Selasa, 20 Oktober 2026
00:34 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Puncak saraf

Puncak saraf

Bagikan:
Puncak saraf
330px-Neural_crest.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pembentukan puncak saraf selama proses neurulasi. Puncak saraf merupakan bagian pertama yang terinduksi di sisi piringan saraf. Setelah tabung saraf tertutup, puncak saraf mengalami delaminasi dari daerah antara tabung saraf bagian belakang dan lapisan ektoderm, dan akan berpindah ke daerah perifer.
Pengidentifikasi
MeSHD009432
TEsaraf_by_E5.0.2.1.0.0.2 E5.0.2.1.0.0.2
FMA86666
Daftar istilah anatomi

Puncak saraf adalah kelompok sel yang bersifat sementara dan berasal dari tulang belakang yang terbentuk dari lapisan sel ektodermis embrionik dan kemudian akan melahirkan sel-sel yang berbeda termasuk melanosit, tulang dan kartilago bagian kraniofasial, otot polos, serta neuron dan glia enterik dan perifer.[1][2]

Setelah gastrulasi, sel puncak saraf hanya akan ditemukan di batas antara piringan saraf dan ektodermis nonneural. Selama proses neurulasi, batas piringan saraf atau disebut juga lipatan saraf, akan berkumpul di daerah tengah belakang untuk membentuk tabung saraf.[3] Setelahnya, sel puncak saraf dari atap tabung saraf akan mengalami transisi epitelial menjadi mesenkimal, dan mengalami delaminasi dari neuroepitelium dan pindah ke daerah perifer, tempat mereka akan mengalami difrensiasi menjadi berbagai jenis sel.[1] Peranan puncak saraf sangat penting dalam evolusi vertebrata.[4]

Perkembangan puncak saraf diregulasi oleh gen yang di dalamnya terjadi interaksi sinyal, faktor transkripsi, dan gen efektor yang memberi karakteristik sel seperti kemampuan untuk bermigrasi dan potensinya.[5] Pemahaman mekanisme molekuler pembentukan puncak saraf sangat penting untuk memahami penyakit pada manusia karena puncak saraf menghasilkan banyak jenis sel. Kelainan pada perkembangan puncak saraf dapat menyebabkan neurokristopati, yang meliputi kondisi displasia frontonasal, sindrom Waardenburg–Shah dan sindrom DiGeorge.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 Huang, X.; Saint-Jeannet, J.P. (2004). "Induction of the neural crest and the opportunities of life on the edge". Dev. Biol. 275 (1): 1–11. doi:10.1016/j.ydbio.2004.07.033. PMID 15464568.
  2. ↑ Shakhova, Olga; Sommer, Lukas (2008). "Neural crest-derived stem cells". StemBook. Harvard Stem Cell Institute. doi:10.3824/stembook.1.51.1. PMID 20614636. Diakses tanggal 27 Desember 2019.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Brooker, R.J. 2014, Biology, 3rd edn, McGraw-Hill, New York, NY, 1084
  4. ↑ Meulemans, D.; Bronner-Fraser, M. (2004). "Gene-regulatory interactions in neural crest evolution and development". Dev Cell. 7 (3): 291–9. doi:10.1016/j.devcel.2004.08.007. PMID 15363405.
  5. ↑ Sauka-Spengler, T.; Meulemans, D.; Jones, M.; Bronner-Fraser, M. (2007). "Ancient evolutionary origin of the neural crest gene regulatory network". Dev Cell. 13 (3): 405–20. doi:10.1016/j.devcel.2007.08.005. PMID 17765683.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan