Selasa, 22 September 2026
07:52 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Program nuklir Iran

Program nuklir Iran

330px-Iran_nuclear_program_map-en.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lokasi-lokasi utama program nuklir Iran.
250px-Arak_Heavy_Water4.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Reaktor air berat IR-40 di Arak, Iran.

Program nuklir Iran terdiri dari pembangkit listrik tenaga nuklir (saat ini Iran memiliki sebuah PLTN di Bushehr), beberapa pertambangan uranium, reaktor nuklir untuk penelitian, dan juga fasilitas pengayaan uranium.[1] Iran adalah anggota Perjanjian Nonproliferasi Nuklir, menyatakan bahwa program nuklirnya murni untuk tujuan damai,[2] dan secara terbuka menentang kepemilikan dan penggunaan senjata nuklir.[3] Namun program nuklir Iran kadang dianggap kontroversial, dan beberapa negara, termasuk Israel dan Amerika Serikat mencurigai Iran juga berusaha mengembangkan senjata nuklir. Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa negara termasuk Amerika Serikat dan Uni Eropa menjatuhkan sanksi terhadap Iran berkaitan dengan program nuklirnya.[4]

Program nuklir Iran dimulai sejak masa pemerintahan Dinasti Pahlavi pada tahun 1950, dengan bantuan Amerika Serikat dalam program Atom untuk Perdamaian.[5] Bantuan negara-negara barat untuk program nuklir Iran berakhir dengan Revolusi Iran (1979) dan berdirinya Republik Islam Iran setelah menjatuhkan Dinasti Pahlavi.[6] Sejak tahun 1990an, Rusia merupakan mitra utama Iran dalam pengembangan program nuklirnya, termasuk dalam proyek pembangunan PLTN di Bushehr.[7]

Pada bulan Agustus 2002, terdapat sebuah isu yang disebarkan oleh sebuah sekelompok pemberontak di pengasingan yang megungkap keberadaan fasilitas pengembangan senjata nuklir rahasia di Iran. Tindakan ini dianggap sebagai pelanggaran terhadap Treaty on the Non-Proliferation of Nuclear Weapons (NPT) yang telah disepakati dan ditandatangani oleh Iran. Perjanjian ini dibuat untuk mencegah penyalahgunaan senjata nuklir yang dinilai amat berbahaya dan bisa mengancam kehidupan manusia pada tahun 1968.[8]

Referensi

  1. Kerr, Paul (26 September 2012). "Iran's Nuclear Program: Status" (PDF). Congressional Research Service. Diakses tanggal 2 Oktober 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. "''AFP'':Six powers to meet soon over Iran's nuclear program". Google. 15 Januari 2008. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-12-18. Diakses tanggal 23 November 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. "Ayat. Kashani: N-bomb production religiously forbidden". :. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-04-06. Diakses tanggal 23 November 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. Sanchez, Ray. "Rouhani calls sanctions against Iran illegal and crime against humanity". CNN. Diakses tanggal 4 April 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. Roe, Sam (28 Januari 2007). "An atomic threat made in America". Chicago Tribune. Diakses tanggal 1 Juli 2009.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. "Iran Affairs: Blasts from the Past: Western Support for Iran's Nuclear program". 2008. Diakses tanggal 24 Februari 2008.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  7. "Iran's Nuclear Program. Part I: Its History". 2008. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-05-14. Diakses tanggal 24 Februari 2008.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. Anggraini, Melaty (2020-03-30). "POLITIK LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT DALAM MENJAGA STABILITAS KEAMANAN DI TIMUR TENGAH (Studi Kasus Nuklir Iran)". GLOBAL INSIGHT JOURNAL. 5 (1). doi:10.52447/gij.v5i1.2204. ISSN 2541-318X.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan