Sabtu, 03 Oktober 2026
17:24 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Prasi

Prasi

Bagikan:
250px-Balinese_lontar_at_Unit_Lontar_Universitas_Udayana.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi: Tulisan Bali di atas lontas, koleksi Universitas Udayana Bali.

Prasi adalah sebuah seni ukir atau lukisan di atas daun lontar khas Provinsi Bali, Indonesia. Prasi menggabungkan unsur narasi cerita dengan seni visual yang menghasilkan lukisan atau gambar yang unik dan menarik.[1] Seni ukir ini juga disebut komik khas Bali.[2]

Sejarah

Seni budaya melukis Prasi sudah mulai berkembang di Bali sekitar abad ke-15 atau ke-16. Manuskrip dalam tulisan Bali banyak tersimpan hingga sekarang, sebagai bukti bahwa penggunaan lontar sebagai bahan melukis cukup berpengaruh bagi masyarakat Bali. Melukis di atas lontar, menggunakan ukuran yang tidak besar, yakni sekitar 25 sentimeter.[3] Dengan ukuran tersebut, seorang pelukis harus bisa dengan teliti dalam mengukir lontar, memiliki penglihatan yang baik, tangan yang baik dan butuh tekad untuk mengerjakannya.[3]

250px-Bali-lontar-Sukawati-Yoga_Surya_Sewana-31.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tulisan Prasi di atas daun lontar

Pangrupak berupa logam perak yang tajam dan memiliki gagang kayu, menjadi bahan yang digunakan untuk melukis garis-garis halus di atas lontar.[3] Yang menjadi unik, lukisan tidak dibuat dalam satu lembar lontar, melainkan terdiri dari beberapa lembar. Setiap lembar yang telah selesai diukir, kemudian akan dihitamkan menggunakan kemiri yang telah dibakar. Kemudian dibersihkan dengan kain. Jika seluruh kain lontar telah selesai digambar, barulah setiap gambar disusun sesuai urutan gambar yang seharusnya.[1]

Seni prasi ini dahulu sering digunakan untuk menulis awiq-awiq atau peraturan desa, juga untuk menulis kidung, perkawinan, dan tulisan-tulisan penting di rumah tangga.[4] Tulisan-tulisan bertema agama Hindu juga menjadi unsur yang banyak dibuat, satra Bali, astronomi, cerita rakyat Bali, seni pertunjukan, dan sebagainya.[3]

Lukisan kontemporer

Dalam perkembangannya, ukuran seni lukis prasi tidak lagi berpatokan pada ukuran yang kecil. Beberapa generasi pelukis prasi saat ini telah mulai membuat lukisan dalam ukuran yang besar. Beberapa komunitas mulai membuat prasa dengan ukuran lebih dari satu meter, bahkan hingga empat meter.[1] Penyelesaian prasi ukuran kecil bisa diselesaikan dalam sehari, sementara untuk ukuran besar, bisa mencapai satu hingga dua bulan.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 Ibrahim, Muh (1 Januari 2024). "Prasi: Lukisan Indah di Atas Lontar". budayabali.com. Diakses tanggal 19 Juni 2025.
  2. 1 2 "Seni Membuat Gambar di Atas Daun Lontar Ala Komunitas Prasi". balitribune.co.id. 9 Mei 2022. Diakses tanggal 19 Juni 2025.
  3. 1 2 3 4 Hortsman, Richard (12 Mei 2022). "Prasi:An Ancient Balinese Miniatur Art From Tradisional Into The Contemporary". www.thejakartapost.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 19 Juni 2025.
  4. ↑ Juniasa, I Wayan Selamat (18 Juni 2024). "Mengenal Prasi, Seni Ukir Daun Lontar di Bali". detik.com. Diakses tanggal 19 Juni 2025.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan