Rabu, 07 Oktober 2026
19:45 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Hoxne Hoard

Hoxne Hoard

Bagikan:
Hoxne Hoard
250px-Hoxne_Hoard_1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rekonstruksi susunan Hoxne Hoard ketika ditemukan, dipamerkan di British Museum
JenisHarta karun arkeologis
PeriodeAkhir abad ke-4 hingga awal abad ke-5
KebudayaanRomawi-Britania
Ditemukan16 November 1992
Lokasi penemuanHoxne, Suffolk, Inggris
PenemuEric Lawes
Jumlah koin14.865 keping
Lokasi penyimpananBritish Museum, London
Koordinat lokasi penemuan52°20′33″N 1°11′15″E / 52.34250°N 1.18750°E / 52.34250; 1.18750

Hoxne Hoard adalah temuan harta karun dari masa akhir Kekaisaran Romawi yang ditemukan di dekat desa Hoxne, Suffolk, Inggris, pada 16 November 1992. Temuan ini merupakan salah satu penemuan arkeologi terpenting dari masa Romawi di Britania dan merupakan timbunan perak dan emas Romawi akhir terbesar yang diketahui ditemukan di Britania. Hoxne Hoard terdiri atas 14.865 koin emas, perak, dan perunggu serta sekitar 200 benda lain, terutama peralatan makan dari perak dan perhiasan emas. Sebagian besar benda tersebut kini menjadi koleksi British Museum di London.[1]

Penemuan

Harta karun tersebut ditemukan pada 16 November 1992 oleh Eric Lawes, seorang pencari logam dari Suffolk. Lawes menggunakan alat pendeteksi logam untuk mencari palu yang hilang di sebuah lahan pertanian dekat Hoxne. Ketika alatnya mendeteksi benda logam di dalam tanah, ia mulai menggali dan menemukan beberapa benda kuno. Setelah menyadari bahwa temuan tersebut mungkin memiliki nilai arkeologis, lokasi itu kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang dan dilakukan penggalian secara profesional.

Penggalian dilakukan dengan metode arkeologis yang memungkinkan posisi dan susunan benda di dalam tanah didokumentasikan. Pendekatan tersebut sangat penting karena bukan hanya benda-benda individual yang memiliki nilai penelitian, tetapi juga hubungan antara satu benda dengan benda lainnya. Susunan temuan menunjukkan bahwa benda-benda tersebut sebelumnya ditempatkan dalam sebuah peti dan kemudian disembunyikan di dalam tanah.[2]

Penemuan Hoxne Hoard terjadi tidak jauh dari kawasan yang sebelumnya telah dikenal memiliki arti penting bagi penelitian arkeologi. Wilayah Hoxne juga dikenal karena temuan alat batu dari periode jauh lebih tua dan menjadi lokasi tipe bagi tahap Hoxnian dalam geologi Pleistosen. Namun, Hoxne Hoard berasal dari periode yang jauh lebih muda, yaitu masa akhir kekuasaan Romawi di Britania.

Isi

Hoxne Hoard mengandung 14.865 koin Romawi dari emas, perak, dan perunggu. Koin-koin tersebut berasal dari akhir abad ke-4 dan awal abad ke-5. Koin paling muda dalam timbunan tersebut berasal dari masa pemerintahan Kaisar Konstantinus III, yang berkuasa pada awal abad ke-5. Penanggalan koin menjadi salah satu dasar penting untuk menentukan kapan harta tersebut disembunyikan.[3]

Selain koin, temuan tersebut mencakup sekitar 200 benda dari emas dan perak. Di antaranya terdapat perhiasan, sendok, saringan, wadah rempah, serta berbagai perlengkapan meja. Koleksi perhiasannya mencakup gelang emas dan cincin, sedangkan perlengkapan makannya menunjukkan tingkat pengerjaan logam yang tinggi pada masyarakat Romawi akhir di Britania.

Salah satu benda yang paling dikenal dari Hoxne Hoard adalah wadah lada atau pepper pot berbentuk patung dada perempuan. Benda tersebut terbuat dari perak dan merupakan salah satu dari empat wadah lada yang ditemukan dalam timbunan. Wadah semacam itu digunakan untuk menyimpan rempah yang bernilai tinggi. Lada sendiri merupakan barang impor yang masuk ke dunia Romawi dari wilayah Asia.[4]

Temuan lain yang terkenal adalah pegangan berbentuk harimau betina dari perak. Benda tersebut merupakan bagian dari sebuah wadah besar yang kemungkinan berupa kendi atau vas. Figur harimau dibuat dengan teknik pengecoran dan memiliki hiasan gelap yang dibuat menggunakan niello. Motif hewan dan kaitannya dengan Bacchus menunjukkan pengaruh tradisi dekoratif dunia Romawi.[5]

Penanggalan dan konteks sejarah

Koin termuda dalam Hoxne Hoard berasal dari sekitar tahun 407–408. Penanggalan tersebut sangat penting karena bertepatan dengan periode ketika pemerintahan Romawi di Britania mengalami perubahan besar. Pada awal abad ke-5, pemerintahan Romawi semakin kehilangan kemampuan untuk mempertahankan wilayah Britania, sementara kekuasaan politik lokal mulai berkembang.

Para arkeolog tidak dapat memastikan alasan pasti mengapa Hoxne Hoard disembunyikan. Salah satu kemungkinan adalah bahwa pemiliknya menguburkan harta tersebut untuk mengamankannya dalam keadaan tidak stabil. Namun, tidak ada bukti langsung yang menunjukkan siapa pemiliknya atau mengapa harta tersebut tidak pernah diambil kembali.

Konteks tersebut membuat Hoxne Hoard penting untuk memahami kehidupan ekonomi masyarakat Britania pada masa transisi dari pemerintahan Romawi. Nilai dan keragaman benda yang dikuburkan menunjukkan bahwa pemilik atau kelompok pemiliknya memiliki akses terhadap kekayaan dalam jumlah besar. Keberadaan benda-benda impor dan barang mewah juga memberikan informasi mengenai jaringan perdagangan dan kebiasaan konsumsi masyarakat pada masa tersebut.

Susunan dan penyimpanan

Harta karun tersebut pada awalnya disimpan dalam sebuah peti kayu yang kemudian membusuk setelah dikuburkan. Beberapa benda ditempatkan dalam wadah yang lebih kecil, sementara benda lainnya kemungkinan dibungkus menggunakan bahan organik. Sebagian besar bahan organik tidak bertahan, tetapi pola susunan benda dapat dipelajari melalui dokumentasi penggalian.

Koin membentuk bagian terbesar dari keseluruhan temuan. Selain berfungsi sebagai alat pembayaran, keberadaan ribuan koin dalam satu timbunan memungkinkan para peneliti mempelajari peredaran mata uang Romawi di Britania. Komposisi koin juga memberikan gambaran mengenai hubungan ekonomi Britania dengan wilayah lain dalam Kekaisaran Romawi.

Peralatan makan dan perhiasan memberikan informasi yang berbeda. Benda-benda tersebut memperlihatkan teknik pengerjaan logam, gaya artistik, simbol keagamaan dan kebiasaan sosial masyarakat Romawi akhir. Beberapa sendok memiliki hiasan dan tulisan yang dapat memberikan petunjuk mengenai pemilik sebelumnya.[6]

Nilai arkeologis

Hoxne Hoard memiliki nilai penting karena ditemukan dalam konteks arkeologis yang relatif terdokumentasi dengan baik. Banyak temuan harta karun kuno ditemukan secara tidak sengaja dan kehilangan informasi mengenai posisi asli benda-benda tersebut. Dalam kasus Hoxne, penggalian dan dokumentasi profesional memberikan kesempatan kepada peneliti untuk mempelajari susunan timbunan sekaligus benda-benda yang terkandung di dalamnya.

Jumlah koin yang sangat besar juga menjadikan Hoxne Hoard penting bagi penelitian numismatik. Koin-koin tersebut mencakup beberapa pemerintahan kaisar Romawi dan membantu peneliti memahami kronologi serta pola peredaran uang pada masa akhir Kekaisaran Romawi. British Museum menyebut Hoxne sebagai salah satu temuan kekayaan paling penting dari Britania Romawi.[7]

Benda-benda perak dan emas dari Hoxne juga digunakan untuk mempelajari perkembangan seni dekoratif Romawi akhir. Beberapa benda memiliki kualitas pengerjaan yang tinggi dan menggunakan motif yang menggabungkan unsur mitologi, kehidupan sehari-hari serta simbol keagamaan. Keragaman tersebut menunjukkan bahwa budaya material masyarakat Romawi di Britania tidak hanya dipengaruhi oleh produksi lokal, tetapi juga oleh tradisi yang lebih luas di dunia Romawi.

Penyimpanan di British Museum

Sebagian besar Hoxne Hoard kini disimpan di British Museum di London. Museum tersebut menampilkan benda-benda terpenting dari temuan tersebut dalam koleksi mengenai Britania Romawi. Rekonstruksi susunan harta karun juga dipamerkan sehingga pengunjung dapat melihat bagaimana berbagai benda ditemukan dan bagaimana keseluruhan timbunan tersebut dipahami melalui penelitian arkeologis.[8]

Selain pameran, benda-benda Hoxne Hoard menjadi objek penelitian ilmiah dan historis. Koin, perhiasan dan peralatan makan memiliki nomor inventaris tersendiri dan sebagian dapat ditelusuri melalui katalog daring British Museum. Dokumentasi tersebut memungkinkan penelitian terhadap benda individual sekaligus hubungan benda-benda tersebut dengan keseluruhan timbunan.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ British Museum, "Hoxne Hoard", koleksi British Museum.
  2. ↑ British Museum, "Hoxne Hoard", keterangan koleksi mengenai penemuan dan konteks arkeologis Hoxne Hoard.
  3. ↑ Peter S. W. Guest, The Late Roman Gold and Silver Coins from the Hoxne Treasure, British Museum Press, London, 2005.
  4. ↑ British Museum, "'Empress' pepper pot from the Hoxne hoard", British Museum.
  5. ↑ British Museum, "Silver tigress from the Hoxne hoard", British Museum.
  6. ↑ British Museum, "Gilded silver spoons from the Hoxne hoard", British Museum.
  7. ↑ British Museum, "Hoxne Hoard", British Museum.
  8. ↑ British Museum, "Hoxne Hoard collection", British Museum.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan