Sabtu, 24 Oktober 2026
07:49 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Prem Sanyas

Prem Sanyas

Bagikan:
Prem Sanyas (The Light of Asia)
250px-Seeta_Devi_and_Himansu_Rai_in_Prem_Sanyas_%282%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seeta Devi dan Himanshu Rai dalam film tersebut
SutradaraFranz Osten
Himansu Rai
ProduserGreat Eastern Film Corporation
Münchner Lichtspielkunst AG
Ditulis olehEdwin Arnold (cerita)
Niranjan Pal (skenario)
PemeranSeeta Devi
Himansu Rai
Sarada Ukil
Penata musikHansheinrich Dransmann
SinematograferWilli Kiermeier
and Josef Wirsching.
Teknik pewarnaanhitam-putih
DistributorMünchner Lichtspielkunst AG
Great Eastern Film Corporation
Tanggal rilis
  • 22 Oktober 1925 (1925-10-22)(Jerman)
  • 05 Juli 2001 (2001-07-05)(versi restorasi)
Durasi97 menit
NegaraRepublik Weimar
India
The Light of Asia

Prem Sanyas (The Light of Asia) (Die Leuchte Asiens dalam bahasa Jerman) adalah sebuah film bisu tahun 1925 garapan Franz Osten dan Himansu Rai. Film tersebut diadaptasi dari buku The Light of Asia (1879) dalam bentuk bait karya Edwin Arnold, berdasarkan pada kehidupan Pangeran Siddhartha Gautama, yang mendirikan Agama Buddha dengan menjadi Buddha atau "orang yang tercerahkan".

Pemeran

Referensi

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Prem Sanyas.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan