Minggu, 01 November 2026
15:53 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Prasasti Obelisk Hitam

Prasasti Obelisk Hitam

Bagikan:
Black-obelisk.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Prasasti Obelisk Hitam dari Salmaneser III di British Museum.

Prasasti Obelisk Hitam (bahasa Inggris:Black Obelisk of Shalmaneser III) adalah sebuah monumen terbuat dari batu kapur (limestone) hitam dengan motif ukiran Neo-Assyria yang dibangun di Nimrud (kota kuno Kalhu), di sebelah utara Irak. Prasasti itu memperingati kejayaan raja Salmaneser III (memerintah tahun 858-824 SM). Merupakan obelisk Asyur terlengkap yang pernah ditemukan, dan penting bagi sejarah karena memuat lukisan tertua rupa orang Israel. Istilah Parsua yang termaktub di dalamnya juga merupakan Referensi tertua untuk "Persia". Penerimaan upeti dicatat jelas dari daerah dan bangsa-bangsa taklukannya. Didirikan sebagai monumen publik pada tahun 825 SM pada waktu perang saudara. Pertama kali ditemukan oleh arkaeolog Sir Austen Henry Layard pada tahun 1846 dan sekarang dipamerkan di British Museum, London, Inggris. Replika dapat ditemukan di beberapa tempat: University of Chicago Oriental Institute di Chicago, Illinois, Semitic Museum di Harvard University, Cambridge, Massachusetts, ICOR Library di Semitic Department, Catholic University of America, di Washington, District of Columbia dan di perpustakaan Theological University of the Reformed Churches, Kampen, Overijssel, Belanda.

Bentuk

Tinggi: 197,85 cm (~6,5 kaki).
Lebar: 45,08 cm (~1,5 kaki).

Obelisk ini memuat 20 ukiran, lima di tiap sisinya. Menggambarkan lima raja yang berbeda, masing-masing membawa upeti dan bersujud di hadapan raja Asyur. Dari atas ke bawah:

  • (1) "Sua" dari "Gilzanu" (barat laut Iran)
  • (2) Yehu dari Bit (=rumah) Omri"
  • (3) pemimpin yang tidak disebut namanya dari Musri (mungkin Mesir)
  • (4) Marduk-apil-usur dari Suhi (bagian tengah sungai Efrat, Siria dan Irak), dan
  • (5) "Qalparunda" dari "Patin" (daerah Antakya di Turki).

Masing-masing gambar mengambil tempat 4 panel mengelilingi monumen ini dan diberi keterangan dalam huruf paku kuneiform di atasnya.

Di bagian atas dan bawah ukir-ukiran tersebut terdapat inskripsi panjang catatan tahunan (annal) raja Salmaneser III. Tercatat penyerangan-penyerangan militer raja dan panglimanya setiap tahun, sampai tahun ke-31 pemerintahannya. Sejumlah keterangan mengindikasikan bahwa pembuatannya mungkin dilakukan atas perintah panglima tersebut, Dayyan-Assur.

Gambar orang Israel

330px-Jehu-Obelisk-cropped.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Yehu, atau utusannya, bersujud di hadapan Salmaneser III.

Daftar kedua dari atas memuat gambar tertua seorang Israel, dengan keterangan Yehu, raja Israel, atau dari "rumah Omri" (Bit-Umri). Yehu menyampaikan upeti itu sekitar tahun 841 SM.[1]

Tampaknya Yehu memutuskan hubungan Kerajaan Israel dengan Fenisia dan Kerajaan Yehuda (yang saat itu dikuasai oleh Atalya, ibu Ahazia, raja Yehuda yang dibunuh oleh Yehu), dan menjadi taklukan Asyur. Keterangan di atas gambar, ditulis dalam huruf paku kuneiform Asyur, dapat diterjemahkan:

“Upeti dari Yehu, putra Omri: Aku menerima darinya perak, emas, mangkuk emas, vas emas dengan ujung runcing, pot-pot emas, timba-timba emas, timah putih, tongkat seorang raja [dan] tombak-tombak."

Dalam Obelisk, nama Yehu muncul sebagai mIa-ú-a mar mHu-um-ri-i, atau "Yehu putra Omri (Bit-Khumri").

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Millard, Alan (1997) Discoveries from Bible Times, Oxford, Lion, p121

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Black Obelisk.
Bangunan
120px-British_Museum_Great_Court_roof.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Departemen
dan obyek
Afrika, Oseania
& Amerika
Mesir dan
Sudan kuno
Asia
Yunani
dan Roma
Timur Tengah
:en:Prasejarah
dan Eropa
Cetakan dan
Lukisan
Lain-lain
Lain-lain
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan