Selasa, 22 September 2026
02:01 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya

Premis

proposisi yang dijadikan dasar penarikan kesimpulan

Premis merupakan istilah yang digunakan dalam landasan berpikir untuk menarik kesimpulan. Premis merupakan kata yang berasal dari bahasa Latin preamissus yang memiliki arti maju.[1] Premis tersebut berupa rangkaian kalimat yang digunakan dalam logika untuk membuat kesimpulan. Istilah premis sering ditemukan dalam pembelajaran logika matematika.[2] Selain itu, premis merupakan anggapan yang dianggap benar sebagai dasar penarikan kesimpulan, hasilnya dapat digunakan sebagai landasan teoretis dalam berpikir. Oleh karena itu, premis bisa dijadikan asumsi dalam logika berpikir. Premis adalah suatu jalan untuk mencapai suatu kesimpulan melalui argumen. Premis merupakan bagian utama dalam logika berpikir, yang memiliki tujuan untuk menerima, menolak, atau menegaskan argumen yang salah atau benar.[3] Berdasarkan bentuknya premis dibagi menjadi dua. Pertama, premis major merupakan keterangan atau hasil pemikiran yang berupa pernyataan secara umum dan garis besar. Hasil pernyataan dari premis major sering dijadikan grand theory. Kedua, premis minor merupakan keterangan atau pernyataan khusus dari suatu pemikiran. Hasil dari premis minor biasanya disebut dengan istilah middle range theory.[4]

Fungsi

Penguji validitas dan kebenaran

Hasil pemikiran bisa ditarik menjadi kesimpulan apabila dihasilkan secara ilmiah. Cara tersebut harus dihasilkan berdasarkan premis-premis yang dikumpulkan. Premis tersebut bisa berupa pernyataan, bukti, teori, atau data yang dapat menjamin dalam penarikan kesimpulan.[5]

Penelaahan konsep

Di dunia banyak sekali pengemuka yang menyatakan teori untuk suatu hal yang bersifat ilmiah. Perjalanan ide untuk diterima oleh banyak orang memerlukan konsep-konsep generalisasi yang sangat luas, juga menyaring fakta. Oleh karena itu diperlukan teknik patokan berpikir atau disebut premis.[4]

Penyusunan kerangka teori

Landasan teori disusun dengan menggunakan teori yang relevan dan masih berlaku. Penyajian premis dapat membantu untuk menyusun kerangka berpikir yang mendasar untuk menggiring ide terhadap pemecahan permasalahan. Hal-hal mengenai permasalahan tersebut disusun secara runut dalam rangkaian premis.[6]

Pengujian hipotesis

Semakin banyak premis yang ada, semakin banyak juga peluang untuk mengembangkan hipotesis. Kegiatan hipotesis merupakan proses pengujian perkembangan teori dengan menggunakan prosedur penelitian ilmiah. Selain itu, hipotesis juga berfungsi sebagai penentu ciri khas dalam sebuah penelitian, yang membedakan dengan penelitian-penelitian yang telah dilaksanakan sebelumnya.[6]

Referensi

  1. Sinambela, Pardomuan N. J. M. (2017-08-23). "Penarikan Kesimpulan dengan Metode Deduktif". GENERASI KAMPUS. 5 (1): 1. ISSN 2541-4038.
  2. Abdi, Husnul (2021-09-24). Shidqiyyah, Septika (ed.). "Premis adalah Dasar Pemikiran, Kenali Penggunaannya dalam Logika Matematika". Liputan6.com. Diakses tanggal 2021-12-02.
  3. Jacob, Cornelis (2011-12-01). "Logika Informal: Pengembangan Penalaran Logis" (PDF). File UPI. hlm. 2. Diakses tanggal 2021-12-15.
  4. 1 2 Daito, Apollo (2007-01-01). "Metodologi Penelitian Penyusunan Skripsi/Tesis/Disertasi" (PDF). FE Budi Luhur. hlm. 20-21. Diakses tanggal 2021-02-12.
  5. Maran, Rafael Raga (2007). Pengantar Logika. Jakarta: Grasindo. hlm. 5. ISBN 978-979-759-940-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. 1 2 Swantara, I Made Dira (2015-01-11). "Filsafat Ilmu 2" (PDF). Simdos UNUD. hlm. 15. Diakses tanggal 2021-02-12.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan