Kamis, 08 Oktober 2026
21:43 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Pulau Legundi

pulau di Kabupaten Pesawaran, Lampung

Bagikan:
Legundi
Koordinat5°49′22″S 105°16′38″E / 5.82278°S 105.27722°E / -5.82278; 105.27722
NegaraIndonesia
ProvinsiLampung
KabupatenPesawaran
Luas18 km² = 18 ha
osm-intl,10,-5.8227777777778,105.27722222222,323x250.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Pulau_Legundi&revid=29920727&groups=_893d8ad7c003046e6a90a894043d3e32134fada9&parser=parsoid

Pulau Legundi adalah sebuah pulau yang terletak di wilayah administratif Punduh Pidada.

Penduduk

Lokasi Pulau Legundi berada di Teluk Lampung.[1] Jaraknya tidak begitu jauh dari daratan Sumatra. Namun, jumlah penduduk Legundi sangat sedikit. Kepadatan penduduk di Pulau Legundi hanya sekitar 80 penduduk per kilometer persegi dan berprofesi sebagai petani dan nelayan.

Lingkungan

Karena berada di alam yang beriklim tropis dan dekat dengan khatulistiwa, Pulau Legundi mempunyai musim yang tidak begitu fluktuatif. Suhu Pulau Legundi pada Bulan Oktober cenderung panas dengan suhu sekitar 32 ° C . Sedangkan pada Bulan Juni menjadi cenderung hujan dengan suhu 20 ° C.

Ekonomi

Pada dasawarsa 1760-an, para pejabat Perusahaan Hindia Timur Belanda melaporkan bahwa Pulau Legundi menjadi pangkalan bagi para penjarah asal Tiongkok di selat Sunda. Para penjarah menyerang kapal barang dan desa di pantai pada daerah Semaka untuk menjarah lada. Saat itu, daerah Semaka merupakan wilayah kekuasaan Kesultanan Banten dengan monopoli perdagangan oleh Perusahaan Hindia Timur Belanda. Pada bulan Agustus dan September setiap tahunnya, penjarah dari Pulau Legundi secara rutin berlayar sambil menyelundupkan lada dari Silebu (Krui) di Lampung ke wilayah Bengkulu. Lada yang diselundupkan oleh para penjarah kemudian dijual ke Perusahaan Hindia Timur Britania Raya untuk ditukarkan dengan opium. Para penjarah kemudian berlayar kembali ke Pulau Legundi pada bulan November hingga awal Januari. Perdagangan lada oleh para penjarah dari Pulau Legundi ke Bengkulu dianggap sebagai perdagangan ilegal oleh Perusahaan Hindia Timur Belanda.[2]

Referensi

  1. ↑ Saifuddin, R., dkk. (2018). Saifuddin, Ridwan (ed.). Menggali Akar Kemiskinan: Melihat dari Dekat Kemiskinan di Provinsi Lampung (PDF). Bandar Lampung: Balitbangda Provinsi Lampung. hlm. 7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Ota, Atsushi (2023). ""Perniagaan Haram" di Lampung: Respons Masyarakat Setempat terhadap Perluasan Perdagangan, Sekitar 1760-1800". Dalam Saputro, Christian Heru Cahyo (ed.). Lampung Tempo Doeloe. Semarang: Cipta Prima Nusantara. hlm. 45. ISBN 978-623-380-035-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan