Jumat, 06 November 2026
10:19 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan

Pua

halaman disambiguasi

Bagikan:

Pua adalah nama yang diberikan untuk tiga orang di Alkitab

Etimologi nama ini tidak pasti.[1]

  • Pua (bahasa Ibrani:פֻוָּ֖ה‎; bahasa Inggris:Puvah): Salah satu putra Isakhar (Kejadian 46:13)
  • Pua (bahasa Ibrani: פועה, bahasa Inggris: Puah): Salah satu dari dua bidan yang takut akan Allah, dan membantu mencegah pembunuhan anak-anak laki-laki Ibrani oleh orang Mesir, dan dengan demikian mencegah genosida terhadap orang-orang Ibrani, sesuai dengan catatan Keluaran 1:15–21. Rekannya bernama Sifra. Menurut narasi Kitab Keluaran, mereka diperintahkan oleh Raja Mesir, atau Firaun untuk membunuh semua bayi laki-laki, tetapi mereka menolak untuk melakukannya. Ketika ditantang oleh Firaun, mereka menjelaskan bahwa masa bersalin perempuan Ibrani itu singkat sekali karena mereka 'bersemangat' atau 'kuat',[2] sehingga bayi-bayi itu telah lahir (dan dilindungi) sebelum bidan tiba.
  • Pua (bahasa Ibrani: פּוּאָ֛ה; bahasa Inggris: Puah): Putra Dodo dan keturunan suku Isakhar. Ia memiliki seorang putra bernama Tola, yang bangkit untuk menjadi seorang Hakim. (Kitab Hakim–hakim 10:1)

Pua dan Sifra

Komentari Talmud abad ke-11 karya rabi Yahudi Rashi pada bagian Kitab Keluaran mengidentifikasi Sifra dengan Yokhebed, ibu Musa, dan Pua dengan Miryam, adik Musa, membuat dua bidan itu masing-masing adalah ibu dan anak.[3] Namun, dalam Midrash Tadshe (Keluaran 1:15), diasumsikan bahwa Pua, sebagaimana Sifra, adalah seorang asing yang kemudian menganut agama Yahudi, dan bahwa dia tidak identik dengan Miryam.

Para komentator telah menafsirkan Keluaran 1:20–21 dalam berbagai cara.[4] Beberapa sarjana berpendapat bahwa dua paruh masing-masing ayat itu bersifat paralel, sehingga orang-orang Israel ('yang berlipat ganda dan tumbuh cepat') itulah untuk siapa Allah 'membuatkan rumah-rumah'. Hal ini sesuai dengan referensi dalam Keluaran 1:1 mengenai anak-anak Israel yang datang ke Mesir, masing-masing dengan 'rumah'-nya. Namun, seperti dicatat oleh Jonathan Magonet,[5] yang lebih umum adalah bahwa rumah-rumah tersebut untuk para bidan - 'rumah-rumah' di sini dipahami sebagai 'dinasti' atau 'wangsa'. Pikiran rabinik telah memahami ini sebagai rumah kehunah (imamat), leviyah (asisten imam), dan kerajaan - yang terakhir ini diartikan sebagai berasal dari Miriam.[6]

Interpretasi modern

Francine Klagsbrun mengatakan bahwa penolakan Sifra dan Pua untuk menjalankan perintah genosida Firaun "mungkin merupakan insiden ketidakpatuhan sipil yang pertama dikenal dalam sejarah" (Voices of Wisdom ("Suara Kebijaksanaan"), ISBN0-394-40159-X0-394-40159-X). Jonathan Magonet setuju, menyebut mereka 'contoh yang terawal, dan dalam beberapa cara, yang paling kuat, dalam perlawanan terhadap suatu rezim yang jahat'.

Referensi

  1. ↑ John L. Mckenzie (1 Oktober 1995). The Dictionary Of The Bible. Simon and Schuster. hlm. 707. ISBN 978-0-684-81913-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Keluaran 1:19
  3. ↑ See for example Judah Loew ben Bezalel's Gur Aryeh: Sifrei Chachamim ('Books of the Wise')
  4. ↑ Magonet, Jonathan (1992) Bible Lives (London: SCM), 7 - 8
  5. ↑ Magonet, Jonathan (1992) Bible Lives (London: SCM), 8
  6. ↑ See for example Talmud Tractate Sotah 11b; and Exodus Rabbah 1:17
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan