Jumat, 30 Oktober 2026
02:32 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Malapari

Malapari

pohon tepi pantai

Bagikan:
Malapari
250px-Pongam_pinnat_110716-15926_sntong.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Polong malapari, Pongamia pinnata
di pantai Rempek, Gangga, Lombok Utara
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Klad:Tracheophyta
Klad:Angiospermae
Klad:Eudikotil
Klad:Rosid
Ordo:
Famili:
Genus:
Pongamia
Spesies:
P. pinnata
Nama binomial
Pongamia pinnata[1]
Sinonim
Daftar
    • Cytisus pinnatus L.[3] (basionym)
    • Dalbergia arborea Willd.
    • Galedupa indica Lam.
    • Galedupa pungum J.G.Gmel.
    • Millettia novo-guineensis Kaneh. & Hatus.
    • Pongamia glabra Vent.
    • Pongamia xerocarpa Hassk.
    • Pterocarpus flavus Lour.
    • Robinia mitis L.
    • Millettia pinnata (L.) Panigrahi

    Sinonim selengkapnya: The Plant List[4]

Artikel takson sembarang

Malapari atau mempari[5] (Pongamia pinnata) adalah sejenis pohon penghuni pantai, anggota suku Fabaceae (Leguminosae). Pohon ini juga dikenal dengan nama-nama lokal seperti kacang kayu laut (Mly.); mabai (Bk.); ki pahang, ki pahang laut (Sd.); bangkong, bangkongan, kepik (Jw.); kranji (Md.); butis, sikam (Tim.); berah (Alor); asawali, sawali, awakal, wawakal (Amb.); liada (Seram); hate hira (Ternate); maho (Galela); marauwen (Minh.) [6]

Dinamakan sebagai Indian beech dalam bahasa Inggris, pohon ini tersebar mulai dari India di barat, Tiongkok dan Jepang di utara, kawasan Malesia, hingga Australia dan Pasifik.[7][8][9] Dalam bahasa-bahasa di India: poongam, pungai, karanj, honge, dan lain-lain.

Pengenalan

250px-Pongamia_pinnata_Blanco2.417.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pelat botani menurut Blanco
250px-Pongam_pinnat_110716-15930_sntong.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tumbuh di tepi pantai. Penutup tanah adalah katang-katang (Ipomoea pes-caprae)
250px-Karanj_%28Pongamia_pinnata%29_trunk_in_Hyderabad%2C_AP_W_IMG_6660.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Batang
250px-Pongamia_pinnata_%28Karanj%29_near_Hyderabad_W_IMG_7633.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tandan bunga
250px-Starr_080530-4646_Milletia_pinnata.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Polong buah yang kering dan bijinya

Pohon berukuran sedang, tinggi hingga 25 m dan gemang batang hingga garis-tengah 25 cm. Pepagan halus hingga memecah dangkal, kelabu hingga cokelat-jambon; pepagan bagian dalam kecokelatan hingga kuning, keras berbau seperti kacang. Tajuknya padat, hijau mengilap. Kayunya berwarna putih.[5][10]

Daun-daun majemuk menyirip gasal beranak daun 5, panjang 15–30 cm, gundul. Helai anak daun tipis seperti kertas, jorong lebar hingga bundar telur, 8 × 5 cm, dengan lk. 6 pasang tulang daun sekunder; helaian dengan ujung penetes yang pendek, tumpul atau membundar; pangkal helaian membundar. Perbungaan dalam tandan di ketiak, panjang hingga 20 cm. Kuntum bunga sepanjang lk. 1 cm; dengan kelopak bentuk mangkuk, merah-jambu hingga merah kusam; mahkota bunga merah-jambu atau putih. Polongan lonjong dengan ujung melengkung, lk. 4–7 cm, gundul, mengayu, cokelat pucat, tidak memecah; berisi sebutir biji.[5]

Ekologi dan agihan

Malapari diyakini berasal dari Asia daratan, khususnya menyebar di wilayah tropika dan subtropika di India, Bangladesh, Nepal, Burma, dan Thailand; di sepanjang aliran sungai dan garis pantai.[11][12] Dari kawasan ini, malapari kemudian menyebar ke negeri-negeri sekitarnya dan yang lebih jauh, di antaranya: Pakistan, Srilangka, Malaysia, Indonesia, Filipina, Papua Nugini, Australia, Samoa, Tonga, Fiji, Kepulauan Solomon, Selandia Baru, Tiongkok, Jepang, Amerika Serikat, Mauritius, Seychelles, Sudan, dan Mesir.[11]

Di Nusantara, malapari umum ditemukan di pantai-pantai berpasir dan berkarang,[10] dan di sana-sini juga di perbatasan hutan mangrove ke arah darat, pada bagian yang bertanah kering.[13] Pohon ini berbunga di sepanjang tahun.[13]

Satu varietasnya, yakni var. xerocarpa (Prain) Thoth., menyebar lebih jauh ke pedalaman, di sekitar tepian sungai. Varietas ini dibedakan karena memiliki 3 pasang + 1 helai anak daun; dengan helaian yang jorong sempit meruncing, ujung penetes yang panjang runcing, dan kiri kanan tulang daun utama di sisi bawah acap kali berambut halus.[5][10]

Manfaat

Rumphius mencatat bahwa pepagan Malaparius dapat digunakan untuk mengobati akibat sengatan ikan sembilang atau sejenisnya. Menurutnya pula, rebusan kulit pohon ini bersama kacang (hijau ?), bawang putih, mesoyi dan cengkeh, dipakai orang-orang Seram Timur dan Banda untuk menyembuhkan sakit beri-beri.[14] Kulit kayu berbau tak enak ini di Grajagan, Banyuwangi, dipakai untuk mengatasi kudis.[15]

Bijinya beracun dan dipakai untuk meracun ikan.[15] Minyak bijinya dipakai untuk mengobati penyakit kulit, sebagai minyak lampu, bahan pembuatan sabun, dan kini juga sebagai bahan biodiesel.[16][17]

Malapari juga acap ditanam sebagai peneduh tepi jalan atau kanal irigasi, penghias taman, penghalang angin, dan penyubur tanah.[11][12] Kayunya yang berserat bagus dipakai dalam pembuatan kabinet, alat-alat pertanian, gagang peralatan, tonggak dan lain-lain.[11] Dengan nilai kalori sebesar 4600 kkal per kg, ranting-ranting dan kayu pohon ini baik untuk dijadikan kayu bakar.[12]

Catatan kaki

  1. ↑ "Pongamia pinnata (L.) Pierre". ILDIS. ILDIS. 2010-07-14. Diakses tanggal 2015-08-24.
  2. ↑ Pierre, JBL. 1899. Flore Forestière de la Cochinchine 3(25): sub pl. 385. Paris :O. Doin, 1880-1907.
  3. ↑ Linne, C. von & L. Salvius. 1753. Species plantarum :exhibentes plantas rite cognitas, ad genera relatas, cum differentiis specificis, ... vol. 2: 741. Holmiae :Impensis Laurentii Salvii, [1 May 1753].
  4. ↑ "Pongamia pinnata (L.) Pierre". ILDIS. The Plant List. 2010-07-14. Diakses tanggal 2015-08-24.
  5. 1 2 3 4 Argent, G., A. Saridan, EJF. Campbell, & P. Wilkie. t.t. "Leguminosae". Manual of The Larger and More Important Non-Dipterocarp Trees of Central Kalimantan, Indonesia. :366. Samarinda: Forest Research Institute.
  6. ↑ Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia 2: 1005. Jakarta: Badan Litbang Kehutanan, Departemen Kehutanan. (versi berbahasa Belanda -1916- II: 306, sebagai Pongamia glabra.).
  7. ↑ "Millettia pinnata (L.) Panigrahi". Germplasm Resources Information Network. United States Department of Agriculture. 2006-01-31. Diakses tanggal 2010-05-02.
  8. ↑ "Plants profile for Millettia pinnata (pongame oiltree)". PLANTS Profile. United States Department of Agriculture. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-06-06. Diakses tanggal 2012-03-30.
  9. ↑ Hyland, BPM.; T. Whiffin; FA. Zich, et al. 2010. "Factsheet – Millettia pinnata" Diarsipkan 2011-03-28 di Wayback Machine. Australian Tropical Rainforest Plants. Edition 6.1, online version [RFK 6.1]. Cairns, Australia: Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO), through its Division of Plant Industry; the Centre for Australian National Biodiversity Research; the Australian Tropical Herbarium, James Cook University. Retrieved 14 Mar 2013.
  10. 1 2 3 Whitmore, TC. 1972. "Leguminosae". In: TC. Whitmore (Ed.) Tree Flora of Malaya vol. 1: 303. Kuala Lumpur :Longman.
  11. 1 2 3 4 Orwa C.; Mutua A.; Kindt R.; Jamnadass R.; Simons A. (2009). "Pongamia pinnata; Fabaceae - Papilionoideae; (L.) Pierre; pongam, karanj, karanga, kanji" (PDF). Agroforestry Database version 4.0. Diakses tanggal 2013-11-27.
  12. 1 2 3 Winrock FactSheet: Pongamia pinnata - a nitrogen fixing tree for oilseed Diarsipkan 2016-01-17 di Wayback Machine
  13. 1 2 Giesen, W., S. Wulffraat, M. Zierenand & L. Scholten. 2007. Mangrove Guidebook for Southeast Asia[pranala nonaktif permanen]: 198-9. Bangkok :FAO and Wetlands International. ISBN 974-7946-85-8
  14. ↑ Rumpf, G.E. 1743. Herbarium Amboinense: plurimas conplectens arbores, frutices, ... Pars III: 183, Tab. cxvii. Amstelaedami :apud Franciscum Changuion, Joannem Catuffe, Hermannum Uttwerf. MDCCXLIII.
  15. 1 2 Koorders, SH. & Th. Valeton. 1895. Bijdrage tot de kennis der Boomsorten op Java. no. 2: 93. Meded. uit 's Lands Plantentuin no. XIV. Batavia: G. Kollf & co. (sebagai Pongamia glabra.)
  16. ↑ Duke, JA. 1983. Handbook of Energy Crops: Pongamia pinnata (L.) Pierre
  17. ↑ Sangwan, S., DV.Rao & RA. Sharma. 2010. "A review on Pongamia pinnata (L.) Pierre: a great versatile leguminous plant". Nature and Science 8(11): 130-9.

Pranala luar

Wikispecies logo
Wikispecies mempunyai informasi mengenai Pongamia pinnata.
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Malapari.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan