Rabu, 04 November 2026
06:11 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Planet klasik

Bagikan:

Pada zaman kuno, planet klasik adalah tujuh objek angkasa yang terlihat di langit. Ketujuh objek tersebut adalah Matahari dan Bulan dan lima planet Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus. Uranus sebetulnya juga dapat dilihat dengan nama telanjang saat malam yang cerah, tetapi tidak diidentifikasi sebagai sebuah planet sampai zaman modern.

Nama planet berasal dari istilah Yunani πλανήτης, planētēs. Ketujuhnya disebut tujuh planet klasik atau 7 planet zaman kuno.[1]

Sejarah

Astronomi Babilonia

Informasi lebih lanjut: Astronomi Babilonia

Bangsa Babilonia mengesahkan tujuh planet. Sebuah daftar dwibahasa dalam catatan Museum Britania tentang tujuh planet Babilonia dalam rangkaian ini: [2]

SumeriaAkkadiaplanetpendewaan
AkuSinBulanSin/Suen
BišebiŠamašMatahariŠamaš
DapinuUmun-sig-êaJupiterMarduk/Amarutu
Zib/ZigDele-batVenusIštar
Lu-limLu-bat-sag-ušSaturnusNinib/Nirig/Ninip[3]
BibbuLubat-gudMerkuriusNabu/Nebo
SimutuMuštabarruMarsNergal

Referensi

  1. ↑ http://csep10.phys.utk.edu/astr161/lect/classification/classification.html
  2. ↑ Mackenzie, Myths of Babylonia and Assyria (1915), chapter 13 "Astrology and Astronomy"
  3. ↑ juga disebut (Sumeria) Kâawanu dan (Akkadian) Sag-uš "firm, steadfast, phlegmatic"; lihat The Religion of Babylonia and Assyria by Thophilus G. Pinches Diarsipkan 2007-12-17 di Wayback Machine

Pranala luar

Planet
Cincin
Satelit alami
Penjelajahan
(Garis besar)
Objek
hipotetis
Daftar
Benda
kecil
Tata
Surya
Pembentukan
dan
evolusi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan