| Pusat Kesenjataan Infanteri | |
|---|---|
| Aktif | 9 Oktober 1945 (umur 80) |
| Negara | Indonesia |
| Tipe unit | Infanteri |
| Bagian dari | TNI Angkatan Darat |
| Markas | Bandung, Jawa Barat |
| Julukan | Pasukan Jalan Kaki |
| Moto | Yudha Wastu Pramuka (Sanskrit, lit:"Alat perang yang terdepan") |
| Baret | HIJAU |
| Ulang tahun | 9 Oktober |
| Situs web | pussenif.mil.id |
| Tokoh | |
| Komandan | |
| Wakil Komandan | |
| Inspektur | |
| Direktur Kesenjataan | |
| Direktur Umum | |
| Komandan Pusat Pendidikan Infanteri | |
Pusat Kesenjataan Infanteri atau Pussenif adalah Badan pelaksana pusat TNI Angkatan Darat yang berkedudukan langsung di bawah Kasad di bidang pembinaan kesenjataan dan penelitian serta pengembangan Infanteri.
Tugas pokok
Pussenif memiliki tugas pokok menyelenggarakan pembinaan kesenjataan Infanteri, pendidikan dan latihan, penelitian dan pengembangan Infanteri serta Lintas Udara di lingkungan Angkatan Darat dalam rangka pembinaan kemampuan dan kekuatan satuan Infanteri.
Sejarah
Era Kemerdekaan
Tanggal 9 Oktober 1945 adalah hari ketika Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) mulai memobilisasi pemuda untuk mendaftar menjadi anggota TKR melalui BKR. Peringatan hari Infanteri memiliki latar belakang historis yang berkaitan dengan keberhasilan perang gerilya TNI di bawah komando Panglima Besar Jenderal Soedirman. Perang gerilya ini dilakukan karena persenjataan dan perlengkapan yang terbatas. Beberapa peristiwa penting dalam perang gerilya TNI di antaranya: Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogya Serangan offensif 4 hari 4 malam (7 s.d 10 Agustus 1949) di Surakarta
Periode 1946 - 1949
Begitu Kemerdekaan Indonesia di Proklamirkan, segera bangkitlah para pemuda dari berbagai lapisan dan berbagai kelompok, untuk secara kesadaran ikut berjuang membela dan mempertahankan kemerdekaan serta menegakan kedaulatan Negara Republik Indonesia yang baru lahir. Mereka itulah yang kemudian hari tumbuh menjadi Prajurit TNI AD. Para pemuda bekas Heiho, PETA, Seinendan dan KNIL telah memiliki bekal latihan/pengalaman kemiliteran; tetapi tidak sedikit para pemuda yang karena semangat pengabdian telah ikut berjuang walaupun tanpa berbekal pengalaman Kemiliteran. Sejak saat itu fungsi pendidikan dan latihan pada hakikatnya benar-benar telah dirasakan kebutuhannya. Lembaga pendidikan yang tertua dalam ketentaraan adalah “Pusat Pendidikan Ketentaraan” yang lazim di kenal dengan singkatan PPKKP.
Lembaga ini membawahi dan mengoordinasikan lembaga-lembaga pendidikan yang ada pada waktu itu, di antaranya:
- Batalyon-batalyon depot Infanteri yang ada di Soerakarta, Mantingan, Magelang, Sarangan, Magetan dan Jember.
- Sekolah-sekolah kader Infanteri yang ada di Tasikmalaya, Gombong, dan Malang.
- Sekolah Olahraga di Sarangan.
- Militer Akademi di Yogyakarta.
Lembaga-lembaga Pendidikan tersebut mengggunakan tenaga Guru, instruktur dan pelatih para personil yang telah berpengalaman dalam PETA, Heiho, KNIL dan lain-lainnya.
Periode 1950 - 1958
Setelah pengakuan kedaulatan, tepatnya pada tanggal 9 Mei 1950 dimulailah penyerahan lembaga-lembaga pendidikan dari Tentara Kerajaan Belanda kepada Direktorat Pendidikan Angkatan Darat (DPAD). Lembaga-lembaga yang diserahkan tersebut di antaranya; Sekolah Perwira Cadangan, Sekolah Dasar Infanteri, Sekolah Perhubungan, Sekolah Pasukan Berlapis Baja, Sekolah Zeni, Sekolah Pengemudi Kendaraan Bermotor dan lain-lain. Dengan modal DPAD dan lembaga-lembaga yang diterima dari Belanda tersebut, pada bulan Agustus 1950 dibentuk:
- Pusat Pendidikan Perwira Angkatan Darat disingkat (P3AD) di Bandung, (P3AD) ini membawahi sekolah Perwira Cadangan, sekolah Pelatih dasar Infanteri (SPDI) dan pendidikan Guru dan Instruktur (PGI).
- Pusat Pendidikan Infanteri disingkat PPI di Bandung dan Cimahi, yang membawahi sekolah Ulangan Perwira (SUP), Sekolah Senjata Berat Infanteri (SBI) dan Sekolah Pengemudi Kendaraan Bermotor (SPKB). Sejalan dengan perkembangan organisasi, maka untuk mengoordinasikan kegiatan kegiatan pendidikan tingkat pusat dan daerah dibentuk Direktorat Infanteri yang membawahi Pusat Pendidikan Infanteri yang di Bandung dan Cimahi dan sekolah-sekolah Depot Infanteri (DBI) di teritorium-teritorium tertentu.
Periode 1959 - 1961
Pada tanggal 5 Agustus 1958 keluarlah penetapan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor TAP 0-5. dengan berlakunya TAP 0-5 ini maka Pusat-pusat Pendidikan dari cabang, Kesenjataan, Dinas dan Jawatan diubah menjadi Resimen-resimen Induk. Begitu pula untuk memenuhi kebutuhan Pendidikan dan latihan bagi personil cabang Infanteri di daerah dibentuklah Resimen Induk Infanteri Kodam (Rinifdam) dengan SKI dan DBI sebagai jajaran bawahannya.
Sedang Pusat Pendidikan Infanteri (PPI) diubah menjadi Resimen Induk Infanteri Pusat (Rinifpus) yang bertugas mengendalikan Pendidikan/latihan yang diselenggarakan di Rinif se-Indonesia.
Jatuhnya kembali Kota Ambarawa ke tangan pasukan kita pada tanggal 15 Desember 1945 di bawah pimpinan seorang ahli strategi dan taktik yang ulung yaitu almarhum Jenderal Soedirman didahului oleh suatu manuver pasukan secara besar-besaran sebagai pemusatan tenaga. Dengan pengesahan Kasad dalam radiogram Nomor T/5179/1950 tanggal 21 Desember 1959 Rinifpus diubah kembali menjadi “Pusat Infanteri” dengan tugas pokoknya: Pembinaan Kesenjataan, Pembinaan Korps, dan pembinaan Pendidikan dan Latihan (Ketiga tupok ini selanjutnya menjadi “Fungsi-fungsi Utama” Infanteri TNI AD.
Periode 1962 - 1967
Dengan adanya Revisi TAP 0-5 pada tahun 1961, dibentuklah Pusat Kesenjataan Infanteri (disingkat Pussenif) dan Pusat Pendidikan Infanteri (disingkat Pusdikif). Pengesahan organisasi Pussenif ini dinyatakan dalam radiogram KASAD Nomor T/709/1962 tanggal 16 Maret 1962. Dalam radiogram ini dinyatakan bahwa Pussenif merupakan bagian dari Koplat, tetapi Surat keputusan Men/Pangad Nomor Kep/1588/XI/1962 tanggal 15 November 1982 kemudian dinyatakan pemisahan Pussenif secara organik dan administratif dari Koplat.
Sedang surat keputusan Men/Pangad Nomor Kep/826/VI/1962 tanggal 20 Juni 1962 menjadi dasar lahir Pusat Pendidikan Infanteri yang merupakan bagian dari Pussenif.
Sementara itu, Sekolah Para dan Komando Angkatan Darat (SPKAD) yang menurut TAP 0-5 menjadi organik Pussenif/Pusdikif dialihkan ke dalam Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD). Surat keputusan Men/Pangad Nomor Kep/271/III/1963 yang terbit tanggal 20 Maret 1963 memberikan kejelasan tentang kedudukan, tugas pokok dan fungsi utama Pussenif.
Periode 1968 - 1984
Selanjutnya dengan perkembangan organisasi TNI AD, dikeluarkan surat keputusan Kasad Nomor Skep/664/XI/1970 tanggal 7 November 1970 sebagai dasar Penyelenggaraan dan pelaksanaan organisasi dan tugas Pussenif sejak tahun 1970. Syarat keputusan Kasad Nomor Skep/33/XI/1978 tanggal 15 November 1978 tentang organisasi dan tugas pokok Pusifad yang merupakan suatu komando pelaksanaan yang secara organik dan administratif berada di bawah kobang diklat; dan keputusan Kasad Nomor Kep/39/VI/1979 tanggal 15 Juni 1979 tentang DAF/DSPP Pusifad merupakan dasar Penyelenggaraan dan pelaksanaan organisasi dan tugas Pusifad hingga sekarang. Untuk menyusun dan mengatur pengorganisasian Pusifad sesuai dengan Keputusan-keputusan Kasad tersebut Danpussenif mengeluarkan Surat Perintah Nomor Sprin/106/I/1980 tanggal 22 Januari 1980.
Periode 1985 - 2006
Sejalan dengan perkembangan Organisasi TNI AD, dikeluarkan Surat Keputusan Kasad Nomor Kep/21/V/1985 tanggal 21 Mei 1985 sebagai dasar penyelenggara dan pelaksanaan organisasi dan tugas pokok Pussenif yang merupakan badan pelaksanaan Pusat di tingkat Mabesad.
Periode 2006 - 2022
Pussenif Kodiklat TNI AD adalah Staf Khusus Kasad di bidang Pembinaan Kesenjataan dan Penelitian serta Pengembangan Infanteri dan sebagai badan pelaksana Kodiklat TNI AD di bidang Doktrin, Pendidikan dan Latihan yang berkedudukan langsung di bawah Dankodiklat TNI AD.
Periode 2022 - Sekarang
Pussenif Kodiklat TNI AD berdasarkan keputusan Kepala Staf Angkatan Darat. Alih Kodal Pussen dari Kodiklatad menjadi Balakpus TNI AD. Keputusan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor Kep/747/IX/2022 tanggal 12 September 2022, sbb : A. Pussenif B. Pussenkav C. Pussenarmed D. Pussenarhanud
Sebelumnya Pussenif berada di bawah badan pelaksana Kodiklat TNI AD dan saat ini berkedudukan langsung di bawah Kepala Staf Angkatan Darat.
Peleton beranting
Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya merupakan kegiatan tahunan bergengsi bagi Korps Infanteri TNI Angkatan Darat, dengan tujuan untuk menumbuhkan jiwa korsa dan kebanggan terhadap Korps Infanteri. Peleton Beranting diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Juang Kartika TNI Angkatan Darat. Kegiatan Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya dilaksanakan di setiap Kodam dan jajaran Divisi Infanteri Kostrad Prajurit Korps Infanteri sebagai peleton inti serta pasukan dari satuan Banpur dan Banmin (Kavaleri, Armed, Arhanud, Zeni, dan Kesehatan) yang ikut menjadi Peleton pengantar, dilibatkan pula masyarakat, Ormas, Pramuka dan instasi lainnya yang ikut mengiringi anggota berjalan kaki. Jarak tempuh yang dilaksanakan dalam kegiatan ini sejauh 200 Km dan setiap Peletonnya akan menempuh jarak 21 – 24 Km yang dilakukan secara estafet. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 16 s/d 19 Desember.
Daftar satuan
Sebagian besar TNI Angkatan Darat terdiri dari pasukan Infanteri, hal ini terjadi karena pengadaan pasukan Infanteri adalah hal yang paling mudah dan murah. Infanteri adalah korps yang terbesar dan menjadi tulang punggung di jajaran TNI Angkatan Darat.
Struktur organisasi
- Komandan Pussenif : Letjen TNI Iwan Setiawan, S.E., M.M.
- Wadan Pussenif : Mayjen TNI Tatan Ardianto, S.IP.
- Inspektorat : Brigjen TNI Dany Budiyanto, S.E., M.Han.
- Dirsen Pussenif : Brigjen TNI Sachono, S.IP.
- Dirum Pussenif : Brigjen TNI Yufti Senjaya, S.IP.
- Dirbindok Pussenif : Kolonel Inf Sunarto. S.Pd
- Dirbindik Pussenif : Kolonel Inf I Wayan Sandi Susila, S.E., M.Si.
- Dibinlat Pussenif : Kolonel Inf Khabib Mahfud, S.I.P., M.M.
- Dirbinlitbang Pussenif : Kolonel Inf Ruddy Hermawan, S.H., S.Ip.
- Dirbinrenproggar Pussenif : Kolonel Inf Kurniawan, M.Mgt., M.M.D.S.
- Danpusdikif Pussenif : Brigjen TNI Togu Parmonangan, S.I.P., M.M.
Komandan
Berikut merupakan daftar Komandan Pussenif dari masa ke masa.
| No | Foto | Nama | Awal | Akhir | Almamater | Satuan | Jabatan sebelumnya | Pangkat terakhir |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1. | Kolonel Inf. Soemitro | 1959 | 1962 | PETA 1943 | Infanteri | Guru Militer pada Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat | ||
| 2. | Brigjen TNI Agus Siswadi | 1962 | 1966 | PETA | Infanteri | |||
| 3. | Brigjen TNI Soenardji | 1966 | 1968 | PETA | Infanteri | Pangdam II/Sriwijaya | ||
| 4. | Brigjen TNI Mung Parhadimulyo | 1968 | 1971 | PETA 1945 | Infanteri (RPKAD) | Panglima Komando Daerah Militer IX/Mulawarman | ||
| 5. | Brigjen TNI Djohari | 1971 | PETA 1945 | Infanteri | Panglima Komando Daerah Militer XV/Pattimura | |||
| 6. | Brigjen TNI Suprapto | 1971 | 1973 | PETA 1945 | Infanteri | |||
| 7. | Brigjen TNI Amir Judowinarno | 1973 | 1975 | PETA 1945 | Infanteri | |||
| 8. | Brigjen TNI Kisrad Sutrisno | 1975 | 1977 | Akmil | Infanteri | |||
| 9. | Brigjen TNI M. Sanif | PETA 1945 | Infanteri (Kopassus) | 1977 | 1979 | Panglima Komando Tempur Lintas Udara II Kostrad | ||
| 10. | Brigjen TNI Ngadiono | 1979 | 1981 | PETA 1945 | Infanteri | |||
| 11. | Brigjen TNI Hasudungan Simanjuntak | 1981 | 1983 | AMN 1960 | Infanteri | Komando Pendidikan dan Latihan Komando Daerah Militer VI/Siliwangi | ||
| 12. | Brigjen TNI Feisal Tanjung | 1983 | 1985 | AMN 1961 | Infanteri (Kopassus) | Panglima Komando Tempur Lintas Udara I Kostrad | ||
| 13. | Brigjen TNI Samsudin | 1985 | 1987 | ATEKAD 1959 | Zeni (RPKAD) | Panglima Komando Daerah Militer X/Lambung Mangkurat | ||
| 14. | Brigjen TNI Sintong Panjaitan | 1987 | 1988 | AMN 1963 | Infanteri (Kopassus) | Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus | ||
| 15. | Mayjen TNI Suparman Achmad | 1988 | 1992 | AMN | Infanteri | Panglima Komando Tempur Lintas Udara II Kostrad | ||
| 16. | Mayjen TNI Sofian Effendi | 1992 | 1993 | AMN 1965 | Infanteri (Kopassus) | Kepala Staf Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan | ||
| 17. | Mayjen TNI Yunus Yosfiah | 1993 | 1994 | AMN 1965 | Infanteri (Kopassus) | Kepala Staf Komando Daerah Militer VI/Tanjungpura | ||
| 18. | Mayjen TNI Arifin Tarigan | 1994 | 1995 | AMN 1965 | Infanteri | Sesjen Wantannas | ||
| 19. | Mayjen TNI Abdul Rivai | 1995 | AMN - | Infanteri | ||||
| 20. | Mayjen TNI Rahmat HS Mokoginta | 1995 | 1996 | AMN - | Infanteri | |||
| 21. | Mayjen TNI Luhut Binsar Panjaitan | 1996 | 1997 | AKABRI 1970 | Infanteri (Kopassus) | Wakil Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri | ||
| 22. | Mayjen TNI Sumardi | 1997 | 1998 | AKABRI - | Infanteri | |||
| 23. | Mayjen TNI Sutardjo | 1998 | 1999 | AKABRI - | Infanteri | |||
| 24. | Mayjen TNI Abdul Rachman Gaffar | 1999 | 2000 | AKABRI 1972 | Infanteri | Pangdam I/Bukit Barisan | ||
| 25. | Mayjen TNI Ismed Yuzairi Chaniago | 2000 | 2002 | AKABRI 1971 | Infanteri | Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat | ||
| 26. | Mayjen TNI Songko Purnomo | 2002 | 2003 | AKABRI 1971 | Infanteri | Kepala Staf Kostrad | ||
| 27. | Mayjen TNI Asril Hamzah Tanjung | 2003 | 2004 | AKABRI 1973 | Infanteri | Kepala Staf Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan | ||
| 28. | Mayjen TNI Arief Budi Sampurno | 2004 | 2005 | AKABRI - | Infanteri | |||
| 29. | Mayjen TNI Bambang Darmono | 2005 | 2006 | AKABRI 1974 | Infanteri | Panglima Komando Operasi Tentara Nasional Indonesia | ||
| 30. | Mayjen TNI Tri Subagio | 2006 | 2008 | AKABRI - | Infanteri | Komandan Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat | ||
| 31. | Mayjen TNI Nartono | 2008 | 2009 | AKABRI - | Infanteri | |||
| 32. | Mayjen TNI Soenarko | 2009 | 2010 | AABRI 1978 | Infanteri (Kopassus) | Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda | ||
| 33. | Mayjen TNI Siswondo | 2010 | 2011 | AKABRI 1977 | Infanteri | Wakil Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri | ||
| 34. | Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya | 2011 | Akmil 1981 | Infanteri (Kopassus) | Kepala Staf Komando Daerah Militer VI/Mulawarman | |||
| 35. | Mayjen TNI Erwin Hudawi Lubis | 2011 | Akmil 1980 | Infanteri (Kopassus) | Asisten Departemen 2/IV Koordinator Intelijen Pertahanan Kemenko Polhukam RI | |||
| 36. | Mayjen TNI Nugroho Widyotomo | 2011 | 2012 | Akmil 1983 | Infanteri (Kopassus) | Panglima Komando Daerah Militer II/Sriwijaya | ||
| 37. | Mayjen TNI Dedi Kusnadi Thamim | 2012 | Akmil 1983 | Infanteri | Kepala Staf Komando Daerah Militer IV/Diponegoro | |||
| 38. | Mayjen TNI M. Nasir Majid | 2012 | 2013 | Akmil - | Infanteri | |||
| 39. | Mayjen TNI I Made Agra Sudiantara | 2013 | Akmil 1985 | Infanteri (Kopassus) | Asisten Pengamanan Kepala Staf Angkatan Darat | |||
| 40. | Mayjen TNI Winston Pardamean Simanjuntak | 2013 | 2014 | Akmil 1981 | Infanteri (Kopassus) | Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat | ||
| 41. | Mayjen TNI Hinsa Siburian | 2014 | 2015 | Akmil 1986 | Infanteri (Kopassus) | Panglima Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih | ||
| 42. | Mayjen TNI Prihadi Agus Irianto | 2015 | 2016 | Akmil 1982 | Infanteri | Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat | ||
| 43. | Mayjen TNI Surawahadi | 2016 | 2018 | Akmil 1985 | Infanteri | Inspektur Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan Tentara Nasional Indonesia | ||
| 44. | Mayjen TNI Tri Soewandono | 2018 | Akmil 1986 | Infanteri | Kepala Staf Komando Daerah Militer XVI/Pattimura | |||
| 45. | Mayjen TNI Teguh Pudjo Rumekso | 2018 | 2020 | Akmil 1991 | Infanteri | Kepala Staf Komando Daerah Militer VI/Mulawarman | Staf Khusus Kasad | |
| Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri Validasi Organisasi ⭐⭐⭐ | ||||||||
| 46. | Letjen TNI Besar Harto Karyawan | 2020 | 2021 | Akmil 1986 | Infanteri | Panglima Komando Cadangan Strategi Angkatan Darat | ||
| 47. | Letjen TNI Arif Rahman | 2021 | 2023 | Akmil 1988 | Infanteri | Perwira Ahli Tingkat III Kasad Bidang Komunikasi dan Sosial | ||
| 48. | Letjen TNI Dr. Anton Nugroho, M.M.D.S., M.A. | 2023 | 2024 | Akmil 1988 | Infanteri (Kopassus) | Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat | ||
| 49. | Letjen TNI Teguh Muji Angkasa, S.E., M.M. | 2024 | 2025 | Akmil 1989 | Infanteri (Kopassus) | Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat | Dosen Tetap Unhan | |
| 50. | Letjen TNI Iwan Setiawan | 2025 | Sekarang | Akmil 1992 | Infanteri (Kopassus) | Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura | Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri | |
Referensi
Pranala luar
- (Indonesia) Situs web Kodiklat TNI AD Diarsipkan 2014-03-05 di Wayback Machine.
- (Indonesia) Situs web resmi
| Staf |
| |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Komando Utama Pembinaan |
| |||||||
| Badan Pelaksana Pusat | ||||||||