Kamis, 29 Oktober 2026
11:42 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Punggok wengi

Punggok wengi

spesies burung

Bagikan:
Punggok Wengi
250px-NinoxRudolphiKeulemans.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
N. rudolfi
Nama binomial
Ninox rudolfi
Meyer, 1882
Artikel takson sembarang

Punggok wengi[2]: 65  (Ninox rudolfi) adalah spesies pungguk (sejenis burung hantu) dari suku Strigidae. Burung ini menyebar terbatas (endemik) di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Deskripsi

Burung pungguk yang memiliki panjang tubuh (paruh hingga ujung ekor) sekitar 35–40 cm. Iris matanya berwarna kuning; tubuh bagian bawah (dada dan perut) berpalang; mahkota berbintik-bintik.[3]: LG 35 

Habitat dan perilaku

Burung ini tidak mudah dijumpai. Menghuni hutan primer dan sekunder yang tinggi baik hutan tropika lembap maupun meranggas, termasuk petak-petak hutan yang tersisa; juga tepi hutan dan hutan mangrove. Dari dataran rendah sampai ketinggian 1000 m dpl.[1][3]: 112  Biasanya terlihat sendirian, berpasangan atau dalam kelompok kecil yang terpencar sampai 4 individu. Kemungkinan makanan utamanya adalah serangga.[1]

Catatan

Dalam bahasa Inggris, punggok wengi dikenal sebagai Sumba boobook. Sementara, yang dikenal sebagai punggok sumba dalam bahasa Indonesia adalah Ninox sumbaensis, yang dalam bahasa Inggris disebut Little Sumba hawk-owl.[2]: 65 

Referensi

  1. 1 2 3 BirdLife International. (2016). Ninox rudolfi. The IUCN Red List of Threatened Species 2016: e.T22689398A93229974. https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T22689398A93229974.en. Downloaded on 12 March 2020
  2. 1 2 Burung Indonesia & B. van Balen. (2010). Informasi tambahan: "Burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan". Bogor: Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia.
  3. 1 2 Coates, B.J. & K.D. Bishop. (2000). Panduan lapangan Burung-burung di Kawasan Wallacea. Bogor: BirdLife IP & Dove Publication. ISBN 979-95794-2-2

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan