Jumat, 25 September 2026
21:22 WIB
TERKINI
Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia
Plutoid

Plutoid

planet katai trans-Neptunian

500px-Euler_diagram_of_solar_system_bodies.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Diagram Euler yang menunjukkan jenis-jenis benda langit di Tata Surya.

Plutoid atau katai es adalah planet katai trans-Neptunus, atau dalam kata lain benda langit yang mengorbit di luar Neptunus dan cukup besar sehingga memiliki bentuk yang bulat. Istilah plutoid pertama kali disetujui oleh kelompok kerja Persatuan Astronomi Internasional (IAU) yang disebut "Komite mengenai Tata Nama Benda Langit Kecil", tetapi ditolak oleh kelompok kerja "Tata Nama Sistem Planet".[1]

Diduga terdapat ribuan plutoid di Tata Surya, walaupun hanya empat yang telah diakui sebagai plutoid oleh IAU.

IAU mengembangkan kategori plutoid setelah penetapan resolusi tahun 2006 yang mendefinisikan kata "planet". Definisi resmi plutoid yang diumumkan pada tanggal 11 Juni 2008 adalah:

Plutoid adalah benda langit yang mengorbit Matahari dengan sumbu semi-mayor yang lebih besar daripada Neptunus, memiliki massa yang cukup sehingga gravitasinya dapat melebihi gaya padat benda langit tersebut dan mempertahankan kesetimbangan hidrostatik (dengan bentuk hampir bulat), dan yang belum membersihkan orbitnya dari benda langit lain. Satelit-satelit alami plutoid tidak termasuk plutoid.[2]

Akibat kesulitan dalam menentukan hidrostatis dari jauh, IAU hanya memberikan status "planet katai" (secara logis termasuk "plutoid") kepada benda langit yang besarnya paling tidak lebih besar daripada besar yang diperlukan untuk menjamin kesetimbangan hidrostatis. Pada tahun 2009, Pluto, Eris, Haumea dan Makemake adalah empat benda langit yang telah diakui sebagai plutoid, sementara terdapat lebih dari tujuh puluh benda langit lain yang belum diakui secara resmi, tetapi diduga telah memenuhi definisi IAU dan suatu saat dapat memperoleh pengakuan resmi.[3]

Alan Stern dari Southwest Research Institute berkeyakinan bahwa planet-planet luar pernah bertabrakan dengan plutoid yang berdiameter 1.000 hingga 2.000 kilometer: sumbu Uranus mungkin menjadi miring akibat tubrukan dengan plutoid, dan Triton (satelit alami terbesar Neptunus) mungkin merupakan plutoid dari Sabuk Kuiper yang tertangkap oleh gravitasi raksasa gas tersebut.[4]

Catatan kaki

  1. ↑ Karel A. van der Hucht, ed. (2009). "Reports on Astronomy 2006–2009". Transactions IAU. XXVIIA: 149. Bibcode:2009IAUTA..27..149B. doi:10.1017/S1743921308025398.{{cite journal}}: |author= memiliki nama generik
  2. ↑ "Plutoid chosen as name for Solar System objects like Pluto". Paris: International Astronomical Union (news release – IAU0804). Juni 11, 2008. Diakses tanggal 2008-06-11.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Brown, Michael E. "The Dwarf Planets". California Institute of Technology, Department of Geological Sciences. Diakses tanggal 2008-01-26.
  4. ↑ Craig B Agnor; Douglas P Hamilton (Mei 2006). "Neptune's capture of its moon Triton in a binary–planet gravitational encounter". Nature. 441 (7090): 192–194. Bibcode:2006Natur.441..192A. doi:10.1038/nature04792. PMID 16688170. Diakses tanggal 2006-05-10.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Buku Wikipedia adalah koleksi artikel yang bisa diunduh atau dipesan dalam bentuk cetak.
  • Media terkait Plutoids di Wikimedia Commons
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Plutoids.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan