Kamis, 29 Oktober 2026
07:48 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Podocarpus nivalis

Podocarpus nivalis

Bagikan:
Untuk spesies tumbuhan lain yang juga dikenal sebagai tōtara, lihat List of plants known as tōtara.

Podocarpus nivalis
250px-Podocarpus_nivalis_-_John_Barkla_-_1573555.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
P. nivalis di Pegunungan Kakanui
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Gymnospermae
Divisi: Pinophyta
Kelas: Pinopsida
Ordo: Araucariales
Famili: Podocarpaceae
Genus: Podocarpus
Spesies:
P. nivalis
Nama binomial
Podocarpus nivalis

Podocarpus nivalis, atau tōtara gunung atau tōtara salju, adalah spesies konifer dalam keluarga Podocarpaceae. Tanaman ini endemik di Selandia Baru.

Nama dan etimologi

Podocarpus nivalis pertama kali dideskripsikan dan digambar oleh W.J. Hooker pada tahun 1843 dalam karyanya yang berjudul Icones Plantarum. Tumbuhan yang dideskripsikan tersebut ditemukan di Gunung Tongariro, di Pulau Utara Selandia Baru, oleh William Colenso, "di dekat batas salju abadi".[3]

Nama spesies "nivalis" berarti "tumbuh di dalam atau dekat salju."[4] Nama vernakular lain untuk tanaman ini adalah "tōtara alpin".[5]

Deskripsi

Podocarpus nivalis tumbuh sebagai perdu setinggi 20–40 cm dengan cabang-cabang yang menyebar. Tanaman ini juga bisa tumbuh semi-tegak hingga setinggi 2 atau 3 meter. Cabang yang menyentuh tanah sering kali berakar.[6] Tanaman ini membentuk hamparan seluas beberapa meter persegi.[5]

Daunnya tebal, kaku, dan tumbuh rapat. Daun tersusun secara spiral dan berwarna hijau kecokelatan saat menua.[6] Daunnya memiliki panjang 3–10 mm dan lebar 2–2,5 mm, berbentuk seperti perahu (navikulat) hingga ovate-linear. Daun mungkin melengkung ke luar atau ke bawah. Ujung daunnya tumpul atau mucronate.[5]

Arilus merah sukulen dari Podocarpus nivalis di Taman Nasional Arthur's Pass. Arilusnya dapat dimakan dan memiliki rasa manis namun bergetah.
Arilus merah sukulen dari Podocarpus nivalis di Taman Nasional Arthur's Pass. Arilusnya dapat dimakan dan memiliki rasa manis namun bergetah.

Persebaran

Spesies ini ditemukan di Pulau Utara bagian selatan Gunung Hikurangi dan Gunung Pirongia serta di Pulau Selatan.[6]

Budidaya dan kegunaan

Tanaman ini adalah salah satu podokarpa paling tangguh di Belahan Bumi Selatan, yang mampu bertahan pada suhu minus 25 °C (minus 13 °F) di Kepulauan Britania,[butuh rujukan] dan bertahan hidup dalam periode panjang di bawah salju di habitat aslinya, dekat garis pohon di pegunungan tinggi Selandia Baru. Tanaman ini membutuhkan curah hujan yang tinggi untuk tumbuh dengan baik.

Referensi

  1. ↑ Farjon, A. (2013). "Podocarpus nivalis". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2013 e.T42522A2984790. doi:10.2305/IUCN.UK.2013-1.RLTS.T42522A2984790.en. Diakses tanggal 16 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Podocarpus nivalis Hook". New Zealand Organisms Register. Landcare Research New Zealand. Diakses tanggal 15 Januari 2016.
  3. ↑ Icones Plantarum, vol 2 dari Seri Baru, atau vol 6 dari keseluruhan karya, Tab. 582 (lihat halaman berikutnya untuk gambarnya).
  4. ↑ Farjon 2017, hlm. 897.
  5. 1 2 3 Farjon 2017, hlm. 898.
  6. 1 2 3 Eagle 2008, hlm. 14.

Sumber

Bacaan lebih lanjut

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Podocarpus nivalis.
  • Allan. H.H. 1961. Flora of New Zealand. Government Printer, Wellington.
  • Bean. W. Trees and Shrubs Hardy in Great Britain. Vol 1 - 4 and Supplement. Murray 1981
  • Huxley. A. 1992. The New RHS Dictionary of Gardening. MacMillan Press 1992 ISBN0-333-47494-5


Ikon rintisan

Artikel bertopik konifer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Templat:NewZealand-plant-stub

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan