Minggu, 18 Oktober 2026
09:18 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Polifarmasi

Bagikan:
Artikel ini perlu dikembangkan dari artikel terkait di Wikipedia bahasa Inggris. (Mei 2025)
klik [tampil] untuk melihat petunjuk sebelum menerjemahkan.
  • Lihat versi terjemahan mesin dari artikel bahasa Inggris.
  • Terjemahan mesin Google adalah titik awal yang berguna untuk terjemahan, tapi penerjemah harus merevisi kesalahan yang diperlukan dan meyakinkan bahwa hasil terjemahan tersebut akurat, bukan hanya salin-tempel teks hasil terjemahan mesin ke dalam Wikipedia bahasa Indonesia.
  • Jangan menerjemahkan teks yang berkualitas rendah atau tidak dapat diandalkan. Jika memungkinkan, pastikan kebenaran teks dengan referensi yang diberikan dalam artikel bahasa asing.
  • Setelah menerjemahkan, {{Translated|en|Polypharmacy}} harus ditambahkan di halaman pembicaraan untuk memastikan kesesuaian hak cipta.
  • Untuk panduan lebih lanjut, lihat Wikipedia:Panduan dalam menerjemahkan artikel.

Polifarmasi adalah pengonsumsian obat minimal 5 (lima) jenis dalam sekali waktu. Kondisi tersebut terjadi pada usia remaja dan dewasa yang dapat menyebabkan kerugian dalam hal medis.[1] Akan tetapi, polifarmasi bisa terjadi pada semua kalangan. Istilah polifarmasi terdiri dari 2 (dua) kata, yaitu poli 'banyak' dan farmasi 'obat-obatan'. Biasanya, usia dewasa mempunyai penyakit kronis sehingga melakukan polifarmasi untuk harapan sembuh, tetapi dapat terjadi risiko yang tidak diiinginkan.[2][3] Penyakit kronis tersebut, seperti jantung, paru-paru, hipertensi, dan diabetes. Oleh karena, jika terjadi sebuah fenomena tentang polifarmasi, penderita wajib memperhatikan penanganan khusus.

Dampak polifarmasi

Polifarmasi berdampak negatif yang bukan hanya berhubungan dengan farmakologi, melainkan juga sosial dan ekonomi. Jika dikonsumsi dalam polifarmasi, obat akan berinteraksi antarobat dan bereaksi negatif sehingga menimbulkan hal yang buruk. Polifarmasi juga akan terjadi apabila obat dikonsumsi dalam takaran obat dan durasi terapi yang salah.[4] Hal tersebut disebut dengan overdosis yang dapat mengakibatkan kematian.

Pasien tidak meminum obat juga merupakan dampak polifarmasi. Efek samping dan kompleksitas aturan minum obat dapat mengakibatkan pasien berhenti untuk meminum obat tersebut. Hal tersebut terjadi disebabkan oleh pasien yang mempunyai literasi yang belum mumpuni sehingga dibutuhkan peran dari tenaga medis untuk melakukan edukasi kepada pasien.[5]

Upaya polifarmasi

Polifarmasi dapat diupayakan dengan mengurangi atau menghentikan konsumsi obat yang bermanfaat secara klinis. Berdasarkan sistematis, upaya tersebut berdampak positif yang mencakup peningkatan kualitas hidup dan penurunan efek samping obat.[6] Akan tetapi, upaya tersebut perlu diterapkan dengan pendekatan kerja sama, seperti pasien, apoteker, dan dokter.

Peran apoteker

Apoteker mempunyai peranan penting dalam mengelola polifarmasi. Contohnya, tindakan medication review secara berkala sebagai pengidentifikasi obat yang tidak diperlukan. Pengurangan jumlah dan indikasi obat dapat dilakukan dengan intervensi farmasi. Selain itu, apoteker perlu melakukan pemastian bahwa aturan mengonsumsi obat secara benar telah dilakukan oleh pasiennya.[7]

Pendekatan polifarmasi

Polifarmasi membutuhkan pendekatan terstruktur dan pendekatan interdisipliner karena terdapat kompleksitas dalam fenomena polifarmasi. Sebagai solusi fenomena tersebut, tenaga medis dan pasien perlu kolaborasi untuk mengadakan pelatihan dan edukasi.[8] Di samping itu, penerapan kebijakan rasionalisasi pengonsumsian obat secara layanan primer dan layanan sekunder. Manajemen polifarmasi membutuhkan pendekatan holistik sebagai peningkatan efisiensi pelayanan medis dan keselamatan pasien yang dilakukan dengan komprehensif.[9]

Referensi

  1. ↑ Halli-Tierney, Anne D.; Scarbrough, Catherine; Carroll, Dana (2019-07-01). "Polypharmacy: Evaluating Risks and Deprescribing". American Family Physician (dalam bahasa American English). 100 (1): 32–38.
  2. ↑ Varghese, Dona; Ishida, Cecilia; Patel, Preeti; Haseer Koya, Hayas (2025). Polypharmacy. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. PMID 30422548.
  3. ↑ Maher, Robert L; and Hajjar, Emily R (2014-01-01). "Clinical consequences of polypharmacy in elderly". Expert Opinion on Drug Safety. 13 (1): 57–65. doi:10.1517/14740338.2013.827660. ISSN 1474-0338. PMC 3864987. PMID 24073682.{{cite journal}}: |first2= tidak memiliki |last2=Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  4. ↑ Masnoon, Nashwa; Shakib, Sepehr; Kalisch-Ellett, Lisa; Caughey, Gillian E. (2017-12). "What is polypharmacy? A systematic review of definitions". BMC Geriatrics (dalam bahasa Inggris). 17 (1). doi:10.1186/s12877-017-0621-2. ISSN 1471-2318. PMC 5635569. PMID 29017448.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  5. ↑ Baldwin, R. Michael; Ohlsson, Staffan; Pedersen, Rasmus Steen; Mwinyi, Jessica; Ingelman‐Sundberg, Magnus; Eliasson, Erik; Bertilsson, Leif (2008-05). "Increased omeprazole metabolism in carriers of the CYP2C19*17 allele; a pharmacokinetic study in healthy volunteers". British Journal of Clinical Pharmacology (dalam bahasa Inggris). 65 (5): 767–774. doi:10.1111/j.1365-2125.2008.03104.x. ISSN 0306-5251. PMC 2432489. PMID 18294333.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  6. ↑ Barzel, Uriel S.; Rajasekaran, Divya (2015-04). "Atypical Femoral Fracture: Report of a Case and a Hypothesis As to the Pathophysiology". Journal of the American Geriatrics Society (dalam bahasa Inggris). 63 (4): 827–829. doi:10.1111/jgs.13369. ISSN 0002-8614.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  7. ↑ Kamba, Vyani (2021-04-17). "Peran Apoteker dalam Meningkatkan Kepatuhan Berobat pada Pasien Diabetes Melitus". JOURNAL OF NONCOMMUNICABLE DISEASES (dalam bahasa American English). 1 (1): 45–50. doi:10.52365/jond.v1i1.225. ISSN 2776-3161.
  8. ↑ Utami, Primanitha Ria; Mayangsari, Fransisca Dita; Ferlania, Dianda Aryntya Firia; Melinda, Sinta Oktavia (2024-12-04). "EDUKASI KEPATUHAN MINUM OBAT LANSIA MELALUI PENGGUNAAN WEBSITE LAYANAN KEFARMASIAN". JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) (dalam bahasa Inggris). 8 (6): 5674–5683. doi:10.31764/jmm.v8i6.26795. ISSN 2614-5758.
  9. ↑ Retnaningsih, Dwi; Deraya, Reanita Anggis; Anissya Putri, Iva; Selviana, Sinta; Sukesi, Niken (2024). Optimalisasi Asuhan Keperawatan: Mengatasi Tantangan pada Pasien Kanker Payudara selama Kemoterapi. Pekalongan: PT Nasya Expanding Management. hlm. 63. ISBN 9786231157003.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik farmasi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan