Senin, 19 Oktober 2026
02:26 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Pinus koraiensis

Pinus koraiensis

Bagikan:
Pinus koraiensis
250px-Pinus_koraiensis%2C_Cheremshany%2C_Sikhote_Alin%2C_Russia.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pepohonan di Cheremshany, Sikhote-Alin, Rusia
CITES Apendiks III (CITES)[2]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Gymnospermae
Divisi: Pinophyta
Kelas: Pinopsida
Ordo: Pinales
Famili: Pinaceae
Genus: Pinus
Subgenus: ''P.'' subg. ''Strobus''
Seksi: P. sect. Quinquefoliae
Subseksi: P. subsect. Strobus
Spesies:
P. koraiensis
Nama binomial
Pinus koraiensis

Pinus koraiensis adalah spesies pinus yang umum dikenal sebagai pinus korea. Pohon ini merupakan spesies relik dari zaman Tersier, yang diidentifikasi sebagai spesies pohon langka oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.[3] Spesies ini merupakan tumbuhan asli di Asia bagian timur, meliputi Korea, Tiongkok timur laut, hutan hujan beriklim sedang di Timur Jauh Rusia, dan Jepang bagian tengah.[4] Di bagian utara daerah sebarannya, pohon ini tumbuh di ketinggian sedang, biasanya antara 600 hingga 900 meter (2.000 hingga 3.000 kaki), sedangkan lebih jauh ke selatan, tumbuhan ini menjadi pohon gunung, yang tumbuh pada ketinggian 2,000 hingga 2.600 m (6,562 hingga 8.530,184 ft) di Jepang.[1] Nama umum lainnya meliputi "kacang pinus tiongkok".[5] Kawasan hutan kuno P. koraiensis di bumi memiliki luas sekitar 50 juta hektare, dengan 30 juta hektare di antaranya berada di Tiongkok, yang mencakup 60% dari total keseluruhannya.[6] Spesies ini merupakan tumbuhan dilindungi utama nasional tingkat dua di Tiongkok.[6] P. koraiensis adalah spesies pohon dengan nilai ekonomi dan ekologi yang tinggi. Nama resminya dalam bahasa Tionghoa adalah "红松 hóng sōng/pinus merah", karena hampir setiap bagian dari pohon ini berkaitan dengan warna merah.[7]

Menurut sejumlah penelitian, P. koraiensis dapat dibagi menjadi dua tipe alami berdasarkan ketebalan pepagannya, yaitu Pinus koraiensis Sieb. et Zucc. f. pachidermis Wang et Chi dan Pinus koraiensis Sieb. et Zucc. f. leptodermis Wang et Chi,[7] meskipun keduanya tidak diakui sebagai tipe yang berbeda oleh basis data Plants of the World Online.[4]

Galeri

Referensi

  1. 1 2 Thomas, P.; Farjon, A. (2013). "Pinus koraiensis". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2013 e.T42373A2975987. doi:10.2305/IUCN.UK.2013-1.RLTS.T42373A2975987.en. Diakses tanggal 12 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Pinus koraiensis Sieber & Zucc". Species+ (dalam bahasa Inggris). UN Environment Programme World Conservation Monitoring Centre. Diakses tanggal 10 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "告别"红松故事" 扮靓"红松故乡"" (dalam bahasa Tionghoa). www.yc.gov.cn. 2013-01-08. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-01-25. Diakses tanggal 2023-01-25.
  4. 1 2 "Pinus koraiensis Siebold & Zucc". Plants of the World Online. 2009-12-01. Diakses tanggal 2025-12-12.
  5. ↑ NRCS. "Pinus koraiensis". PLANTS Database. United States Department of Agriculture (USDA).
  6. 1 2 刘玉波, 阎立波 (2020-01-07). "红松,东北"新三宝"之首" (dalam bahasa Tionghoa). www.forestry.gov.cn. Diakses tanggal 2023-01-25.
  7. 1 2 "红松(hóng sōng)" (dalam bahasa Tionghoa). www.iplant.cn. Diakses tanggal 2023-01-25.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Pinus koraiensis.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan