Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus. Cari sumber: "Pisowanan" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR |
Pisowanan adalah sebuah tradisi dalam kerajaan-kerajaan Jawa, di mana bawahan-bawahan Raja/Sunan/sultan datang (sowan) ke istana untuk melaporkan perkembangan daerah yang dipimpinnya. Pisowanan boleh dikatakan merupakan sebuah wujud pertanggungjawaban pemimpin-pemimpin daerah kepada raja. Setelah mendengarkan laporan dari para bawahannya, Raja/Sunan/Sultan biasanya akan memberikan nasihat, teguran, ataupun perintah (titah) bagi masing-masing pemimpin daerah.
Pada perkembangannya, istilah pisowanan jadi melebar dan jauh dari konteks aslinya. Hal ini dapat terlihat dari peristiwa Pisowanan Agung Rakyat Yogyakarta pada tanggal 28 Oktober 2008 lalu. Di mana Sri Sultan Hamengkubuwono X menyatakan dirinya siap maju sebagai calon presiden di pemilihan umum mendatang. Hal ini membuat pisowanan yang awalnya adalah sebuah warisan tradisi Jawa menjadi sebuah peristiwa politik.
Artikel bertopik sejarah Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |