%2816935159393%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Di Arizona
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Galliformes
Famili: Odontophoridae
Genus: Callipepla
Spesies:
C. squamata
Nama binomial
Callipepla squamata
(Vigors, 1830)
Subspesies

Lihat teks

250px-Callipepla_squamata_map.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sinonim

Ortyx squamatus Vigors, 1830

Puyuh sisik[2] (Callipepla squamata) adalah sebuah spesies burung dalam famili puyuh Dunia Baru. Spesies ini merupakan burung kelabu kebiruan yang ditemukan di wilayah kering Amerika Barat Daya hingga Meksiko tengah. Spesies ini adalah anggota basal Callipepla, yang bercabang pada kala Pliosen.

Sarang mereka umumnya berupa rongga yang dilapisi oleh rumput, tempat mereka menelurkan 9-16 telur berbintik. Ketika terganggu, puyuh ini lebih memilih untuk lari ketimbang terbang.

Tersebar luas dan umum dijumpai di wilayah persebarannya, puyuh sisik dinilai sebagai spesies Risiko Rendah pada Daftar Merah IUCN.

Referensi

  1. ↑ BirdLife International (2018). "Callipepla squamata". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2018 e.T22679594A131906047. doi:10.2305/IUCN.UK.2018-2.RLTS.T22679594A131906047.en. Diakses tanggal November 12, 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Feedmill, Podomoro. "Jenis-Jenis Burung Puyuh - Podomoro Feedmill". podomorofeedmill.com. Diakses tanggal Oktober 11, 2026.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan