Jumat, 09 Oktober 2026
02:39 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Pogrom Istanbul

Bagikan:

Pogrom Istanbul, dikenal pula sebagai kerusuhan Istanbul atau peristiwa September (bahasa Yunani:Σεπτεμβριανά Septemvriana, "Peristiwa September"; bahasa Turki:6–7 Eylül Olayları, "Peristiwa 6-7 September"), adalah serangan massa terorganisir terhadap minoritas Yunani di Istanbul pada 6–7 September 1955. Kerusuhan ini didalangi oleh Demokrat Parti , partai Adnan Menderes yang saat itu berkuasa,komando pasukan khusus yang dibentuk NATO yaitu Seferberlik Tetkik Kurulu, Kontrgerilla, Operasi Gladio dan Milli Emniyet Hizmeti , pendahulu Organisasi Intelijen Nasional pada masa kini.[1] Peristiwa ini dipicu oleh kabar palsu bahwa konsulat Turki di Thessaloniki, Yunani utara—rumah di mana Mustafa Kemal Atatürk dilahirkan pada 1881-telah dibom sehari sebelumnya.[2] Sebuah bom dipasang oleh seorang Turki di konsulat tersebut, yang kemudian ditahan dan menaku, menghasut peristiwa tersebut. Pers Turki, menyampaikan berita tersebut di Turki, bungkam terkait penangkapan itu dan lebih memilih untuk menyampaikan bahwa orang Yunani telah meledakkan bom tersebut.

Catatan kaki

  1. ↑ ""6-7 Eylül yağma olayları bir MİT organizasyonu (6-7 September looting events is a MİT orchestration)", Sabah newspaper, accessed: 2 January 2014". Diarsipkan dari asli tanggal 2018-07-09. Diakses tanggal 2015-05-01.
  2. ↑ Güven, Dilek (2005-09-06). "6–7 Eylül Olayları (1)". Radikal (dalam bahasa Turkish).{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Istanbul Pogrom, 1955.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan