Jumat, 30 Oktober 2026
10:17 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Prunus salicina

Prunus salicina

spesies prem

Bagikan:
Prunus salicina
250px-W_sumomo4061.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Rosales
Famili: Rosaceae
Genus: Prunus
Subgenus: Prunus subg. Prunus
Seksi: Prunus sect. Prunus
Spesies:
P. salicina
Nama binomial
Prunus salicina
Sinonim
  • Cerasus salicina (Lindl.) Loudon
  • Cerasus triflora Wall.
  • Prunus triflora Roxb.
  • Prunus trifolia Roxb.
  • Prunus thibetica Franch.
  • Prunus armeniaca Blanco
  • Prunus botan André
  • Prunus ichangana C.K.Schneid.
  • Prunus masu Koehne
  • Prunus staminata Hand.-Mazz.
  • Prunus gymnodonta Koehne

Prunus salicina (sinonim: Prunus triflora atau Prunus thibetica), umumnya disebut prem cina atau prem jepang adalah sejenis pohon peluruh kecil yang merupakan flora asli Tiongkok.[2][3] Saat ini, tanaman ini tersebar luas di zona beriklim sedang di seluruh dunia.[4] Prunus salicina merupakan pohon berbunga kecil yang mekar lebih awal di musim semi dan buahnya matang lebih awal di musim panas daripada prem eropa, dan sering dibingungkan dengan Prunus mume.[5]

Di antara sekian banyaknya spesies prem, hanya dua spesies yakni Prunus salicina dan Prunus domestica, yakni prem eropa, yang memiliki signifikansi komersial di seluruh dunia.[6]

Pengenalan

Prunus salicina termasuk dalam genus Prunus dalam famili Rosaceae, yang mencakup sekitar 430 spesies. Tanaman ini berasal dari lembah Sungai Yangtze di Tiongkok sekitar tahun 300 SM, dengan populasi liar saat ini dapat ditemukan. Prunus salicina diperkenalkan ke Jepang dari Tiongkok lebih dari 2000 tahun yang lalu. Pada akhir abad ke-19, tanaman ini diperkenalkan ke California dari Jepang, sehingga disebut "prem jepang".[4]

Deskripsi

Prunus salicina tumbuh setinggi 10 meter (33 ft), dan memiliki pucuk berwarna cokelat kemerahan. Daunnya memiliki panjang 6―12 cm dan lebar 2,5―5 cm, dengan tepi bergerigi. Bunganya dihasilkan di awal musim semi, berdiameter 2 cm dengan lima kelopak putih. Buahnya adalah buah berbiji dengan diameter 4―7 cm dengan daging buah berwarna kuning―merah muda dan dapat dipanen pada musim panas. Jika sudah matang, buahnya bisa dimakan langsung.[7] Buahnya sangat tahan terhadap pembusukan dan berisi satu biji besar.[8]

Kultivar

Beberapa nama kultivar dari Prunus salicina di antaranya adalah "Santa Rosa", "Burbank", "Shiro", "Beauty", "Gold", "Methley", "Red Beaut", dan "Ozark Premier", yang ditanam di beberapa negara. Selain itu, kultivar "Friar" dan "Simka" populer di Amerika Serikat. Seperti prem eropa, banyak warna daging dan kulit buah terjadi pada kultivar Prunus salicina ini.[9]

Benih yang menghasilkan kultivar "Burbank" diterima dari Jepang pada tahun 1883 oleh Luther Burbank, yang melakukan seleksi ini, yang diberi nama oleh Kementerian Pertanian Amerika Serikat sesuai namanya pada tahun 1887. Prem berkualitas baik ini berbentuk bulat, merah tua, berukuran sedang, berair, aromatik, dan daging buahnya melekat pada bijinya. Buahnya matang tidak merata, dimulai pada akhir Agustus di Vineland.[10]

Budidaya

Prunus salicina cukup tahan dingin, menoleransi suhu di musim dingin hingga -15 °C atau mungkin lebih rendah. Namun, tanaman ini membutuhkan musim panas yang panas untuk mematangkan kayunya dan sering kali tidak tumbuh subur di daerah dekat laut dan musim panas yang sejuk. Tanaman ini juga dapat tumbuh lebih awal di daerah musim dingin yang nyaman dan kemudian rentan terhadap kerusakan oleh salju akhir. Tumbuh subur di tanah lempung tahan kelembapan yang dikeringkan dengan baik. Lebih suka tanah berkapur tetapi cenderung mengalami klorosis jika terlalu banyak mengandung kapur. Tumbuh subur di bawah sinar matahari atau teduh sebagian meskipun berbuah lebih baik di tempat yang cerah terkena sinar matahari.[11]

Penggunaan

Buah untuk konsumsi

Buah Prunus salicina bisa dimakan mentah atau dimasak, dengan rasa yang unik, manis dan berair, bisa dimakan langsung, dibuat pastei, diawetkan, atau dikeringkan untuk dikonsumsi nanti.[8]

Medis

Buah Prunus salicina memiliki khasiat meningkatkan nafsu makan atau membantu pencernaan. Dikatakan baik untuk menghilangkan rasa haus dan diberikan dalam pengobatan arthritis. Meskipun tidak disebutkan secara spesifik untuk spesies ini, semua anggota genus ini mengandung amigdalin dan prunasin, zat yang terurai dalam air untuk membentuk larutan hidrogen sianida (sianida atau asam sianida). Dalam jumlah kecil, senyawa yang sangat beracun ini merangsang pernapasan, meningkatkan pencernaan, dan memberikan rasa segar.[8]

Galeri

  • Buah prem di atas pohon
    Buah prem di atas pohon
  • Buah prem
    Buah prem
  • Buah prem dalam mangkuk
    Buah prem dalam mangkuk
  • Prem amber hitam
    Prem amber hitam
  • Prem mawar afrika
    Prem mawar afrika
  • Prem Santa Rosa
    Prem Santa Rosa
  • Dedaunan Prunus salicina
    Dedaunan Prunus salicina

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Rhodes, L.; Maxted, N. (2016). "Prunus salicina". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2016 e.T50247990A50247993. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T50247990A50247993.en. Diakses tanggal 18 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Chaohui Li, Yifan Jia, Yun Tian, Lan Zhou, Weibo SUN, Jialin Deng, Fengquan Liu (2019). "First Report of Necrotic Disease Caused by Pantoea agglomerans on Plum (Prunus salicina) in China". Researcher. Diakses tanggal 8 November 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Peng Li, Weifeng Wu, Faxing Chen, Xinghui Liu, Yongan Lin, dan Jianjun Chen (Desember 2015). "Prunus salicina 'Crown', a Yellow-fruited Chinese Plum". American Society for Horticultural Science. 50. Diakses tanggal 8 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 Brenda I. Guerrero, M. Engracia Guerra, Sara Herrera, Patricia Irisarri, Ana Pina, dan Javier Rodrigo (30 Agustus 2021). "Genetic Diversity and Population Structure of Japanese Plum-Type (Hybrids of P. salicina) Accessions Assessed by SSR Markers". MDPI. Diakses tanggal 8 November 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Prunus salicina". N.C. Cooperative Extension. Diakses tanggal 9 November 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "Prunus salicina - Agronomical Effects of Deficit Irrigation in Apricot, Peach, and Plum Trees". ScienceDirect. Diakses tanggal 10 November 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "Plum (PRUNUS SALICINA)". PlantSnap Inc. Diakses tanggal 9 November 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. 1 2 3 "Prunus salicina - Lindl". Plants For A Future. Diakses tanggal 10 November 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ "Plum – Prunus domestica, Prunus salicina". Fruit-Crops.com. Diakses tanggal 10 November 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ Ken Slingerland - Tender Fruit & Grape Specialist/OMAFRA; Bill Lay - University of Guelph. "Plum Cultivars - European and Japanese". MINISTRY OF AGRICULTURE, FOOD AND RURAL AFFAIRS. Diakses tanggal 10 November 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ "Prunus salicina". Useful Temperate Plants Database. Diakses tanggal 10 November 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Prunus salicina.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan