Rabu, 21 Oktober 2026
09:00 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari

Prasasti Balawi

Bagikan:
Prasasti Balawi
Bahan bakuTembaga
Panjang35,5–38,8 cm (14,0–15,3 in)
Lebar11,6–12 cm (4,6–4,7 in)
Sistem penulisanAksara Kawi
Dibuat24 Mei 1305
DitemukanTrowulan, Mojokerto, Jawa Timur
IdentifikasiE80a-f

Prasasti Balawi adalah sebuah artefak peninggalan zaman Kerajaan Majapahit yang diterbitkan oleh Raden Wijaya pada tanggal 15 Paro Gelap (Krsnapaksa), bulan Waisaka tahun 1227 Saka, bertepatan dengan tanggal 24 Mei 1305 M. Prasasti Balawi diterbitkan sebagai pengukuhan atas keputusan pemberian status Sima atas Desa Balawi yang sebelumnya diberikan oleh Sri Harsawijaya, seorang penguasa pada zaman Kerajaan Janggala. Masyarakat Desa Balawi (saat ini terletak di Desa Blawirejo, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan)[1] pada zaman dahulu pernah diberikan anugerah Tanah Sima oleh Sri Harsawijaya yang kemudian dikukuhkan oleh Raden Wijaya.[2][3] Rakryan Apatih dan Sang Wirapati dalam hal ini bertindak sebagai perantara permohonan masyarakat Desa Balawi. Masyarakat Desa Balawi pada zaman dahulu, pernah diberikan anugerah tanah Sima di Desa Balawi oleh almarhum Sri Harsawijaya, tetapi anugerah tersebut belum dikuatkan dengan prasasti.[1]

Referensi

  1. 1 2 Tim Editorial Web, Bangga Indonesia (25 Maret 2021). "Menelusuri Jejak Sejarah Majapahit di Blawirejo Kedungpring Lamongan". Bangga Indonesia. Diakses tanggal 20 Desember 2023.
  2. ↑ Trigangga., Wardani, Fitria., Retno, Desika. (2015). Prasasti dan Raja-raja Nusantara (PDF). Jakarta: Museum Nasional Indonesia. hlm. 70.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Sapto, Eka (14 Juni 2023). "Desa di Lamongan Ini Berusia 718 Tahun dan Berstatus Sima Swatantra". Jatim Pedia. Diakses tanggal 20 Desember 2023.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan