Selasa, 03 November 2026
11:15 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Pool Perlindungan Sipil Eropa

Bagikan:

Pool Perlindungan Sipil Eropa (bahasa Inggris: European Civil Protection Pool, ECPP) adalah cadangan kapasitas tanggap darurat, berupa tim terlatih beserta peralatannya, yang secara sukarela disiagakan negara anggota Uni Eropa dan negara peserta Mekanisme Perlindungan Sipil Uni Eropa agar dapat dikerahkan dengan cepat ke daerah bencana di dalam maupun di luar Uni Eropa.[1] Kapasitas tanggap, istilah resmi untuk sumber daya itu, memadukan personel khusus dan peralatan, misalnya tim penyelamatan gunung, laboratorium bergerak, unit evakuasi medis udara, atau perangkat penjernihan air, dan disiagakan untuk satu tahun atau lebih. Menurut Komisi Eropa, tujuannya adalah tanggapan Eropa yang lebih cepat, lebih terkoordinasi, dan lebih efektif terhadap bencana alam maupun bencana akibat manusia. Per September 2025, negara anggota dan negara peserta telah menawarkan 153 kapasitas tanggap ke Pool, 118 di antaranya sudah tersertifikasi dan siap dikerahkan.[1]

Sejarah

Pool lahir dari Keputusan No 1313/2013/EU tentang Mekanisme Perlindungan Sipil Uni, yang ditandatangani di Brussel pada 17 Desember 2013 oleh M. Schulz dan L. Linkevičius, dimuat dalam Jurnal Resmi Uni Eropa pada 20 Desember 2013, dan diterapkan mulai 1 Januari 2014; laman Komisi menyebut Pool dibentuk pada 2013, sedangkan laman Jaringan Pengetahuan Perlindungan Sipil Uni (UCP Knowledge Network) menulis 2014.[2][1][3] Pasal 11 versi asli membentuknya dengan nama Kapasitas Tanggap Darurat Eropa (European Emergency Response Capacity, EERC), yaitu pool sukarela berisi kapasitas tanggap yang telah diikrarkan negara anggota, mencakup modul, kapasitas tanggap lain, dan pakar. Komisi ditugasi menetapkan jenis dan jumlah kapasitas kunci yang dibutuhkan, yang disebut sasaran kapasitas, serta mengelola proses sertifikasi dan pendaftaran; kapasitas yang diikrarkan tetap tersedia untuk keperluan nasional setiap saat.[2]

Keputusan (UE) 2019/420 tanggal 13 Maret 2019, yang ditandatangani di Strasbourg oleh A. Tajani dan G. Ciamba dan sekaligus membentuk rescEU, mengganti nama EERC menjadi Pool Perlindungan Sipil Eropa. Konsideransnya menyebut penguatan Pool memerlukan pembiayaan Uni yang lebih besar untuk adaptasi, perbaikan, dan operasi kapasitas, dan menempatkan rescEU sebagai upaya terakhir bagi situasi yang tidak tertangani oleh kapasitas nasional dan kapasitas yang diikrarkan ke Pool. Pasal 11 yang baru menegaskan bahwa bantuan lewat Pool bersifat melengkapi kapasitas yang ada di negara peminta.[4] Aturan pelaksananya kini tertuang dalam Keputusan Pelaksana Komisi (UE) 2025/704 tanggal 10 April 2025, yang mencabut Keputusan Pelaksana 2014/762/EU dan (UE) 2019/1310.[5]

Cara kerja

Isi Pool terbagi empat: modul, yaitu gabungan personel dan sarana yang harus memenuhi syarat teknis minimum; tim bantuan teknis dan dukungan (TAST) yang memberi dukungan logistik bagi tim perlindungan sipil Uni; kapasitas tanggap lain, termasuk barang bantuan; dan pakar yang dikerahkan dalam tim perlindungan sipil Uni.[3] Sasaran kapasitas ditetapkan dalam Lampiran III Keputusan Pelaksana 2025/704 sebagai jumlah modul yang ditargetkan tersedia serentak untuk dikerahkan, misalnya 20 modul pemompaan berkapasitas tinggi, 6 modul penjernihan air, dan 15 tim medis darurat tipe 1 tetap, dan kesesuaiannya dinilai Komisi bersama negara anggota sekurang-kurangnya setiap dua tahun.[5] Kapasitas Pool diharapkan siap dikerahkan ke seluruh dunia begitu permintaan bantuan masuk lewat Pusat Koordinasi Tanggap Darurat (ERCC), tetapi tetap berada di bawah komando dan kendali negara penawarnya, artinya negara itulah yang memberi perintah kepada timnya, dan keputusan akhir pengerahan ada pada negara yang mendaftarkannya; hanya keadaan darurat dalam negeri, keadaan kahar, atau alasan serius lain yang boleh menghalangi ketersediaannya.[3][2]

Sertifikasi

Sertifikasi adalah pemeriksaan bahwa suatu kapasitas memenuhi standar untuk dikerahkan. Prosesnya umumnya tiga tahap: kunjungan konsultatif, latihan di atas meja, dan latihan lapangan; dalam latihan simulasi bencana itu kinerja kapasitas diamati tim sertifikasi yang terdiri atas sejawat dari negara anggota dan negara peserta serta staf Uni Eropa.[3][1] Tim pencarian dan penyelamatan perkotaan diterima bila memegang klasifikasi INSARAG (International Search and Rescue Advisory Group) yang berlaku, sedangkan tim medis darurat dan laboratorium bergerak diterima bila sudah diklasifikasi Organisasi Kesehatan Dunia. Kapasitas yang lolos didaftarkan dalam Sistem Komunikasi dan Informasi Darurat Bersama (CECIS), dan masa komitmennya berjalan sejak tanggal sertifikasi.[3] Bila negara anggota mengikrarkan kembali kapasitas yang sama, sertifikasinya dinilai ulang paling lambat setelah lima tahun.[5]

Pendanaan

Pasal 21 Keputusan 1313/2013/EU, sebagaimana diubah pada 2019, mengatur hibah adaptasi, yaitu dana Uni untuk meningkatkan atau memperbaiki kapasitas supaya siap dikerahkan sebagai bagian dari Pool: 75 persen biaya yang memenuhi syarat untuk peningkatan, asalkan tidak melebihi 50 persen biaya rata-rata pengembangan kapasitas itu, dan 75 persen biaya untuk perbaikan. Kapasitas penerima hibah harus tersedia di Pool selama masa minimum yang terkait dengan dana yang diterima, antara 3 dan 10 tahun.[4][5] Saat dikerahkan, bantuan keuangan Uni bagi kapasitas Pool tidak boleh melebihi 75 persen biaya pengoperasian termasuk transportasi, dan sejak Regulasi (UE) 2021/836 rumusan itu berlaku sama untuk bencana di dalam maupun di luar Uni.[6]

Korps Medis Eropa

Korps Medis Eropa (European Medical Corps) menghimpun semua kapasitas tanggap medis yang diikrarkan negara anggota ke Pool. Korps ini dibentuk sebagai jawaban atas kelangkaan tim medis terlatih selama krisis Ebola di Afrika Barat pada 2014, dan bila dikerahkan lewat mekanisme, Uni menanggung 75 persen biaya transportasi dan operasinya. Per Desember 2022, 12 negara menyediakan 17 tim yang terdiri atas tim medis darurat, laboratorium bergerak, dan pesawat evakuasi medis; tim medis darurat sendiri adalah tim tenaga kesehatan yang memberi perawatan langsung kepada korban bencana.[7]

Contoh pengerahan

Setelah Siklon Batsirai menghantam Madagaskar pada 5 Februari 2022, Prancis mengirim modul penjernihan air dan pesawat nirawak, Jerman modul penjernihan air, dan Polandia tim medis darurat beranggotakan 15 orang. Ketika gempa bermagnitudo 7,8 mengguncang Turki pada 6 Februari 2023, 12 negara anggota mengerahkan beragam kapasitas Pool, di antaranya tim pencarian dan penyelamatan perkotaan dan tim medis darurat. Pada 2 Januari 2024 Prancis meminta bantuan untuk banjir di departemen Nord dan Pas-de-Calais; Belanda mengirim tim pemompaan berkapasitas tinggi dengan 4 pompa beserta pipa dan personelnya, dan Slowakia satu modul dengan 2 pompa. Pada kebakaran hutan Spanyol 2025, yang menurut perkiraan sementara membakar lebih dari 390.000 hektare, Prancis dan Jerman mengirim 2 tim pemadam kebakaran hutan darat beserta kendaraannya dan Finlandia, Rumania, serta Yunani 3 tim lainnya, seluruhnya 230 petugas pemadam dengan peralatan khusus.[1]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 "European civil protection pool". civil-protection-humanitarian-aid.ec.europa.eu (dalam bahasa Inggris). Komisi Eropa. 2026-01-16. Diakses tanggal 2026-09-29.
  2. 1 2 3 "Decision No 1313/2013/EU of the European Parliament and of the Council of 17 December 2013 on a Union Civil Protection Mechanism". EUR-Lex (dalam bahasa Inggris). 2013-12-20. Diakses tanggal 2026-09-29.
  3. 1 2 3 4 5 "Welcome to the European Civil Protection Pool (ECPP, or the Pool)". UCP Knowledge Network (dalam bahasa Inggris). Komisi Eropa. 2026-09-24. Diakses tanggal 2026-09-29.
  4. 1 2 "Decision (EU) 2019/420 of the European Parliament and of the Council of 13 March 2019 amending Decision No 1313/2013/EU on a Union Civil Protection Mechanism". EUR-Lex (dalam bahasa Inggris). 2019-03-20. Diakses tanggal 2026-09-29.
  5. 1 2 3 4 "Commission Implementing Decision (EU) 2025/704 of 10 April 2025 laying down rules for the implementation of Decision No 1313/2013/EU of the European Parliament and of the Council on a Union Civil Protection Mechanism and repealing Commission Implementing Decisions 2014/762/EU and (EU) 2019/1310". EUR-Lex (dalam bahasa Inggris). 2025-04-15. Diakses tanggal 2026-09-29.
  6. ↑ "Regulation (EU) 2021/836 of the European Parliament and of the Council of 20 May 2021 amending Decision No 1313/2013/EU on a Union Civil Protection Mechanism". EUR-Lex (dalam bahasa Inggris). 2021-05-26. Diakses tanggal 2026-09-29.
  7. ↑ "European medical corps". civil-protection-humanitarian-aid.ec.europa.eu (dalam bahasa Inggris). Komisi Eropa. 2022-12-08. Diakses tanggal 2026-09-29.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan