Rabu, 14 Oktober 2026
08:01 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM

Pubertas dini

kondisi di mana fase pertumbuhan, perkembangan tulang, otot, dan kematangan sistem reproduksi anak terjadi lebih awal dari biasanya,

Bagikan:

Pubertas dini adalah kondisi di mana fase pertumbuhan, perkembangan tulang, otot, dan kematangan sistem reproduksi anak terjadi lebih awal dari biasanya, yaitu sebelum usia 8 tahun pada anak perempuan dan sebelum usia 9 tahun pada anak laki-laki. Secara umum, pubertas terjadi sekitar usia 11 tahun pada anak perempuan dan 12 tahun pada anak laki-laki, tetapi bisa terjadi lebih awal pada beberapa kasus. Penyebab pubertas dini dapat bervariasi, termasuk faktor genetik dan kelainan hormon. Pubertas dini dapat terjadi ketika seorang anak mengalami perkembangan seksual pada usia yang masih terlalu muda. Pada anak perempuan, pubertas dini dapat terjadi sekitar usia 7-8 tahun, sedangkan pada anak laki-laki, bisa terjadi sekitar usia 8–9 tahun. [1][2]

Faktor penyebab

Faktor penyebab pubertas dini, yaitu:

  • Faktor genetik: Anak yang memiliki riwayat keluarga dengan pubertas dini memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kondisi serupa. Khususnya, anak perempuan memiliki risiko 10 kali lebih besar daripada anak laki-laki.
  • Obesitas: Penelitian menunjukkan bahwa obesitas pada anak dapat meningkatkan risiko pubertas dini. Obesitas menyebabkan tubuh menghasilkan lebih banyak hormon leptin, yang pada gilirannya dapat memicu perkembangan seksual lebih awal.
  • Paparan bahan kimia: Paparan bahan kimia tertentu seperti DDT, PCB, dan lainnya dapat meningkatkan risiko pubertas dini. Paparan hormon estrogen atau testosteron dari obat-obatan hormonal juga dapat berkontribusi pada kondisi ini.
  • Stres dan depresi: Masalah kesehatan mental seperti depresi dan stres kronis dapat memengaruhi keseimbangan hormonal anak, memicu perkembangan seksual yang lebih cepat.
  • Kondisi medis tertentu: Beberapa kondisi medis seperti tumor pada otak, testis, atau indung telur, kelainan hormon, dan cedera otak juga dapat menyebabkan pubertas dini.[2]

Dampak

Pubertas dini memiliki dampak yang signifikan, terutama terkait dengan tinggi badan dan aspek emosional serta sosial. Anak yang mengalami pubertas dini akan memiliki tinggi badan yang lebih pendek karena pertumbuhan mereka berhenti saat pubertas berakhir, sementara teman sebaya mereka masih terus tumbuh. Meskipun mereka mengalami pertumbuhan pesat di awal, pertumbuhan mereka berhenti sebelum mencapai potensi maksimal. Pubertas dini dapat menyulitkan secara emosional dan sosial, terutama bagi anak perempuan yang mungkin merasa bingung atau malu dengan perubahan fisik yang terjadi lebih awal, seperti perkembangan payudara. Mereka juga bisa mengalami perasaan murung atau mudah tersinggung.[3]

Referensi

  1. ↑ "Mengenal pubertas dini - Siloam Hospitals". www.siloamhospitals.com. Diakses tanggal 2024-03-12.
  2. 1 2 "Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana". Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-03-12.
  3. ↑ "Jurnal Poltekkes". nasuwakes.poltekkesaceh.ac.id. Diakses tanggal 2024-03-12.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan