Program Area Alpen (Alpine Space Programme) adalah sebuah program kerja sama antar negara di kawasan Pegunungan Alpen yang termasuk dalam kerangka kebijakan Uni Eropa. Berbagai macam variasi pemangku kepentingan seperti otoritas publik, pengusaha, akademisi, dan organisasi non-pemerintah, yang termasuk di dalamnya melakukan kerja sama lintas negara di bawah kerangka program ini.[1]
Wilayah Kerja Sama
Program ini mencakup wilayah-wilayah yang berada di inti kawasan Pegunungan Alpen yaitu daerah kaki bukit dan dataran rendah dari 'peri-Alpine belt', sebagian kecil daerah pesisir Mediterania di Laut Adriatik, serta bagian dari lembah sungai-sungai besar Donau, Po, Adige, Rhone, dan Rhine.[1]
Program ini mencakup 7 negara anggota Uni Eropa yang sebagian atau keseluruhan wilayah negaranya berada dalam kawasan Pegunungan Alpen. Negara-negara tersebut adalah Austria, Itali, Jerman, Prancis, Liechtenstein, Slovenia, dan Swiss.[2]
Latar Belakang dan Sejarah
Uni Eropa bertujuan mengurangi kesenjangan di antara wilayah-wilayah dalam kerangka kebijakan regional di Uni Eropa dengan bantuan European Regional Development Fund (ERDF). Kerja sama lintas negara institusional di kawasan pegunungan Alpen sudah dilakukan sejak tahun 1997-1999 yang termasuk dalam regulasi ERDF. Di periode tahun 2000-2006, kerja sama lintas negara Uni Eropa untuk kawasan Alpen pertama kali diluncurkan dan dilaksanakan didukung oleh Community Initiatives INTERREG. Setelah itu di periode selanjutnya 2007-2013, program kerja sama ini masuk dalam objektif European Territorial Cooperation (ETC) dan dinamakan European Territorial Cooperation Alpine Space Programme 2007-2013. [3]
Kerangka Kebijakan dan Prioritas Program
Program Area Alpen telah meningkatkan kerja sama internasional dan peluang bagi aktor-aktor di bidang ekonomi dan sosial, usaha kecil dan menengah, jaringan kerja sama, otoritas publik, dan organisasi non-pemerintah.[4] Beberapa sektor yang menjadi pusat kerja sama adalah pariwisata berkelanjutan, energi terbarukan, produksi pangan lokal, dan pelestarian peninggalan lokal. Berbagai masalah komunal telah diselesaikan dan terjadi peningkatan angka kualitas hidup sekitar 80 juta penduduk yang tinggal di kawasan tersebut.
Pada periode program tahun 2007-2013, Program Area Alpen dilaksanakan di 33 wilayah dan 70 juta penduduk dengan prioritas program dan solusi untuk isu-isu khusus di kawasan Alpen adalah sebagai berikut:
- Daya saing dan daya tarik
- Aksesibilitas dan konektivitas
- Lingkungan dan pencegahan risiko.[3]
Sementara itu, prioritas Program Area Alpen tahun 2014-2020 adalah:
- Inovasi area Alpen
- Area Alpen karbon rendah
- Area Alpen layak huni
- Pengelolaan baik area Alpen.[5]
Saat ini, periode program tahun 2021-2027 dilaksanakan di 42 wilayah dan 80 juta penduduk dengan empat prioritas program yaitu:
- Ketahanan iklim dan wilayah hijau Alpen
- Karbon netral dan sumber daya sensitif wilayah Alpen
- Inovasi dan digitalisasi untuk mendukung wilayah hijau Alpen
- Kerja sama untuk tata kelola dan pembangunan Alpen.[6]
Referensi
- 1 2 "ALPINE SPACE PROGRAMME: Cooperation area". www.alpine-space.eu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-09-23.
- ↑ "Alpine Space - Interreg EU". interreg.eu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-09-23.
- 1 2 "ALPINE SPACE PROGRAMME: Programme in short". www.alpine-space.eu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-09-23.
- ↑ OECD (2025-06-24). "Interreg Alpine Space Programme". www.oecd.org (dalam bahasa Inggris). OECD Publishing. Diakses tanggal 2026-09-24.
- ↑ "Inforegio - Alpine Space". ec.europa.eu. Diakses tanggal 2026-09-24.
- ↑ "TNCOOP fiche: Interreg Alpine Space | ESPON". www.espon.eu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-09-23.