Senin, 28 September 2026
19:47 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Proto-Melayu

Proto-Melayu

klasifikasi usang ciptaan Inggris yang digunakan untuk merujuk leluhur etnik Melayu (kelompok manusia sebelum keberadaan Melayu muncul)

Indigenous ethnic group of the Malay ArchipelagoTemplat:SHORTDESC:Indigenous ethnic group of the Malay Archipelago

Proto-Melayu
Malaysia: Melayu Asli, Melayu Purba
Indonesia: Melayu Tua, Melayu Kuno
330px-Pagan_races_of_the_Malay_Peninsula_%281906%29_%2814778446871%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sekelompok orang Proto-Melayu di Behrang, Perak, Malaysia, 1906.
Daerah dengan populasi signifikan
Kepulauan Melayu:
 Indonesiaca 13,000,000–15,000,000 (2010)[1][2]
 Malaysia65,189 (2010)[3][4]
 Filipinatidak ada spesifikasi sensus
Bahasa
Bahasa Melayu, Bahasa Semelai, Bahasa Tagalog, Bahasa Batak, Bahasa Dayak, Bahasa Indonesia, Bahasa Filipino, Bahasa Inggris
Agama
Animisme, Islam, Kekristenan
Kelompok etnik terkait
Senoi, Semoq Beri, Mahmeri, Orang Laut, Suku Melayu, Kelompok etnis di Indonesia, Orang Malagasi

Proto-Melayu, Purwa-Austronesia Nusantara, Purwa-Hesperonesia, atau sering disebut dengan Melayu Tua adalah istilah usang untuk menyebut ras malayan mongoloid "gelombang" pertama dari dua "gelombang" migrasi yang dulu diperkirakan terjadi dalam pendudukan Nusantara oleh penutur bahasa Austronesia. Mereka masuk diperkirakan tahun 2500 sm

Menurut teori "dua gelombang" ini, termasuk Melayu Tua di Indonesia adalah:

Sumatra

Kalimantan

Sulawesi

Teori ini secara resmi tidak lagi diakui penggunaannya, karena para arkeolog menyimpulkan bahwa tidak ada dasar arkeologi yang berarti yang menunjukkan adanya perbedaan antara Proto-Melayu dan Deutero-Melayu.[5][6][7]

Di Malaysia, istilah Proto-Melayu masih digunakan untuk sebuah suku yang bernama Orang Asli.

Referensi

  1. ↑ Estimation based on the identification made by Ernest-Théodore Hamy, Koentjaraningrat and Alfred Russel Wallace
  2. ↑ Fenneke Sysling (2016). Racial Science and Human Diversity in Colonial Indonesia. NUS Press. hlm. 143. ISBN 978-98-147-2207-0.
  3. ↑ Kirk Endicott (2015). Malaysia's Original People: Past, Present and Future of the Orang Asli. NUS Press. hlm. 3. ISBN 978-99-716-9861-4.
  4. ↑ "POPULATION STATISTICS",
  5. ↑ "Karl Anderbeck, "Suku Batin - A Proto-Malay People? Evidence from Historical Linguistics", The Sixth International Symposium on Malay/Indonesian Linguistics, 3 - 5 August 2002, [[Bintan]] Island, [[Riau]], Indonesia". Diarsipkan dari asli tanggal 4 Maret 2016. Diakses tanggal 18 Maret 2011.
  6. ↑ Pemerintah Indonesia (2 Mei 2019). "Riset Genetika dan Antropologi Ubah Sejarah Migrasi Leluhur". indonesia.go.id. Diakses tanggal 12 Juni 2021.
  7. ↑ "Pemerintah Diminta Hentikan Buku dengan Teori Usang". Analisadaily.com. 9 Januari 2015. Diakses tanggal 12 Juni 2021.

Lihat pula


Ikon rintisan

Artikel bertopik kelompok etnik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan