Senin, 26 Oktober 2026
22:42 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Pidato Allahabad

Pidato Allahabad

Bagikan:
Iqbal.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Muhammad Iqbal, presiden Liga Muslim pada 1930 dan pemberi pidato

Pidato Allahabad (bahasa Urdu:خطبہ الہ آباد) adalah sebuah pidato buatan cendekiawan Pakistan Sir Muhammad Iqbal, salah satu peristiwa paling terkenal dalam Sejarah Pakistan. Pisato tersebut disampaikan oleh Iqbal pada sesi tahunan ke-25 Liga Muslim Seluruh India, pada Senin siang, 29 Desember 1930, di Allahabad, India Britania. Dalam pidato tersebut, Iqbal menjelaskan tujuan sebuah negara merdeka bagi provinsi-provinsi mayoritas Muslim di barat laut India, sehingga menjadikannya politikus pertama yang menjelaskan apa yang menjadi dikenal sebagai teori dua negara—bahwa Muslim adalah sebuah negara terpisah dan sehingga diberi kemerdekaan politik dari kawasan dan komunitas lainnya di India.[1]

Allama Iqbal mengartikan Muslim India sebagai sebuah bangsa dan menyimpulkan bahwa tidak ada kemungkinan damai di negara tersebut dan sampai mereka diakui sebagai sebuah bangsa dan sistem federal mayoritas Muslim memberikan hak-hak yang sama dengan yang diberikan kepada unit mayoritas Hindu. Ini hanyalah sebuah cara agar Muslim dan Hindu memahami nilai-nilai budaya mereka masing-masing. Dalam pidatonya, ia menyatakan bahwa, tak seperti Nasrani, Islam datang dengan "konsep hukum" dengan "signifikansi civic", dengan "gagasan-gagasan agama"-nya dianggap tak terpisahkan dari tatanan sosial: "sehingga, pembangunan sebuah kebijakan pada ranah nasional, jika itu dilakukan tanpa prinsip solidaritas Islamis, merupakan hal yang tak terpikirkan bagi Muslim."[2]

Iqbal tak hanya menyoroti kebutuhan persatuan politik masyarakat Muslim, namun ketiadaan perpaduan penduduk Muslim dalam masyarakat besar yang tidak berdasarkan pada prinsip-prinsip Islamis. Namun, ia tidak menyatakan jika gagasan negara Islamnya akan membangun sebuah teokrasi, seperti halnya ia menyangkali sekulerisme dan nasionalsime. Masa kehidupan Iqbal berikutnya terkonsentrasi pada aktivitas politik. Ia mengunjungi Eropa dan Asia Barat untuk menggalang dukungan politik dan keuangan bagi Liga tersebut, dan ia menjelaskan lagi gagasan-gagasannya dalam pidato 1932-nya, dan pada masa Konferensi Meja Bundar Ketiga, ia menentang Kongres dan usulan untuk mengalihkan kekuasaan tanpa pemberian otonomi atau kemerdekaan bagi provinsi-provinsi Muslim.[1]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 "The statement-Allama Iqbal's Presidential Address at Allahabad 1930". The Quaid.gov. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-04. Diakses tanggal 1 November 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Naipaul, V. S. Beyond Belief: Islamic Excursions Among the Converted Peoples. hlm. 250–52.

Pranala luar

Wikikutip memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Pidato Allahabad.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan