Rabu, 23 September 2026
16:19 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Lathyrus

Lathyrus

genus tumbuh-tumbuhan

Lathyrus
250px-Lathyrus_aureus0.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lathyrus aureus
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Fabales
Famili: Fabaceae
Subfamili: Faboideae
Klad: Klad IRLC
Tribus: Fabeae
Genus: Lathyrus
L. (1753), nom. cons.[1]
Spesies

Lihat teks

Sinonim[2]
  • Anurus C.Presl (1837)
  • Aphaca Mill. (1754)
  • Astrophia Nutt. (1838)
  • Athyrus Neck. (1790), opus utique oppr.
  • Cicercula Medik. (1787)
  • Clymenum Mill. (1754)
  • Graphiosa Alef. (1861)
  • Konxikas Raf. (1840)
  • Lastila Alef. (1861)
  • Lathyroides Heist. (1759), nom. superfl.
  • Lathyros St.-Lag. (1880), orth. var.
  • Menkenia Bubani (1899)
  • Navidura Alef. (1861)
  • Nissolia Mill. (1754), nom. rej.
  • Ochrus Mill. (1754)
  • Orobus L. (1753)
  • Oxypogon Raf. (1819)
  • Pisum L. (1753)
  • Platystylis Sweet (1828)
  • Spatulima Raf. (1837)
  • Vavilovia Fed. (1939)
Artikel takson sembarang

Lathyrus /ˈlæθɪrəs/[3] adalah sebuah genus tumbuhan berbunga dalam famili kacang-kacangan (Fabaceae), dan berisi sekitar 160 spesies tumbuhan. Anggotanya berasal dari daerah beriklim sedang, dengan rincian 52 spesies di Eropa, 30 spesies di Amerika Utara, 78 di Asia, 24 di Afrika Timur tropis, dan 24 di Amerika Selatan beriklim sedang.[4] Ada spesies musiman dan menahun yang mungkin memanjat atau lebat. Genus ini memiliki banyak bagian, termasuk Orobus yang dulunya merupakan genus tersendiri.[5] Genus ini mempunyai banyak sinonim, termasuk Pisum yang merupakan nama Latin kuno untuk ercis.[6]

Ekologi

Spesiesnya digunakan sebagai tanaman pangan oleh larva beberapa spesies Lepidoptera, termasuk ngengat Antitype chi dan Chiasmia clathrata, keduanya tercatat pada Lathyrus pratensis. Kelimpahan dan ukuran pertumbuhan Lathyrus menurun sebagai respons terhadap peningkatan suhu di padang rumput pegunungan.[7]

Kegunaan

Beberapa spesiesnya ditanam untuk dimakan, termasuk ercis (L. oleraceus), L. sativus, dan L. cicera, serta yang lebih jarang yakni L. ochrus dan L. clymenum. L. tuberosus ditanam sebagai sayuran akar untuk diambil umbinya yang mengandung amilum. Benih beberapa spesiesnya mengandung asam amino beracun yakni asam oksalildiaminopropionat, yang jika dimakan dalam jumlah banyak dapat menyebabkan latirisme, suatu penyakit serius.[8]

Banyak spesies yang dibudidayakan sebagai tanaman pekarangan. Genus ini meliputi L. odoratus dan L. latifolius. Bunga pada spesies budidaya ini mungkin berwarna mawar, merah, merah marun, merah jambu, putih, kuning, ungu atau biru, dan ada pula yang berwarna ganda. Mereka juga ditanam karena aromanya. Spesies yang dibudidayakan rentan terhadap infeksi fungi termasuk penyakit bulai dan embun tepung.

Daftar Spesies[2][9]

Galeri

250px-Gleaner-a85.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pemanenan tanaman Lathyrus aphaca
250px-Grass_vetchling_close_800.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lathyrus nissolia
250px-Lathyrus_clymenum.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lathyrus clymenum
250px-Lathyrus_davidii_2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lathyrus davidii
250px-Lathyrus_latifolius_C.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lathyrus latifolius
250px-Lathyrus_nevadensis_0873.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lathyrus nevadensis ssp. nevadensis
250px-Lathyrus_odoratus1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lathyrus odoratus campuran
250px-Lathyrus_vernus_RF.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lathyrus vernus

Referensi

  1. Templat:GRIN genus
  2. 1 2 Lathyrus L. Plants of the World Online. Retrieved 9 August 2023.
  3. Sunset Western Garden Book, 1995:606–607
  4. Asmussen, C. B; A. Liston. (Maret 1998). "Chloroplast DNA characters, phylogeny, and classification of Lathyrus (Fabaceae)". American Journal of Botany. 85 (3): 387–401. doi:10.2307/2446332. JSTOR 2446332. PMID 21684923.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. Fred, Edwin Broun; Baldwin, Ira Lawrence; McCoy, Elizabeth (1932). Root Nodule Bacteria and Leguminous Plants. UW-Madison Libraries Parallel Press. hlm. 142. ISBN 978-1-893311-28-2.{{cite book}}: Ketidakcocokan ISBN / tanggal
  6. Gledhill, David (2008). "The Names of Plants". Cambridge University Press. ISBN9780521866453 (hardback), ISBN9780521685535 (paperback). pp 304
  7. de Valpine, Perry; Harte, John (1 Maret 2001). "Plant Responses to Experimental Warming in a Montane Meadow". Ecology. 82 (3): 637–648. doi:10.1890/0012-9658(2001)082[0637:PRTEWI]2.0.CO;2.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. Barrow, M. V.; et al. (1974). "Lathyrism: A Review". The Quarterly Review of Biology. 49 (2): 101–128. doi:10.1086/408017. JSTOR 2820941. PMID 4601279. S2CID 33451792.
  9. GRIN Species Records of Lathyrus. Diarsipkan 2008-10-14 di Wayback Machine. Germplasm Resources Information Network (GRIN).
  10. English Names for Korean Native Plants (PDF). Pocheon: Korea National Arboretum. 2015. hlm. 511. ISBN 978-89-97450-98-5. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Mei 2017. Diakses tanggal 22 Desember 2016 via Korea Forest Service.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan