Senin, 19 Oktober 2026
14:44 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Phyllium letiranti

Phyllium letiranti

Spesies alunglon

Bagikan:
Phyllium letiranti
250px-Phyllium_letiranti.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Arthropoda
Kelas: Insecta
Ordo: Phasmatodea
Famili: Phylliidae
Genus: Phyllium
Subgenus: Phyllium
Spesies:
P. letiranti
Nama binomial
Phyllium letiranti
Cumming, Teemsma, 2017

Phyllium letiranti adalah spesies Phasmatodea dari genus Phyllium. Spesies ini hanya dapat ditemukan di pulau Peleng, Indonesia.[1][2][3]

Deskripsi

Spesies ini ditemukan di Pulau Peleng, Indonesia. Serangga ini dikenali sebagai spesies terpisah dari Phyllium yang lain karena karakteristik morfologinya. Meskipun terdapat beberapa kesamaan dengan kerabat phylliumnya, spesies ini juga punya karakteristik pembeda dengan spesies-spesies tersebut.

Spesies ini memiliki bentuk paling mirip dengan Phyllium mamasaense, Größer, 2008. Hal ini disebabkan oleh kedekatan geografis keduanya.

Analisis dan penelitian lebih lanjut terhadap kelompok spesies yang penuh teka-teki ini dapat mengarah pada teridentifikasinya lebih banyak spesies baru di masa mendatang.

Makanan dan Habitat

Phyllium diketahui memakan berbagai daun pepohonan tropis termasuk, Jambu biji, Mangga, dan Semak belukar (Rubus sp.). Spesies spesies ini yang diidentifikasi ini berasal dari Tataba, sebuah desa di Indonesia. Walau begitu, ada klaim bahwa jangkauan hewan ini lebih luas lagi. Hal ini menjadi pendorong utama untuk penelitian lebih lanjut di masa depan.

Karena sifat kamuflasenya yang sangat baik, sangat sulit menemukan serangga ini di alam liar. Meskipun demikian, upaya menggunakan metode perangkap lampu telah berhasil dilakukan.

Etimologi

Spesies ini dinamai phyllum letiranti untuk menghormati manajer koleksi Montreal Insectarium, Stéphane Le Tirant. Meskipun Le Tirant adalah ahli entomologi terkemuka yang berspesialisasi dalam kumbang scarab, dia juga memiliki ketertarikan yang kuat terhadap serangga daun. Perjalanannya dan mengumpulkan serangga memungkinkan penelitian entomologi yang berharga.[4]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Phyllium letiranti Cumming & Teemsma, 2018". www.gbif.org. GBIF. Diakses tanggal 2020-12-02.
  2. ↑ Cumming, Royce T.; Teemsma, Sierra N. (2018). "Phyllium (Phyllium) letiranti sp. nov. (Phasmida: Phylliidae) a new leaf insect from Peleng Island, Indonesia". Insecta Mundi (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-12-02.
  3. ↑ "Phyllium letiranti "Tataba" | Phasmatodea". www.phasmatodea.com.
  4. ↑ "ICI Radio-Canada Première | Balados, livres audio". Radio-Canada.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan