Kamis, 01 Oktober 2026
07:34 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
Proteomika

Proteomika

Bagikan:
330px-Protein_pattern_analyzer.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Matrix-assisted laser desorption/ionization (MALDI), alat yang digunakan untuk mempelajari protein.

Proteomika merupakan kajian secara molekular terhadap keseluruhan protein yang dihasilkan dari ekspresi gen di dalam sel, terutama mengenai struktur dan fungsinya.[1][2] Keseluruhan protein di dalam sel diistilahkan sebagai proteom.[3] Istilah proteomik pertama kali dikenal pada tahun 1997, yang juga dibuat berdasarkan analogi genetika untuk ilmu yang mempelajari mengenai gen.[4] Untuk istilah proteom sendiri berasal dari gabungan istilah protein dan genom yang dikemukakan oleh Marc Wilkins pada tahun 1994 pada saat mengambil gelar PhD.[3][5] Salah satu alat yang umumnya digunakan untuk ilmu ini adalah matrix-assisted laser desorption/ionization (MALDI).[6]

Beberapa jenis metode telah dikembangkan untuk mempelajari protein.[7] Di mulai pada 1 abad lalu, proteomika menggunakan analisis 2D berupa gel elektroforesis poliakrilamida.[7] Dengan menggunakan teknik ini, protein dalam suatu sampel dapat dipisahkan, diindentifikasi, dan diukur berdasarkan berat molekulnya.[7] Dengan menggunakan analisis ini, berbagai jenis protein yang dihasilkan oleh beragam bakeri, seperti Escherichia coli, telah berhasil dipisahkan dan dipurifikasi.[7] Teknologi lain yang dikembangkan adalah spektrometri massa yang bersifat sangat sensitif.[7] Di samping itu, Kromatografi cair berperforma tinggi (HPLC) juga dapat digunakan di mana sampel yang digunakan diinjeksikan ke dalam kolom bertekanan tinggi dan protein yang terkandung di dalamnya akan berikatan dengan matriks yang ada.[7]

Referensi

  1. ↑ Anderson NL, Anderson NG (1998). "Proteome and proteomics: new technologies, new concepts, and new words". Electrophoresis. 19 (11): 1853–61. doi:10.1002/elps.1150191103. PMID 9740045.
  2. ↑ Blackstock WP, Weir MP (1999). "Proteomics: quantitative and physical mapping of cellular proteins". Trends Biotechnol. 17 (3): 121–7. doi:10.1016/S0167-7799(98)01245-1. PMID 10189717.
  3. 1 2 Marc R. Wilkins, Christian Pasquali, Ron D. Appel, Keli Ou, Olivier Golaz, Jean-Charles Sanchez, Jun X. Yan, Andrew. A. Gooley, Graham Hughes, Ian Humphery-Smith, Keith L. Williams & Denis F. Hochstrasser (1996). "From Proteins to Proteomes: Large Scale Protein Identification by Two-Dimensional Electrophoresis and Arnino Acid Analysis". Nature Biotechnology. 14 (1): 61–65. doi:10.1038/nbt0196-61. PMID 9636313. Diakses tanggal 2009-01-15.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  4. ↑ P. James (1997). "Protein identification in the post-genome era: the rapid rise of proteomics". Quarterly reviews of biophysics. 30 (4): 279–331. doi:10.1017/S0033583597003399. PMID 9634650.
  5. ↑ "UNSW Staff Bio: Professor Marc Wilkins". Diarsipkan dari asli tanggal 2009-02-12. Diakses tanggal 2011-08-10.
  6. ↑ Klopfleisch R, Gruber AD. (2009). "Increased expression of BRCA2 and RAD51 in lymph node metastases of canine mammary adenocarcinomas". Veterinary Pathology. 46 (3): 416–22. doi:10.1354/vp.08-VP-0212-K-FL. PMID 19176491.
  7. 1 2 3 4 5 6 Madigan MT (2009). Brock Biology of Microorganisms Twelfth Edition. Pearson Benjammin Cummings. hlm. 357-358.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)

Lihat pula


Ikon rintisan

Artikel bertopik biologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan