Senin, 21 September 2026
07:45 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Pleuritis

Pleuritis adalah radang pada pleura, yaitu lapisan tipis yang membungkus paru-paru.[1] Radang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, tuberkulosis, kanker, atau kondisi lainnya.[2][3] Pleuritis ditandai dengan rasa sakit di bagian dada, terutama saat menarik napas panjang atau batuk.[4]

Penyebab

250px-Effusionhalf.PNG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Contoh hasil X-ray paru-paru yang mengalami pleural effusion

Pleuritis dapat disebabkan oleh beberapa macam kondisi, diantaranya adalah infeksi pada paru-paru, tuberkulosis, tumor atau kanker, trauma, dan cedera pada bagian dada.[2][3] Infeksi pada paru-paru sendiri dapat terjadi karena bakteri atau virus.[3]

Pada penderita pleuritis, terkadang didapati adanya pembentukan rongga di antara lapisan pleura yang diikuti dengan pengisian rongga oleh cairan yang diserap pleura.[2][3][4] Kondisi tersebut disebut sebagai pleural effusion.[2][4] Jika terjadi pleural effusion, maka paru-paru akan tertekan dan menyebabkan kesulitan dalam bernapas.[3]

Gejala

Gejala utama dari pleuritis adalah rasa sakit yang muncul tiba-tiba pada bagian dada.[2][3] Rasa sakit akan bertambah saat penderita menarik napas panjang atau batuk.[3] Rasa sakit terkadang juga dapat menyebar ke bagian tubuh lain, seperti bagian leher, perut, atau bahu.[3]

Referensi

  1. Gibson, John . 1990 . Fisiologi dan Anatomi Modern Untuk Perawat, Edisi 2 . Penerbit Buku Kedokteran EGC . ISBN 979-448-596-9
  2. 1 2 3 4 5 Brian Kinsey, ed. (2010). "Pleurisy". Encyclopedia of Health. Vol. 4. New York: Marshall Cavendish Corporation.{{cite encyclopedia}}: |access-date= memerlukan |url=
  3. 1 2 3 4 5 6 7 8 Fraser, Victoria J.; Iurd, Laurence; Liebson, Elizabeth; Peterson, C. Matthew . 2008 . Diseases and Disorders . New York: Marshall Cavendish Corporation . ISBN 978-0-7614-7770-9
  4. 1 2 3 Wallace, Daniel J. . 1995 . The Lupus Book . Oxford University Press, Inc. . ISBN 978-979-24-3823-9
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan