Kamis, 01 Oktober 2026
22:43 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti

Pulo Brayan

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks eksisting. (Maret 2016) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia.
Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus.

Pulo Brayan adalah nama wilayah/kelurahan dalam kawasan Kecamatan Medan Barat selain Kelurahan Glugur Kota, Kelurahan Karang Berombak, Kelurahan Kesawan, Kelurahan Sei Agul, dan Kelurahan Silalas. Pulo Brayan meliputi kira-kira 4 kelurahan yang berdekatan. Pulau ini memiliki luas 6,82 km2. Berdasarkan data dari BPS tahun 2023 jumlah penduduk di kelurahan ini mencapai 11.536 jiwa.[1]

Terletak di kawasan padat penduduk, tepatnya 5 km dari pusat Kota Medan, Pulau Brayan dikenal dengan kawasan pasar yang selalu ramai baik pada hari biasa maupun hari libur. Kawasan pasar dan pertokoan tersebut juga dikenal dengan "Pajak Brayan", berlokasi di pangkal bilangan Jalan Kl. Yos Sudarso, berbatasan dengan kawasan-kawasan lain seperti Jl. Bilal dan Helvetia, Medan Barat.

Penamaan Pulau Brayan memiliki riwayat tersendiri. Pulau Brayan merupakan serapan dari bahasa Melayu yang artinya Pulau dan Berayun. Pada awalnya, Pulau Brayan ini adalah sebuah pulau kecil yang dikelilingi oleh sungai, yang tak lain adalah Sungai Deli. Karena ukurannya yang kecil, pulau ini sering terlihat bergoyang-goyang seperti perahu, sehingga disebut-sebut sebagai pulau yang berayun, atau dalam Bahasa Melayu, "Pulo Berayun". Lama-kelamaan, lidah masyarakat telah terbiasa mengucapkannya Pulo Brayan saja, sehingga jadilah Pulo Brayan dikenal demikian hingga sekarang.

Sedikit yang berhubungan langsung dengan asal-usul Pulo Brayan, seperti bahwa Guru Patimpus, putera karo bermarga Sembiring Pelawi, yang mendirikan sebuah kampung bernama Kampung Medan Putri sekitar tahun 1590-an. Guru Patimpus memiliki isteri seorang putri Datuk Pulo Brayan. Lebih lanjut, disebutkan pada masa lalu, Kota Medan adalah titik pertemuan dua buah sungai yaitu Sungai Deli dan Sungai Babura. Ini rasanya cukup menjelaskan bahwa Kota Medan pada masa lalu memiliki lebih banyak kawasan perairan.

Bagaimanapun ceritanya, Pulo Brayan masih menjadi salah satu pusat perekonomian masyarakat Medan Barat dan sekitarnya. Kebetulan, beberapa orang menyebutnya "Titi Brayan", secara etimologis berarti titi yang berayun.

Referensi

  1. ↑ Medan, Badan Pusat Statistik Kota. "Kecamatan Medan Timur Dalam Angka 2024". medankota.bps.go.id. Diakses tanggal 2026-02-15.
Ikon rintisan

Artikel bertopik Sumatera Utara ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan