Senin, 12 Oktober 2026
22:44 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Pontius Aquila

Pontius Aquila

Bagikan:
Tribunus plebis dan pembunuh Julius CaesarTemplat:SHORTDESC:Tribunus plebis dan pembunuh Julius Caesar
Pontius Aquila
250px-Death_of_Julius_Caesar_2.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
The Assassination of Julius Caesar: karya William Holmes Sullivan
Meninggal21 April 43 SM, dekat Modena, Galia Cisalpina, Republik Romawi
PekerjaanTribunus plebis (45 SM), Legatus dari Gubernur Galia Cisalpina (setelah Idus Martiae, 44 SM)
Dikenal karenaPembunuhan Julius Caesar

Pontius Aquila (meninggal 21 April 43 SM, dekat Modena, Galia Cisalpina, Republik Romawi) adalah politikus Romawi, komandan militer, dan salah satu pembunuh Julius Caesar. Sebagai tribunus plebis pada 45 SM, ia mengganggu Caesar dengan menolak untuk berdiri saat prosesi pawai kemenangan Romawinya, dan pada tahun selanjutnya, berbagung dalam konspirasi untuk membunuh Caesar. Aquila meninggal di Pertempuran Modena melawan Marcus Antonius pada 21 April 43 SM, sebelum terbentuknya Triumviratus Kedua.

Kehidupan dan karier

Aquila kemungkinan besar lahir di keluarga biasa dari Sutrium, Etruria selatan.[1] Dia adalah republikan dan musuh dari Julius Caesar sejak awal, dan kemungkinan mendukung musuh Caesar, yaitu Pompey, dalam Perang saudara Caesar pada 49 SM.[2] Pada 45 SM, saat masa jabatan Caesar, dia adalah tribunus plebis, dan saat pawai kemenangan Romawi Caesar pada bulan Oktober, Aquila tidak seperti tribunus lainnya yang berdiri untuk menghormati Caesar, ia malah tidak. Ini membuat Caesar sangat kesal sampai ia mengucapkan kepada Aquila, "Kalau begitu, datanglah, Aquila, rebut republik dariku, tribunus",[3] dan untuk beberapa hari, Caesar tidak membuat janji publik kepada siapapun tanpa menambahkan, "itu, jika Pontius Aquila mengizinkanku".[4][5] Hal ini mungkin menghasilkan permusuhan diantara mereka berdua, karena Aquila menjadi salah satu pembunuh Caesar.

Setelah Idus Martiae, ia menjadi legatus dari gubernur Galia Cisalpina, yaitu Decimus Junius Brutus Albinus, yang juga merupakan salah satu pembunuh Caesar. Ketika Marcus Antonius melawan Decimus pada 43 SM dan mengepungnya di Modena, Aquila tidak bersembunyi dengan Decimus, tetapi malah keluar, merekrut pasukan dan mengumpulkan peralatan, dan melakukan operasi sendiri. Di Januari akhir, ia mengambil Claternae bersama dengan konsul Aulus Hirtius, lalu lanjut ke Pollentia, di mana ia mengalahkan bawahan Marcus Antonius, yaitu Titus Munatius Plancus Bursa, saat pertempuran. Aquila bergabung dengan Hirtius lagi di luar Modena untuk mematahkan pengepungan Decimus oleh Antonius di Modena.[5] Di pertempuran, para republikan menang, tetapi Aquila dan Hirtius meninggal. Sebagai penghormatan, Senat menerima permintaan Cicero untuk membangun patung. Münzer mengatakan bahwa dari seluruh musuh Caesar, kematian Aquila adalah yang paling terhormat.[6]

Aquila mungkin adalah leluhur dari Pontius Pilate, prefek abad ke-1 Yudea, yang terkenal karena menghukum mati Yesus Kristus.[7]

Lihat pula

Catatan kaki

  1. ↑ Cadoux & Badian, hlm. 1183. Taylor, hlm. 247, and Wiseman, hlm. 253, mengindentifikasinya dengan pontiff Lucius Pontius Aquila terbukti dalam sebuah inskripsi (Templat:CIL) di kota itu. Münzer, col. 35, kurang yakin, tetapi setuju bahwa ini menetapkan Sutrium sebagai tempat kelahiran Aquila.
  2. ↑ Drumann & Groebe, hlm. 638; Münzer, col. 35.
  3. ↑ Latin: repete ergo a me Aquila rem publicam tribunus.
  4. ↑ Latin: si tamen per Pontium Aquilam licuerit. Suetonius, Life of Julius Caesar, 78.2.
  5. 1 2 Münzer, col. 35.
  6. ↑ Münzer, col. 36.
  7. ↑ Demandt, Alexander (2012). Pontius Pilatus (dalam bahasa Jerman). C.H.Beck. hlm. 46–47. ISBN 978-3-406-63362-1.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan