Selasa, 29 September 2026
12:07 WIB
TERKINI
Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan

Pulau Dompak

pulau di Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau

Bagikan:

Pulau Dompak adalah sebuah pulau yang terletak di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Letak pulau ini berada di arah selatan dari pusat kota dan dihubungkan dengan dua jembatan dengan daratan utama Kota Tanjungpinang di Pulau Bintan. Pulau ini memiliki luas tanah 995 Ha. Pulau Dompak merupakan pusat kawasan pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau beserta Kantor Dinas, Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kepulauan Riau dan stasiun TVRI Kepulauan Riau.

Etimologi

Pulau Dompak ini memiliki cerita mengenai asal-usul nama Dompak dan terdapat dua versi penamaan. Versi pertama menyatakan sebelum kemerdekaan, pada masa Kerajaan Riau Lingga, Kampung Dompak Lama merupakan tempat persembunyian perompak. Para perompak ini berasal dari sejumlah etnis, yakni Tioanghoa, Bugis, Melayu, Thailand dan ada juga yang berasal dari Jawa. Ketua perompak berasal dari etnis Tionghoa dan yang bertugas menyediakan peralatan dalam merompak. Wilayah perompakan mereka berada di perairan Selat Malaka, termasuk beraksi merampok di daerah kini yang masuk wilayah Malaysia, Singapura dan Bintan.[1]

Setiap selesai merompak (merampok), mereka beristirahat di sebuah kampung yaitu Dompak Seberang. Kampung itu belum punya nama, tetapi telah bermukim sejumlah orang Tionghoa (Cina). Kampung yang jadi lokasi tempat peristirahatan dan persembunyian itu diberi nama Kampung Lompak oleh Orang Tionghoa. Nama itu mengandung pengertian kampung para perompak. Namun, aktivitas mereka ditempat ini tak bisa bertahan lama karena ditentang pihak Kerajaan Riau Lingga dan mereka dibasmi. Setelah itu, oleh Orang Melayu yang bermukim disana, nama Kampung Lompak diubah menjadi Kampung Dompak yang mana artinya tetap sama yaitu kampung perompak.

Versi kedua menyebutkan di wilayah Dompak Seberang tepatnya di Kampung Dompak Lama adalah tempat persembunyian sekaligus tempat peristirahatan para perompak. Mereka adalah kumpulan rang Tionghoa dan sedangkan penduduk aslinya adalah orang Melayu Kepulau Riau. Para perompak yang berada di daerah ini tidak menetap dan mereka tak mengganggu penduduk daerah itu dan sekitarnya. Namun penduduk asli selalu mewaspadai kehadiran mereka. Saat mereka datang dari jauh, maka akan terdengar suara gongnya. Apabila mendengar gong itu, gadis-gadis Melayu penduduk asli langsung masuk ke dalam rumah.

Lokasi persembembunyian para perompak itu berada di hutan kayu bakau. Pada suatu hari, saat pimpinan perompak sedang tertidur, tiba-tiba dadanya ditimpa buah kayu bakau. Dia meraung kesakitan dan membuat anak buahnya heran. Pimpinan perompak tersebut merasakan firasat jelek. Kejadian ini pertanda kehadiran mereka tak disukai penduduk asli kampung itu. Tidak lama kemudain, Kepala perompak meninggal dunia. Anak buahnya memilih pergi dari kampung itu. Sebelum pergi, mereka memberikan informasi kepada penduduk kampung. Daerah ini takkan mereka tempati lagi. Penduduk asli pun timbul gagasan atau ide untuk memberi nama kampung mereka, Kampung Dompak artinya kampung para perompak.

Penduduk asli Dompak adalah orang Melayu yang berasal dari Penyengat dan pulau-pulau di sekitar Pulau Bintan. Daerah pertama yang dihuni adalah kampung lama. Kampung ini jauh terisolir, maka penduduknya pindah ke kampung Dompak Lama. Dalam perkembangannya, penduduk juga pindah dan menyebar ke Tanjung Siambang, Dompak Seberang (Dompak Laut), dan Sei Jang (Dompak Daratan). Di Dompak Lama dan Dompak Seberang, penduduk Melayu berbaur dengan orang Bugis, Buton, Flores dan Tionghoa.

Referensi

  1. ↑ Tyas, Widi (21 Maret 2020). "SEJARAH dan Asal Mula Nama Pulau Dompak Tanjungpinang, Dulu Persembunyian Para Perompak". Tribun Batam. Diakses tanggal 24 Februari 2022.{{cite news}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |1=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Lihat pula

Lokasi

di wikimapia

Kabupaten Bintan
Kabupaten Karimun
Kabupaten Kepulauan Anambas
Kabupaten Lingga
Kabupaten Natuna
Kota Batam
Kota Tanjungpinang
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan