Minggu, 25 Oktober 2026
17:47 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung

Pulau Legundi

pulau di Kabupaten Pesawaran, Lampung

Bagikan:
Legundi
Koordinat5°49′22″S 105°16′38″E / 5.82278°S 105.27722°E / -5.82278; 105.27722
NegaraIndonesia
ProvinsiLampung
KabupatenPesawaran
Luas18 km² = 18 ha
osm-intl,10,-5.8227777777778,105.27722222222,323x250.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Pulau_Legundi&revid=29920727&groups=_893d8ad7c003046e6a90a894043d3e32134fada9&parser=parsoid

Pulau Legundi adalah sebuah pulau yang terletak di wilayah administratif Punduh Pidada.

Penduduk

Lokasi Pulau Legundi berada di Teluk Lampung.[1] Jaraknya tidak begitu jauh dari daratan Sumatra. Namun, jumlah penduduk Legundi sangat sedikit. Kepadatan penduduk di Pulau Legundi hanya sekitar 80 penduduk per kilometer persegi dan berprofesi sebagai petani dan nelayan.

Lingkungan

Karena berada di alam yang beriklim tropis dan dekat dengan khatulistiwa, Pulau Legundi mempunyai musim yang tidak begitu fluktuatif. Suhu Pulau Legundi pada Bulan Oktober cenderung panas dengan suhu sekitar 32 ° C . Sedangkan pada Bulan Juni menjadi cenderung hujan dengan suhu 20 ° C.

Ekonomi

Pada dasawarsa 1760-an, para pejabat Perusahaan Hindia Timur Belanda melaporkan bahwa Pulau Legundi menjadi pangkalan bagi para penjarah asal Tiongkok di selat Sunda. Para penjarah menyerang kapal barang dan desa di pantai pada daerah Semaka untuk menjarah lada. Saat itu, daerah Semaka merupakan wilayah kekuasaan Kesultanan Banten dengan monopoli perdagangan oleh Perusahaan Hindia Timur Belanda. Pada bulan Agustus dan September setiap tahunnya, penjarah dari Pulau Legundi secara rutin berlayar sambil menyelundupkan lada dari Silebu (Krui) di Lampung ke wilayah Bengkulu. Lada yang diselundupkan oleh para penjarah kemudian dijual ke Perusahaan Hindia Timur Britania Raya untuk ditukarkan dengan opium. Para penjarah kemudian berlayar kembali ke Pulau Legundi pada bulan November hingga awal Januari. Perdagangan lada oleh para penjarah dari Pulau Legundi ke Bengkulu dianggap sebagai perdagangan ilegal oleh Perusahaan Hindia Timur Belanda.[2]

Referensi

  1. ↑ Saifuddin, R., dkk. (2018). Saifuddin, Ridwan (ed.). Menggali Akar Kemiskinan: Melihat dari Dekat Kemiskinan di Provinsi Lampung (PDF). Bandar Lampung: Balitbangda Provinsi Lampung. hlm. 7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Ota, Atsushi (2023). ""Perniagaan Haram" di Lampung: Respons Masyarakat Setempat terhadap Perluasan Perdagangan, Sekitar 1760-1800". Dalam Saputro, Christian Heru Cahyo (ed.). Lampung Tempo Doeloe. Semarang: Cipta Prima Nusantara. hlm. 45. ISBN 978-623-380-035-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan