Sabtu, 17 Oktober 2026
01:26 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
Analytika Hystera

Analytika Hystera

karya Aristoteles

Bagikan:
250px-Western_Manuscript%3B_Analytica_posteriora._Wellcome_L0019496.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Manuskrip Analisa Lanjutan (Analytica Posteriora) dalam Bahasa Latin.

Analytika Hystera (bahasa Yunani Kuno:Ἀναλυτικὰ Ὕστερα, translit. Analytiká Hýstera; bahasa Latin:Analytica Posteriora), atau Analisa Lanjutan (Posterior Analytics), adalah satu korpus dalam Organon karya Aristoteles yang menjelaskan cara pembuktian (demonstrasi) dan cara memperoleh pengetahuan.[1] Demonstrasi dibedakan sebagai silogisme yang menghasilkan pengetahuan ilmiah; adapun definisi ditandai sebagai pernyataan sifat sesuatu, pernyataan arti nama, atau rumus nominal yang setara.

Konten

Pembahasan dalam Analytika Hystera dapat diringkas sebagai berikut:

  • Semua demonstrasi harus didasarkan pada prinsip-prinsip yang sudah diketahui. Prinsip-prinsip yang mendasarinya harus dapat dibuktikan sendiri, atau disebut prinsip pertama (first principle), yang tidak dapat didemonstrasikan dan terbukti dalam dirinya sendiri ("nota per se").
  • Kita tidak dapat mendemonstrasikan hal-hal secara melingkar, seperti mendukung kesimpulan dengan premis dan premis dengan kesimpulan. Juga tidak mungkin ada terma penengah (middle terms) tak terhingga antara prinsip pertama dan kesimpulan.
  • Dalam semua demonstrasi, prinsip pertama, kesimpulan, dan semua proposisi perantara, harus merupakan kebenaran yang umum, abadi, dan wajib ada. Tidak ada demonstrasi terkait hal-hal yang terjadi secara kebetulan, atau mungkin, atau dapat berubah, atau terpisah (individual).
  • Beberapa demonstrasi hanya membuktikan sesuatu dengan cara tertentu, bukan mengapa sesuatu itu ada, meski yang terakhir adalah demonstrasi yang paling utama.
  • Bentuk pertama dari silogisme (lihat logika leksikal untuk penjelasan silogisme) paling cocok diterapkan dalam demonstrasi, karena memberi kesimpulan afirmatif secara universal. Pendekatan ini biasa digunakan oleh matematikawan.
  • Demonstrasi dalam proposisi afirmatif lebih disukai daripada proposisi negatif; juga demonstrasi dari universal ke partikular, dan demonstrasi langsung ke reductio ad absurdum.
  • Prinsip adalah lebih pasti daripada kesimpulan.
  • Tidak mungkin ada opini (dugaan) dan pengetahuan (kepastian) pada hal yang sama di saat bersamaan.

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ "Posterior Analytics, by Aristotle". web.archive.org. 2007-04-27. Diarsipkan dari versi asli pada 2007-04-27. Diakses tanggal 2023-04-06.

Pranala luar


Tentang
120px-Aristoteles_Louvre.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gagasan
Corpus Aristotelicum
Pengikut
Topik terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan