Sabtu, 24 Oktober 2026
08:17 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Pierre Poivre

Pierre Poivre

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Desember 2023)
Infobox orangPierre Poivre
330px-Pierre_Poivre.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran23 Agustus 1719 Suntingan nilai di Wikidata
Lyon Suntingan nilai di Wikidata
Kematian6 Januari 1786 Suntingan nilai di Wikidata (66 tahun)
Lyon Suntingan nilai di Wikidata
Tempat pemakamanBasilika Santo Martinus dari Ainay, Lyon Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
AgamaKatolisisme Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanahli botani,horticulturist (en) Terjemahkan,zoological collector (en) Terjemahkan,colonial administrator (en) Terjemahkan,kolektor botani,agronom,diplomat,penjelajah,Tukang kebun,Misionaris,pedagang Suntingan nilai di Wikidata
Karya kreatif
Singkatan nama ahli botaniPoivre Suntingan nilai di Wikidata
Keluarga
Pasangan nikahFrançoise Robin (en) Terjemahkan (1766–1786), kematian subjek
Françoise Robin (en) Terjemahkan (1766–1786), kematian Suntingan nilai di Wikidata
Tanda tangan
250px-Pierre_Poivre2.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung kepala Pierre Poivre di Kebun Botani Sir Seewoosagur Ramgoolam di Mauritius.

Pierre Poivre (23 Agustus 1719 – 6 Januari 1786) adalah misionaris, hortikulturis, dan botanis abad 18. Ia lahir di Lyon, Prancis. Ia bertanggung jawab atas anjloknya harga rempah pada abad pelayaran akibat tindakannya menyelundupkan bibit cengkih dan pala dari Hindia Belanda ke Mauritius dan Reunion pada tahun 1769-1770. Ia juga menyelundupkan bibit rempah ke Seychelles. Tindakannya ini merusak monopoli Belanda atas perdagangan rempah di kepulauan rempah Indonesia.[1][2]

Karier misionaris

Awal abad ke-20, Poivre menjadi misionaris di Timur Jauh, termasuk Cochinchina, Guangzhou, dan Makau. Pada tahun 1745 saat berkunjung ke Hindia Timur, tangan kanannya terkena tembakan meriam sehingga harus diamputasi.

Karier botanis

Pada tahun 1760an, Poivre menjadi intendant administrator di Isle de France (sekarang Mauritius) dan Ile Bourbon (sekarang Réunion) di Laut Hindia Barat. Di Mauritius, dia dikenal sebagai pendiri kebun botani yang baru, Kebun Botani Sir Seewoosagur Ramgoolam (Kebun Botani Pamplemousses). Jabatannya sebagai Direktur digantikan oleh Jean-Nicolas Céré. Kebun ini masih ada sampai sekarang dengan luas 25 hektar.

Referensi

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Pierre Poivre.


Flag of PrancisBiography icon

Artikel bertopik biografi Prancis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan