Kamis, 29 Oktober 2026
15:44 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Pulau Rottnest

Pulau Rottnest

pulau di Australia

Bagikan:
Pulau Rottnest
Australia Barat
330px-Rottnest_Island.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pulau Rottnest dari langit
Jumlah penduduk114 (Sensus Australia 2011; jumlah pengunjung mencapai 15.000 pada puncak musim liburan)[1][2]
 • Kepadatan6,00/km2 (15,5/sq mi)
Didirikan1830-an
Kode pos6161
Ketinggian46 m (151 ft)
Luas19 km2 (7,3 sq mi)
Zona waktuAWST (UTC+8)
Letak19 km (12 mi) sebelah W Fremantle
LGACagar kelas-A yang diurus oleh Rottnest Island Authority
Daerah pemilihan negara bagianFremantle
Divisi FederalFremantle
Suhu maks rata-rata Suhu min rata-rata Curah hujan tahunan
21.5 °C
71 °F
14.9 °C
59 °F
702,3 mm
27,6 in

Pulau Rottnest (disebut Wadjemup oleh suku Noongar) adalah sebuah pulau yang terletak di pesisir Australia Barat, sekitar 18 km di sebelah barat Fremantle. Pulau berpasir yang terbentuk di atas landasan batu kapur eolianit ini merupakan cagar alam kelas-A, atau dalam kata lain cagar yang mendapat perlindungan paling tinggi. Pulau ini bersama dengan Pulau Garden merupakan sisa bubungan pasir dari masa Pleistosen.[3]

Pulau dengan luas sebesar 19 km2 ini merupakan tujuan wisata yang populer. Kapal feri menghubungkan pulau ini dengan kota Perth setiap harinya. Jumlah populasi permanen di Pulau Rottnest tercatat sebesar 100 jiwa, tetapi jumlah pengunjung tahunan dapat mencapai 500.000 orang .

Pulau ini dikenal sebagai habitat quokka, yaitu spesies marsupial yang jarang ditemukan di tempat lain. Pulau ini juga menjadi tempat tinggal singa laut. Selain itu, spesies burung asli dan yang dibawa ke pulau ini bersarang di dekat danau garam dangkal di pedalaman pulau. Ditambah lagi pulau ini memiliki tiga spesies pohon endemik, seperti pohon pinus Pulau Rottnest.

Sejarah

Pulau ini terpisah dari daratan Australia sekitar 7.000 tahun yang lalu akibat kenaikan permukaan laut. Artefak-artefak yang berasal dari masa sekitar 30.000 tahun yang lalu telah ditemukan di pulau ini. Pelaut Belanda pernah mendarat di pulau ini beberapa kali pada abad ke-17 dan pada saat itu pulau ini masih belum dihuni. Pulau ini dinamai oleh Willem de Vlamingh pada tahun 1696. Rotte nest dalam bahasa Belanda berarti "sarang tikus"; nama ini mengacu kepada populasi quokka di pulau ini. Semenjak pendirian Koloni Swan River oleh para pemukim Britania pada tahun 1829, pulau ini telah menjadi tempat didirikannya koloni penjara, instalasi militer dan kamp tawanan untuk musuh asing. Banyak bangunan di pulau ini yang berasal dari periode kolonial, yang biasanya dibuat dari batu kapur yang ditambang di wilayah setempat. Bangunan-bangunan ini kini banyak yang dijadikan hotel.

Catatan kaki

  1. ↑ 2011 Census QuickStates: Rottnest Island – Australian Bureau of Statistics
  2. ↑ "Rottnest Police station details". Diarsipkan dari asli tanggal 2006-12-13. Diakses tanggal 2017-12-17.
  3. ↑ Rippey and Hobbs, ME and RJ (2003). ""The effects of fire and quokkas (Setonix brachyurus) on the vegetation of Rottnest Island, Western Australia"" (PDF). Journal of the Royal Society of Western Australia, 86:49–60, 2003. Diakses tanggal Juni 20, 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

32°00′07″S 115°31′01″E / 32.002°S 115.517°E / -32.002; 115.517


40px-Australia_stub.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik geografi atau tempat Australia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan