Senin, 19 Oktober 2026
00:26 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Proses bismut fosfat

Proses bismut fosfat

Bagikan:
250px-Hanford_N_Reactor_adjusted.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hanford Site, Amerika Serikat, tempat proses bismut fosfat digunakan untuk memproduksi plutonium dalam skala besar untuk pertama kalinya.

Proses bismut fosfat adalah proses kimia yang dulunya digunakan untuk memisahkan dan memperoleh plutonium dari uranium yang sudah terpakai di reaktor nuklir.[1][2] Proses ini memiliki beberapa tahap, salah satunya adalah menambahkan bismut nitrat dan asam fosfat pada larutan uranium dalam asam nitrat, sehingga terbentuk endapan bismut fosfat yang mengandung plutonium.[3] Proses ini dikembangkan dalam Proyek Manhattan (dalam Perang Dunia II) oleh kimiawan Stanley G. Thompson. Proses ini merupakan proses produksi plutonium pertama yang dijalankan dalam skala besar, dan digunakan untuk menghasilkan plutonium di Hanford Site, yang selanjutnya digunakan dalam bom atom di Nagasaki. Pada 1950an, proses ini ditinggalkan dan diganti dengan proses baru yang disebut "REDOX" dan "PUREX".

Catatan kaki

  1. ↑ USpatent 2799553,Stanley G. Thompson and Glenn T. Seaborg,"Phosphate method for separation of radioactive elements" 
  2. ↑ USpatent 2785951,Stanley G. Thompson and Glenn T. Seaborg,"Bismuth Phosphate Method for the Separation of Plutonium from Aqueous Solutions" 
  3. ↑ "Thompson's Process". bonestamp.com. Diarsipkan dari asli tanggal 11 Mei 2006. Diakses tanggal 17 April 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan